Tidak ada yang istimewa dari jalan cerita Lovely Man. Film yang diarahkan serta dikerjakan naskah ceritanya oleh Teddy Soeriaatmadja ini memang hanya menawarkan sebuah jalan cerita yang telah familiar – sebuah kisah yang bercerita mengenai jalinan kasih antara seorang ayah dan anak yang telah lama terputus untuk kemudian bersatu kembali dalam satu malam yang penuh dengan kejutan hidup. Film-film karya Teddy memang selalu menawarkan kesederhanaan penceritaan tersebut. Namun, seperti layaknya Banyu Biru (2004), Ruang (2006) dan Ruma Maida (2009), Teddy selalu menemukan cara yang tepat untuk menghantarkan kesederhanaan cerita tersebut sehingga menjadi penceritaan yang kuat, personal dan seringkali mampu tampil begitu menyentuh.

Lovely Man berkisah mengenai Cahaya (Raihaanun), seorang gadis berusia 19 tahun yang layaknya gadis lulusan pesantren lainnya selalu tampil dengan jilbab dan tidak pernah lupa untuk melaksanakan shalat lima waktu. Tanpa seizin ibunya, Cahaya berangkat ke Jakarta dengan menggunakan kereta api. Tujuan Cahaya sebenarnya sangat sederhana: ia ingin bertemu dengan ayahnya yang bernama Syaiful (Donny Damara) yang telah tidak pernah dijumpainya selama 15 tahun terakhir. Syaiful memang selalu mengirimkan uang kepada Cahaya melalui perantaraan ibunya. Namun, rasa rindu Cahaya sebagai seorang anak kepada ayahnya telah tidak lagi dapat terbendung.

Setelah seharian menjelajahi Jakarta, Cahaya akhirnya dapat menemukan Syaiful dalam sebuah rupa yang berbeda dari apa yang ia bayangkan selama ini. Syaiful kini telah berganti nama menjadi Ipuy, berdandan menor, menggunakan gaun berukuran minim dan menjajakan dirinya di pinggir jalan. Ya… Cahaya kini menemukan ayahnya telah berubah menjadi seoarng sosok waria pekerja seks komersil. Pertemuan itu sendiri tidak hanya mengejutkan Cahaya. Syaiful sendiri sama terkejutnya dengan Cahaya bahkan, pada awalnya, menolak kehadiran gadis tersebut. Namun, jiwa kebapakan Syaiful juga tidak lantas hilang. Dalam kepekatan malam Jakarta, Syaiful akhirnya memilih untuk menemani Cahaya dan berusaha mengisi kerinduan Cahaya pada sosok ayah yang telah lama dirindukannya.

Rasanya, setelah Mata Tertutup yang dirilis beberapa waktu yang lalu, baru Lovely Man-lah rilisan film Indonesia tahun ini yang mampu berbicara secara sederhana namun begitu dekat dan personal dengan penontonnya. Dialog memang murni menjadi sajian sekaligus kekuatan utama bagi Lovely Man. Dan Teddy Soeriaatmadja berhasil menyajikan deretan dialog yang mampu mengalir begitu alami, terasa begitu hangat, sering bernada komedi yang menghibur dan penuh dengan pesan-pesan kehidupan yang humanis – yang secara sempurna dieksekusi Teddy melalui jajaran pemerannya sehingga tidak pernah terdengar sebagai sebuah kuliah filsafat.

Selain berhasil menghadirkan fondasi kekuatan cerita yang solid, Teddy juga mampu mengarahkan dua pemeran utama film ini, Donny Damara dan Raihaanun, untuk memberikan chemistry dan penampilan terbaik mereka – sebuah hal yang jelas sangat dibutuhkan bagi film yang mengandalkan deretan dialog dalam jalan ceritanya untuk dapat berjalan dan bekerja dengan baik. Baik Donny Damara maupun Raihaanun tampil dalam penampilan yang begitu meyakinkan – jika Anda menolak untuk menggunakan kata sempurna. Keduanya mampu menghidupkan hubungan yang terjalin antara dua karakter yang mereka perankan menjadi begitu mudah untuk merebut simpati penonton.

Dalam berperan sebagai seorang waria, Donny Damara memberikan penampilan apiknya. Penuh dengan kata-kata yang meledak dan sifat sassy yang jelas akan seringkali mampu menjadi hiburan tersendiri bagi penonton Lovely Man, Donny Damara berperan secara total sekaligus begitu menyentuh. Sama halnya dengan Raihaanun. Ia tampil dengan penuh kesederhanaan, sebuah kata yang benar-benar dapat menggambarkan karakter Cahaya, dan ketika diharuskan untuk mengeluarkan emosi terdalamnya, Raihaanun mampu menampilkannya dengan baik dan membuatnya terlihat menjadi begitu alami dan mudah.

Seperti halnya film-film Teddy Soeriaatmadja, Lovely Man juga dilengkapi dengan kualitas pemilihan gambar yang begitu apik. Gambar-gambar yang dihadirkan dalam Lovely Man, yang dihasilkan oleh Ical Tanjung, secara efektif menangkap kesendirian dan kesunyian kota Jakarta di malam hari. Sebuah rasa yang mungkin akan mampu mewakili bagaimana kondisi perasaan para karakter yang ada di dalam jalan cerita Lovely Man. Kualitas produksi Lovely Man lainnya mampu tampil dengan kekuatan yang meyakinkan dan sangat memuaskan.

Penikmat film Indonesia beruntung masih memiliki sutradara sekelas Teddy Soeriaatmadja, yang tidak begitu saja menyerah pada pola penceritaan standar yang berlaku di industri film Indonesia, namun terus berusaha mencari dan menggali berbagai unsur penceritaan yang menarik dalam setiap filmnya. Lovely Man jelas masih belum sempurna – ikatan emosional film ini terasa mulai memudar di paruh akhir film. Namun dengan dukungan tata cerita yang begitu personal dan kuat serta penampilan Donny Damara dan Raihaanun yang begitu meyakinkan, Lovely Man jelas hadir dengan kekuatan yang solid sehingga mampu menempatkannya sebagai salah satu film drama terbaik yang pernah hadir di layar lebar Indonesia.

Lovely Man (Karuna Pictures/Investasi Film Indonesia, 2012)

Lovely Man(2012)

Directed by Teddy Soeriaatmadja Produced by Teddy Soeriaatmadja, Indra Tamoron Musu, Adiyanto Sumardjono Written by Teddy Soeriaatmadja Starring Donny Damara, Raihaanun, Ari M Syarif, Asrul Dahlan Music by Bobby Surjadi Cinematography Ical Tanjung Editing by Waluyo Ichwan Diardono Studio Karuna Pictures/Investasi Film Indonesias Running time 76 minutes Country Indonesia Language Indonesian

About these ads
Comments
  1. BanyuAgungS says:

    Suka bgt sama raihanuun disini. Sayang endingnya terlalu standar…

  2. Ira says:

    Saya bisa wawancara ga ya buat jadi informan penelitian saya. Saya butuh khalayak yang sudah menonton film ini untuk memaknainya. kalo bisa atau boleh saya minta kontaknya? :)
    terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s