Dalam drama Julius Caesar yang ditulis oleh William Shakespeare, seorang peramal mengingatkan akan datangnya sebuah bahaya terhadap kekuasaan dan keselamatan Julius Caesar dengan mengucapkan kalimat, “Beware of the ides of March.” Istilah the ides of March, yang arti awalnya merupakan sebuah sebutan bagi masa ketika penanggalan bulan Maret telah mencapai masa pertengahannya, kemudian memiliki pergeseran arti ketika Julius Caesar akhirnya menemui the ides of March tersebut: ia dikhianati dan dibunuh oleh sekelompok anggota senat yang dipimpin oleh Marcus Junius Brutus. The Ides of March, yang menandai kali keempat aktor pemenang Academy Awards, George Clooney, menyutradarai sebuah film layar lebar, bukanlah sebuah film yang mengadaptasi Julius Caesar. Namun, The Ides of March berbagi tema yang serupa dengan karya klasik Shakespeare tersebut: sebuah cerita yang berisi intrik politik hitam dimana deretan karakternya saling berkonspirasi, melakukan pengkhianatan dan berusaha untuk menjatuhkan satu sama lain.

Diadaptasi dari sebuah karya panggung berjudul Farragut North (2008) yang ditulis oleh Beau Willimon, The Ides of March bercerita mengenai Stephen Myers (Ryan Gosling), seorang Manajer Kampanye Junior untuk calon presiden yang berasal dari Partai Demokrat, Mike Morris (George Clooney), yang saat ini sedang menghadapi lawan yang tangguh dari Partai Republik, Ted Pullman (Michael Mantell). Hasil jajak pendapat sementara sendiri menunjukkan bahwa Morris sedang berada pada keunggulan tipis jika dibandingkan dengan Pullman. Sebuah pemilihan dari wilayah negara bagian Ohio akan menentukan nasib kedua calon presiden tersebut. Jika Morris berhasil memenangkan suara masyarakat Ohio, maka ia akan memenangkan kursi kepresidenan. Sementara itu, kemenangan suara bagi Pullman akan membuatnya unggul jauh dari Morris.

Sebagai seorang Manajer Kampanye Junior, Stephen mendedikasikan diri sepenuhnya untuk kemenangan Morris. Walau pada awalnya kurang begitu percaya pada dunia politik dan orang-orang yang terlibat di dalamnya, secara perlahan Stephen merasa yakin bahwa Morris adalah seorang sosok yang tepat untuk memimpin Amerika Serikat. Bersama Manajer Kampanye Senior yang juga sekaligus mentornya, Paul Zara (Philip Seymour Hoffman), Stephen menyusun setiap langkah dan strategi yang diperlukan Morris untuk dapat memenangkan pemilihan umum. Pun begitu, di sela-sela pekerjaannya, Stephen masih menyempatkan dirinya untuk menjalin sebuah hubungan romansa dengan Molly Stearns (Evan Rachel Wood), salah seorang anggota muda dari tim kampanye Morris… sebuah hubungan yang akhirnya akan memberikan beberapa kejutan pada kehidupan dan cara pandang berpolitik Stephen.

Walau dibintangi oleh aktor dan aktris pemenang Academy Awards seperti George Clooney, Philip Seymour Hoffman, Paul Giamatti hingga Marisa Tomei, The Ides of March adalah sebuah film yang secara utuh kembali menunjukkan kapasitas akting yang mendalam dari seorang Ryan Gosling. Seperti halnya karakter The Kid yang ia perankan dalam Drive (2011), karakter Stephen Myers yang Gosling perankan di film ini adalah seorang sosok karakter yang lebih banyak mengeluarkan berbagai sisi emosionalnya melalui gestur tubuh, gerak badan ataupun ekspresi wajah yang ia hasilkan. Dan Gosling, sekali kali, dengan begitu meyakinkan berhasil melakukannya. Anda dapat merasakan berbagai emosi yang diraasakan karakter Stephen Myers – mulai dari perasaan gugup, senang, cinta hingga marah – dari apa yang ditampilkan Gosling melalui ekspresi tubuh dan wajahnya. Jajaran pemeran lainnya seperti Clooney, Seymouur Hoffman, Giamatti, Tomei dan Jeffrey Wright mampu menampilkan kemampuan akting terbaik mereka, namun The Ides of March adalah murni film seorang Ryan Gosling.

