Review: Hacksaw Ridge (2016)


Masih ingat ketika Clint Eastwood merilis dua film bertema peperangan di tahun 2006 yang lalu? Well… Jika Billy Lynn’s Long Halftime Walk arahan Ang Lee adalah Flags of Our Fathers yang lebih terasa personal, meditatif dan berfokus pada sisi drama dari penceritaannya maka Hacksaw Ridge milik Mel Gibson adalah Letters from Iwo Jima yang mengandalkan banyak adegan aksi di tengah laga peperangan – meskipun juga sama sekali tidak pernah kehilangan kontrol akan sisi penceritaan dramanya. And let’s just say… Sama seperti halnya Flags of Our Fathers dibandingkan dengan Letters from Iwo Jima, Hacksaw Ridge memiliki beberapa keunggulan yang lebih kuat dibandingkan dengan Billy Lynn’s Long Halftime Walk.

Merupakan film pertama arahan Gibson setelah kesuksesannya menyutradarai Apocalypto (2006), jalan cerita Hacksaw Ridge didasarkan pada kisah nyata mengenai salah seorang tim paramedis angkatan militer Amerika Serikat di masa Perang Dunia II, Desmond Doss (Andrew Garfield), yang berjuang di medan peperangan dengan memegang teguh pendiriannya akan ajaran Kristen bahwa seorang manusia tidak diperbolehkan untuk membunuh orang lain. Keteguhannya untuk tidak membunuh tersebut jelas mendapatkan rasa keheranan luar biasa dari jajaran pasukan angkatan militer lainnya karena mereka jelas akan terjun di medan perang dimana mereka akan membunuh atau malah akan terbunuh oleh pihak lawan. Namun, dengan keteguhan hatinya, Doss mampu membuktikan bahwa ia dapat menjadi sosok prajurit pembela negara yang tangguh sekaligus tidak pernah melepaskan keyakinan terhadap ajaran agama yang ia pegang teguh.

Seperti yang pernah dibuktikannya lewat Braveheart (1995) – yang berhasil memenangkan lima kategori termasuk Best Picture dan Best Director pada The 68th Annual Academy Awards – Gibson memang sangat lihai menggarap film dengan tema sejenis. Dalam Hacksaw Ridge, Gibson berhasil menghadirkan kisah Desmond Doss dalam ritme penceritaan yang tepat. Hal inilah yang kemudian membuat perjalanan hidup Desmond Doss, baik kisahnya sebagai seorang anggota militer maupun kisah hidupnya secara personal, terasa begitu memikat sekaligus mengikat. Gibson juga mampu menyajikan adegan peperangan secara apik dan begitu realistis – sehingga pada banyak adegan akan membuat cukup sulit untuk disaksikan.

Bukannya tanpa hambatan. Akhir paruh kedua dan awal paruh ketiga penceritaan Hacksaw Ridge harus diakui merupakan titik lemah dari naskah cerita garapan Andrew Knight dan Robert Schenkkan. Pada paruh tersebut, Hacksaw Ridge yang semenjak awal telah mengalir dengan lancar kemudian tampil stagnan dengan konflik yang disajikan. Banyak repetisi adegan dan konflik yang menghambat ritme penceritaan. Durasi penceritaan sepanjang 131 menit juga rasanya dapat diperingkas dengan memangkas beberapa bagian cerita yang tidak terasa begitu esensial atau malah sama sekali tidak berguna pada kisah utama film. Batu sandungan kecil sebenarnya dalam kesuksesan penggarapan Gibson untuk Hacksaw Ridge yang akan banyak mengundang decak kagum penontonnya.

Jalan cerita Hacksaw Ridge sendiri berputar seutuhnya pada karakter sentralnya, Desmond Doss. Karakter Desmond Doss sebenarnya seringkali terasa sebagai sosok yang terlalu datar untuk mampu menjadi karakter utama yang menarik. Beruntung, karakter-karakter pendukung dalam Hacksaw Ridge berhasil menyajikan warna-warni karakter yang melengkapi penceritaan karakter sentralnya. Penggambaran yang diberikan Andrew Garfield sendiri terhadap karakter Desmond Doss juga mampu membuat karakter tersebut tampil cemerlang. Garfield, dalam salah satu penampilan terbaik di sepanjang karir aktingnya, menjadikan karakter Desmond Doss sebagai sosok yang relatable meskipun karakteristik dirinya yang cenderung teralienasi dari dunia luar. Garfield-lah yang membuat karakter Desmond Doss menjadi begitu manusiawi daripada terlihat sebagai sosok arogan yang hanya mementingkan pandangan agamanya sendirri atau sosok pahlawan super yang tidak terkalahkan di medan perang. Barisan pendukung Hacksaw Ridge juga tampil kuat. Mulai dari Vince Vaughn, Sam Worthington, Luke Bracey, Teresa Palmer hingga Hugo Weaving yang memberikan penampilan yang cukup kuat dan mampu bersanding dengan kekuatan penampilan Garfield.

Sebuah keberhasilan yang tidak hanya membuat film garapan Mel Gibson ini mampu bercerita dengan apik namun juga berhasil tampil sebagai salah satu pengalaman menonton yang akan sukar untuk dilupakan di sepanjang tahun ini. [B]

hacksaw-ridge-posterHacksaw Ridge (2016)

Directed by Mel Gibson Produced by Terry Benedict, Paul Currie, Bruce Davey, William D. Johnson, Bill Mechanic, Brian Oliver, David Permut, Tyler Thompsone Written by Andrew Knight, Robert Schenkkan Starring Andrew Garfield, Vince Vaughn, Sam Worthington, Luke Bracey, Hugo Weaving, Ryan Corr, Teresa Palmer, Rachel Griffiths, Richard Roxburgh, Luke Pegler, Richard Pyros, Ben Mingay, Firass Dirani, Jacob Warner, Goran D. Kleut, Harry Greenwood, Damien Thomlinson, Robert Morgan, Nathaniel Buzolic, Ori Pfeffer, Milo Gibson, John Batziolas, John Cannon, Mikael Koski, Charles Jacobs Music by Rupert Gregson-Williams Cinematography Simon Duggan Edited by John Gilbert Production company Cross Creek Pictures/Demarest Films/Argent Pictures/Pandemonium Films/Permut Presentations/IM Global/AI Film/Vendian Pictures/Kylin Pictures Running time 131 minutes Country United States, Australia Language English

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s