Review: Submarine (2011)


Untuk mengatakan bahwa Submarine – yang menjadi debut penyutradaraan Richard Ayoade di layar lebar – sebagai sebuah film drama komedi remaja, mungkin adalah sebuah pernyataan yang cukup merendahkan. Submarine tidak diisi dengan sesosok karakter utama pecundang yang kemudian menemukan cinta sebagai penyelamat hidupnya atau kisah percintaan yang mampu menyentuh setiap orang atau deretan drama yang dikemas menarik dengan dialog-dialog komikal yang jenaka. Tidak. Submarine lebih terlihat seperti film drama komedi depresif yang biasa diarahkan oleh Wes Anderson atau Noah Baumbach namun dengan karakter utama seorang remaja dengan segala kegalauan haati yang ia alami dalam menghadapi masa kehidupan tersebut. Yang tentu saja, akan semakin membuat Submarine terlihat lebih rumit dan lebih sukar untuk disukai banyak orang dengan mudah.

Diadaptasi oleh Ayoade dari novel yang berjudul sama karya Joe Dunthorne, Submarine mengisahkan mengenai seorang remaja berusia 15 tahun, Oliver Tate (Craig Roberts), yang merasa bahwa dirinya adalah seorang jenius dengan kepribadian yang menyenangkan dan disukai oleh semua orang. Tak secerah pemikirannya, Oliver sendiri merupakan seseorang yang cukup anti sosial terhadap orang-orang di sekitarnya, sering dipermainkan teman-temannya dan, tentu saja, tidak tahu cara berhubungan dengan seorang wanita. Oliver kemudian jatuh hati dengan Jordana (Yasmin Page), salah seorang teman sekelasnya yang awalnya setuju untuk berpacaran dengan Oliver demi menimbulkan rasa cemburu dari mantan pacarnya namun secara perlahan mulai turut jatuh hati pada Oliver.

Walau kini telah mendapatkan Jordana sebagai kekasih hatinya, kehidupan tidak lantas berjalan mulus bagi Oliver. Masalah baru datang ketika Oliver menyadari bahwa hubungan ayah, Lloyd Tate (Noah Taylor), dan ibunya, Jill Tate (Sally Hawkins), sedang tidak berjalan lancar, bahkan sedang berada di ambang perceraian. Oliver kemudian menemukan bahwa sang ibu, yang merasa bosan dengan pernikahannya yang berlangsung hambar, mulai kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya, Graham (Paddy Considine). Menganggap dirinya mampu menyelamatkan pernikahan kedua orangtuanya, Oliver mulai melakukan berbagai cara untuk mencapai tujuannya. Sayangnya, di sisi lain, Oliver mulai melupakan Jordana yang juga sedang mengalami masa-masa sulit dengan keluarganya.

Seperti yang akan dialami oleh mereka yang menyaksikan film-film Wes Anderson dan Noah Baumbach, masalah terbesar yang akan dihadapi penonton ketika menyaksikan Submarine adalah apakah mereka akan membiarkan karakter Oliver Tate yang sedikit mengganggu dan bukanlah seorang karakter yang mudah disukai menghalangi mereka untuk menikmati jalan cerita film ini. Harus diakui, hal tersebut akan cukup sulit dilakukan. Jika karakter Oliver Tate benar-benar hidup di kehidupan nyata, maka mungkin karakternya juga akan dijauhi banyak orang: ia memiliki sifat yang selalu ingin mencampuri kehidupan orang lain, merasa dirinya lebih superior dan cenderung untuk selalu menimbulkan masalah baru ketika ia masih berkutat dengan masalah lama yang melingkupi hidupnya. Namun, jika ingin memandang lebih mendalam, Oliver Tate hanyalah seorang remaja biasa yang masih belum mampu menentukan keinginan hatinya dan berada dalam sebuah perjalanan pencarian jati diri. Mengesalkan, namun sebenarnya adalah sebuah prilaku yang wajar.