Walau karakternya merupakan seorang karakter pendukung, namun karakter Molly Stearns yang diperankan oleh Evan Rachel Wood merupakan satu sosok karakter yang krusial di dalam jalan cerita sekaligus memiliki cukup banyak adegan yang mampu membuat penampilan Rachel Wood akan banyak mendapatkan perhatian publik. Sebagai sesosok karakter yang misterius – manis, cantik, cerdas, namun semenjak awal penonton akan sadar bahwa karakter ini tidaklah sehangat penampilan luarnya – Rachel Wood dengan mudah mampu membawakan karakter Molly Stearns dengan sempurna. Chemistry yang terjalin antara Rachel Wood dan Gosling juga mampu tampil begitu hangat dan terlihat sangat meyakinkan. Sebuah pertanda lain akan kemampuan akting yang sangat brilian dari aktris yang masih berusia 24 tahun ini.

Dari sisi naskah cerita sendiri, The Ides of March sebenarnya tidak menawarkan sebuah sisi penceritaan baru pada film-film bertema thriller politik lainnya. Pun begitu, sudut pandang cerita yang akan mampu membawa para penonton film ini merasa lebih dekat dengan bagaimana sebenarnya susunan dari sebuah tim kampanye kepresidenan dan bagaimana mereka bekerja untuk memenangkan kandidat mereka – dan berbagai politik kotor yang terjadi selama masa itu berlangsung – akan mampu memberikan sebuah cara pandang baru pada penonton mengenai dunia politik.

Pengarahan Clooney sendiri masih mampu tertata dengan baik, kembali pada tata pengarahan yang dulu pernah ia tampilkan dalam Good Night, and Good Luck (2005), dimana pengarahan tersebut tidak pernah bergerak terlalu keras namun mampu tetap menjaga keutuhan setiap sudut cerita untuk tetap berjalan dengan fokus dan tidak terpecah. Intensitas cerita sendiri tidak pernah bergerak terlalu meningkat. Justru di 30 menit akhir film baru The Ides of March terasa mulai menggigit. Keputusan untuk mengakhiri kisah film ketika penonton tengah merasakan kenaikan intensitas cerita sendiri harus diakui sebagai sebuah keputusan yang cukup tepat ketika penonton akhirnya akan merasa sedikit terganggu akan rasa penasaran yang tinggi mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya pada deretan karakter di dalam jalan cerita The Ides of March.

Tidak melulu berbicara mengenai usaha sebuah konspirasi, pengkhianatan dan bagaimana kotornya dunia politik ketika berhubungan dengan usaha untuk merebut posisi orang lain, The Ides of March juga berbicara mengenai bagaimana sebuah proses kepercayaan dihasilkan. Bagaimana sebuah kepercayaan yang telah tumbuh pada seseorang dapat saja tiba-tiba hilang ketika sebuah fakta kelam datang menghampiri. Naskah cerita The Ides of March yang dikerjakan oleh Clooney bersama Grant Heslov dan Beau Willimon mampu merangkai semua intrik politik tersebut dengan cukup baik. Ditambah dengan penampilan kelas atas para jajaran pengisi departemen akting film ini, The Ides of March jelas merupakan salah satu film thriller politik terbaik di sepanjang tahun ini.

The Ides of March (Cross Creek Pictures/Exclusive Media Group/Smoke House/Crystal City Entertainment, 2011)

The Ides of March (2011)

 

Directed by George Clooney Produced by George Clooney, Grant Heslov, Brian Oliver Written by George Clooney, Grant Heslov, Beau Willimon (screenplay), Beau Willimon (play, Farragut North) Starring Ryan Gosling, George Clooney, Philip Seymour Hoffman, Paul Giamatti, Marisa Tomei, Jeffrey Wright, Evan Rachel Wood, Max Minghella, Jennifer Ehle, Gregory Itzin, Michael Mantell Music by Alexandre Desplat Cinematography Phedon Papamichael Editing by Stephen Mirrione Studio Cross Creek Pictures/Exclusive Media Group/Smoke House/Crystal City Entertainment Running time 101 minutes  Country United States Language English

About these ads
Comments
  1. cerita soal dunia politik. seperti mengingatkan pada “mimpi buruk” di kantor yang lama. hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s