Review: Gold (2016)


Terinsipirasi dari sebuah kisah nyata skandal penipuan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan mineral Kanada yang juga melibatkan pemerintahan Indonesia di tahun 1997, film teranyar arahan sutradara asal Amerika Serikat, Stephen Gaghan (Syriana, 2005), berkisah mengenai Kenny Wells (Matthew McConaughey), seorang pengusaha di bidang mineral alam yang sedang mengalami kesulitan finansial. Dalam usaha terakhir untuk mempertahankan perusahaan yang diwariskan oleh sang ayah kepadanya, Kenny Wells lantas menghubungi seorang geolog bernama Michael Acosta (Édgar Ramírez) yang memiliki keyakinan bahwa ia telah menemukan sebuah tambang emas di pedalaman hutan Kalimantan, Indonesia yang masih belum disentuh dan diketahui khalayak luas. Berbekal hanya dengan keyakinannya, serta hasil meminjam dana bantuan dari banyak pihak, Kenny Wells dan Michael Acosta akhirnya melakukan perjalanan ke wilayah yang diduga memiliki sumber emas dan memulai masa penggalian mereka. Setelah sekian lama menggali, Michael Acosta ternyata berhasil membuktikan kebenaran teorinya: wilayah pedalaman hutan Kalimantan tersebut memiliki sumber emas – bahkan merupakan sumber emas terbesar yang pernah ditemukan di dunia. Keuntungan komersial jelas dapat dengan mudah mereka raih. Namun, di saat yang bersamaan, beberapa pihak yang ingin turut ambil bagian keuntungan dari temuan Kenny Wells dan Michael Acosta tersebut mulai melancarkan strategi mereka untuk mendekati keduanya.

Terlepas dari kefamiliaritasan formula rags to riches yang digunakan, Gaghan mampu mengemas Gold dengan cukup baik. Tidak selalu berjalan mulus. Paruh awal penceritaan film disajikan dengan pengisahan yang cukup terbata-bata – konflik yang masih meraba arah perjalanannya serta kehadiran deretan karakter yang harus diakui kadang terasa terlalu banyak mengisi alur pengisahan film. Namun, begitu Gaghan mampu menemukan pijakan cerita yang tepat untuk Gold, film ini laantas mampu berkisah dengan lancar. Perkembangan hubungan antara dua karakter utamanya, Kenny Wells dan Michael Acosta, yang awalnya digambarkan murni hanya sebagai mitra bisnis dan kemudian tumbuh menjadi rasa persahabatan sekaligus rasa saling menghormati satu sama lain juga mampu diolah dengan hangat. Tentu saja, chemistry yang tercipta antara McConaughey dan  Ramírez semakin mengukuhkan perkembangan hubungan tersebut. Namun tidak salah juga untuk memberikan kredit khusus pada duo penulis naskah, Patrick Masset dan John Zinman – kerjasama yang sebelumnya telah menghasilkan naskah cerita Lara Croft: Tomb Raider (2001) – atas perhatian mereka pada jalinan hubungan antara dua karakter utama tersebut.

Kualitas pengisahan yang sama sayangnya tidak mampu dihasilkan untuk jalinan pengisahan antara karakter Kenny Wells dengan Kay (Bryce Dallas Howard) yang digambarkan sebagai love interest bagi karakter tersebut. Meskipun telah hadir semenjak jalan penceritaan Gold dimulai, hubungan romansa antara Kenny Wells dan Kay sama sekali tidak pernah terasa sampai tahap emosional. Karakter Kay lebih sering dihadirkan sebagai karakter pelengkap belaka yang cukup sia-sia kehadirannya. Dari sisi teknikal, penataan gambar film ini acapkali juga menghadapi masalah. Beberapa adegan dalam jalan pengisahan film terasa dirunutkan secara kasar dengan tidak mempedulikan mood pengisahan adegan yang satu dengan yang lain. Tata sinematografi film juga seringkali membuang kesempatan untuk menjadikan gambar-gambar yang hadir dalam Gold terasa lebih mewah – khususnya ketika film ini mengambil latar belakang lokasi penceritaannya di sebuah wilayah hutan yang terbuka luas.

Sama sekali tidak ada masalah yang berarti dari departemen akting film. Meskipun mungkin akan memberikan kesan déjà vu pada beberapa karakter yang pernah diperankan McConaughey sebelumnya, aktor pemenang Academy Awards tersebut tampil dengan kekuatan akting yang solid. Begitu juga dengan Ramírez yang mampu mengimbangi penampilan akting McConaughey sekaligus memberikan warna yang berbeda bagi karakter yang ia perankan. Walaupun memiliki peran yang minimalis, Howard juga tampil tidak mengecewakan sebagai Kay. Jajaran penampilan pendukung lainnya diisi dengan penampilan yang baik dari nama-nama seperti Corey Stoll, Toby Kebbell atau Stacey Keach dan Rachael Taylor. Sebagai tambahan informasi, meskipun film ini mengambil latar belakang lokasi pengisahannya di bentara hutan Kalimantan, Indonesia, proses pengambilan gambarnya sendiri dilakukan di Thailand. Jadi jangan merasa heran jika melihat wajah-wajah aktor Thailand mengisi karakter-karakter yang digambarkan sebagai karakter yang berasal dari Indonesia – termasuk penggambaran dari seorang anak salah satu mantan Presiden Republik Indonesia. [C]

gold-matthew-mcconaughey-edgar-ramirez-movie-posterGold (2016)

Directed by Stephen Gaghan Produced by Matthew McConaughey, Patrick Massett, John Zinman, Teddy Schwarzman, Michael Nozik Written by  Patrick Massett, John Zinman Starring Matthew McConaughey, Édgar Ramírez, Bryce Dallas Howard, Joshua Harto, Timothy Simons, Michael Landes, Corey Stoll, Toby Kebbell, Bruce Greenwood, Stacy Keach, Bill Camp, Rachael Taylor, Macon Blair, Bhavesh Patel, Patrick Duggan, Craig T. Nelson, Jirayu Tantrakul Music by Daniel Pemberton Cinematography Robert Elswit Edited by Douglas Crise Production company Boies/Schiller Films/Black Bear Pictures/Highway 61 Films Running time 121 minutes Country United States Language English

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s