Jadi… darimana kita akan mulai membicarakan mengenai New Year’s Eve? Garry Marshall sebenarnya pernah dikenal sebagai seorang sutradara yang selalu berhasil menghantarkan film-film hiburan yang cukup memorable. Film-filmnya memang tidak pernah dilabeli sebagai sebuah karya yang mampu bersaing di ajang penghargaan film dunia, namun siapapun tentu tidak akan dapat menyangkal kualitas hiburan yang dapat dihantarkan film-film semacam Beaches (1988), Pretty Woman (1990) atau The Princess Diaries (2001). Namun, seiring dengan berjalannya waktu, kreativitas Marshall sepertinya gagal untuk turut berkembang. Akhirnya, seperti imej yang ia peroleh sekarang, Marshall lebih sering menghadirkan film-film drama romansa dengan deretan bintang besar Hollywood namun dengan kualitas penceritaan yang cenderung mengecewakan.

Menyusul Valentine’s Day (2010), dan entah mengapa ia melewati Christmas Day dan Independence Day, Marshall menggarap New Year’s Eve, yang seperti dapat ditangkap siapapun melalui judul film ini, membahas mengenai bagaimana sekelompok orang merasa begitu antusias dalam menyambut kedatangan malam pergantian tahun. Ya… Marshall lagi-lagi berhasil merangkum banyak nama-nama besar Hollywood untuk mengisi departemen akting filmnya. Sayangnya, Marshall sepertinya tidak begitu mengindahkan banyak kritik yang menyatakan bahwa naskah cerita Valentine’s Day yang ditulis oleh Katherine Fugate begitu datar dan berantakan. Fugate lagi-lagi ditugaskan untuk menulis naskah cerita New Year’s Eve dan tidak mengejutkan… film ini sama datar dan berantakannya dengan Valentine’s Day.

New Year’s Eve sendiri dibuka dengan kisah kerumitan yang harus dijalani oleh Claire Morgan (Hillary Swank) ketika harus mengurus pelaksanaan malam tahun baru di New York Times Square yang ikonik itu. Kemudian ada kisah seorang sekretaris sebuah perusahaan rekaman paruh baya, Ingrid (Michelle Pfeiffer), yang merasa hidupnya berjalan terlalu datar. Ia akhirnya memutuskan untuk sedikit bersenang-senang di malam tahun baru bersama Paul (Zac Efron), remaja yang biasa menghantarkan surat-surat ke kantornya. Lalu masih ada kisah seorang ibu, Kim (Sarah Jessica Parker), yang menghadapi dilema dengan anak remaja perempuannya, Hailey (Abigail Breslin), yang ingin menghabiskan malam tahun baru sendiri bersama teman-temannya.

Tenang… New Year’s Eve masih belum berhenti disitu. Masih ada kisah seorang gadis penyanyi latar, Elise (Lea Michele), yang terburu-buru untuk menghadiri salah satu pementasan yang melibatkan dirinya namun kemudian terjebak di sebuah elevator bersama seorang ilustrator komik bernama Randy (Ashton Kutcher). Lalu ada kisah seorang pria renta, Stan Harris (Robert De Niro), yang hampir menemui ajal namun berkeinginan untuk melihat perayaan malam tahun baru di New York Times Square untuk terakhir kalinya. Juga ada kisah seorang rocker, Jensen (Jon Bon Jovi), yang berniat untuk berbaikan kembali dengan mantan tunangannya, Laura (Katherine Heighl). Yang terakhir – tarik nafas – ada kisah dua pasangan suami istri, Griffin (Seth Meyers) dan Tess (Jessica Biel) serta James (Til Schweiger) dan Grace (Sarah Paulson), yang bersaing untuk melahirkan bayi mereka tepat di malam tahun baru guna memenangkan kontes yang diadakan sebuah rumah sakit.

Phew! Begitu banyak karakter yang ingin bercerita, begitu banyak kisah yang ingin disampaikan namun, bahkan dengan durasi 118 menit yang disajikan Garry Marshall, New Year’s Eve terasa berjalan begitu lamban dan lama. Begitu banyaknya karakter yang hadir sama sekali tidak memberikan satu karakterpun untuk mampu tampil leluasa dalam mengembangkan kisahnya. Seluruh karakter yang hadir di film ini – karakter-karakter yang dituliskan diatas plus banyak karakter minor lainnya – tampil dengan kapasitas penceritaan yang seadanya. New Year’s Eve sempat memberikan beberapa momen menyentuh – yang paling kuat adalah ketika adegan karakter yang diperankan oleh Hillary Swank menyampaikan pidato malam tahun baru-nya di saluran televisi nasional – namun kebanyakan momen-momen tersebut terasa hambar karena, seperti halnya Valentine’s Day, penggalian kisah dan karakter yang minim.

Para pengisi departemen akting New Year’s Eve juga sepertinya telah tahu mengenai kapasitas penceritaan film ini. Kebanyakan dari mereka telah tahu bahwa New Year’s Eve hanya dibuat untuk tujuan komersil dan bersenang-senang belaka. Karenanya, jangan heran untuk melihat Michelle Pfeiffer, Robert De Niro, Hillary Swank, Jessica Biel dan Sarah Paulson hanya tampil dengan kapasitas akting yang seadanya sementara Halle Berry, Lea Michele, Zac Efron, Ashton Kutcher, Sarah Jessica Parker dan Abigail Breslin terlihat  berusaha untuk setidaknya terlihat sepertinya sedang berakting… dan bukan menjadi diri mereka sendiri.

Yeahwell… memang tidak ada alasan lain untuk menyaksikan New Year’s Eve selain untuk menyaksikan puluhan nama-nama besar Hollywood bersenang-senang di sebuah film yang sama. Namun tetap saja, bahkan dengan standar selemah itu, New Year’s Eve tetap gagal untuk memberikan esensi hiburan yang kuat bagi penontonnya. Diisi dengan deretan karakter yang gagal untuk tergali dengan baik dan juga rangkaian kisah yang tersaji begitu hambar dengan jalinan emosi yang terasa begitu palsu dan dibuat-buat, New Year’s Eve jelas adalah sebuah kesalahan berulang yang pernah dilakukan Garry Marshall pada Valentine’s Day. Bahkan terasa lebih buruk mengingat New Year’s Eve sama sekali tidak mampu menawarkan sebuah formula yang berbeda.

New Year's Eve (New Line Cinema/Wayne Rice/Karz Entertainment/New York Streets Film Projects, 2011)

New Year’s Eve (2011)

Directed by Garry Marshall Produced by Mike Karz, Wayne Allan Rice, Garry Marshall, Toby Emmerich, Josie Rosen Written by Katherine Fugate Starring Halle Berry, Jessica Biel, Jon Bon Jovi, Abigail Breslin, Chris “Ludacris” Bridges, Robert De Niro, Josh Duhamel, Zac Efron, Héctor Elizondo, Katherine Heigl, Ashton Kutcher, Seth Meyers, Lea Michele, Sarah Jessica Parker, Michelle Pfeiffer, Til Schweiger, Hilary Swank, Sofía Vergara, Jake T. Austin, James Belushi, Nat Wolff, Yeardley Smith, Ryan Seacrest, Russell Peters, Alyssa Milano, Carla Gugino, Cary Elwes Music by John Debney Cinematography Charles Minsky Editing by Michael Tronick Studio New Line Cinema/Wayne Rice/Karz Entertainment/New York Streets Film Projects Running time 118 minutesCountry United States Language English

About these ads
Comments
  1. @gunawantrian says:

    Baru liat tadi malem…
    And….I loved it! Haaa…
    My best guilty pleasure..pstt ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s