Tidak hanya dari sang karakter utama, jalan cerita Submarine juga dikemas dengan penampilan yang mungkin jauh dari kesan familiar. Ibarat sebuah buku cerita, penceritaan Submarine dibagi atas tiga bagian yang berdiri di antara prolog dan epilog cerita. Berfokus pada kehidupan karakter Oliver Tate, paruh pertama film dikemas dengan begitu menghibur serta berjalan cepat dan menyenangkan ketika Richard Ayoade mengisahkan mengenai perjalanan cinta karakter Oliver dengan Jordana. Namun, hal ini berubah drastis di paruh kedua yang berjalan lebih gelap dan lamban ketika karakter Oliver menghadapi masalah perceraian yang hampir menimpa kedua orangtua serta masalah yang ia hadapi dengan Jordana. Perubahan nada emosional yang cukup drastis inilah yang mungkin akan menyebabkan sedikit rasa kurang nyaman dari para penonton Submarine. Pun begitu, hal ini tak mencegah Ayoade untuk mendapatkan kredit keberhasilan atas kemampuannya untuk mengemas Submarine dengan cara yang unik.

Kredit tersebut masih bertambah dengan keberhasilan Ayoade untuk merangkai jalan cerita Submarine dengan deretan gambar-gambar berwarna lembut yang menjadikan film ini terlihat begitu nyaman untuk disaksikan. Gambar yang disajikan dengan pewarnaan yang lebut kemudian dihiasi kembali dengan tata musik karya Andrew Hewitt yang seringkali terasa begitu sentimental di beberapa bagian dan mampu meningkatkan tampilan emosional cerita dari adegan yang sedang berjalan. Vokalis Arctic Monkeys, Alex Turner, juga mengisi Submarine dengan beberapa lagu yang ia buat khusus untuk film ini. Suara Turner yang begitu hangat menjadi poin tersendiri dari penempatan lagu-lagu Turner di film ini. Ditambah dengan kehadiran lagu-lagu Turner, Submarine terasa telah begitu lengkap untuk menjadi sebuah anthem bagi para remaja yang sering merasa bahwa kehidupan tidak berlaku adil pada mereka.

Berbicara mengenai departemen akting, Ayoade berhasil mengeluarkan kemampuan terbaik dari jajaran pemerannya. Craig Roberts dan Yasmin Page terlihat begitu mampu dalam menghidupkan karakter mereka yang begitu depresif: Roberts adalah pilihan sempurna untuk peran Oliver Tate sementara Paige mampu mengimbanginya dengan karakter yang mungkin dapat diibaratkan sebagai versi remaja dari karakter Clementine Kruczynski-nya Eternal Sunshine of the Spotless Mind walau lebih depresif dan jauh dari kesan impulsif. Walaupun para karakter dewasa tidak mendapatkan penggalian karakter yang lebih luas dan mendalam namun Noah Taylor, Sally Hawkins dan Paddy Considine tetap mampu tampil meyakinkan dalam mendukung kisah dua karakter utama Submarine.

Cara sutradara Richard Ayoade bercerita mungkin akan mengingatkan penonton sebagian penonton dari cara Wes Anderson dan Noah Baumbach (ingat Greenberg yang dibintangi Ben Stiller? Cukup menjelaskan mengapa Stiller ambil bagian sebagai produser eksekutif dari film ini) menangani film-film mereka. Pun begitu, Ayoade tetap mampu memberikan jejak tersendiri yang membuat bakatnya layak untuk selalu diperhatikan ketika ia berhasil mengemas jalan cerita Submarine yang gloomy dengan pilihan gambar yang lembut dan iringan tata musik yang emosional sehingga menghasilkan film yang artistik namun tetap mampu berjalan secara alami. Sulit untuk mengatakan bahwa Submarine adalah film yang dapat diterima dengan mudah bagi khalayak luas, namun mereka yang mampu menikmatinya akan sadar bahwa Submarine adalah sebuah debut penyutradaraan yang solid dari Ayoade.

Submarine ( Film4/Film Agency for Wales/Red Hour Films/Warp Films, 2011)

Submarine (2011)

Directed by Richard Ayoade Produced by Mark Herbert, Andy Stebbing, Mary Burke Written by Richard Ayoade (screenplay), Joe Dunthorne (novel, Submarine) Starring Craig Roberts, Yasmin Paige, Sally Hawkins, Noah Taylor, Paddy Considine, Gemma Chan, Steffan Rhodri, Melanie Walters Music by Andrew Hewitt Cinematography Erik Wilson Editing by Nick Fenton, Chris Dickens Studio Film4/Film Agency for Wales/Red Hour Films/Warp Films Running time 97 minutes Country United Kingdom, United States Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s