Sebuah film yang dibintangi oleh Nicolas Cage dan Nicole Kidman serta diarahkan oleh Joel Schumacher. Percaya atau tidak, hal ini sepertinya memang akan terjadi di satu titik pada perjalanan karir ketiga nama tersebut. Sama-sama pernah memenangkan sebuah Academy Awards dan memiliki sebuah karir akting yang telah cukup teruji, Cage dan Kidman juga seringkali tidak mampu menolak tawaran untuk bermain dalam film-film yang diragukan kualitasnya. Hal tersebut berjalan linear dengan karir penyutradaraan yang dimiliki oleh Joel Schumacher. Walau bukanlah seorang sutradara spesialis film-film yang meraih penghargaan film, Schumacher pernah berada pada posisi sebagai seorang sutradara yang mampu menghasilkan film-film ringan, komersil namun berbobot. Hal tersebut, sayangnya, telah lama berlalu. Tiga film terakhir Schumacher, The Number 23 (2007), Blood Creek (2009) dan Twelve (2010), berakhir pahit dengan menjadi sasaran kritikan tajam para kritikus film sekaligus ditinggalkan para penontonnya.

Dalam Trespass, Cage, Kidman dan Schumacher berada dalam sebuah jalan cerita dengan premis yang cukup akrab bagi para penggemar film dunia akhir-akhir ini, home invasion. Cage dan Kidman berperan sebagai pasangan Kyle dan Sarah Miller, yang pada suatu malam, mendapati diri mereka disandera di kediaman mereka sendiri oleh lima sosok asing yang menyelundup masuk ke dalam rumah mereka. Motif penyanderaan yang dilakukan kelima sosok asing tersebut sebenarnya cukup sederhana, mereka hanya menginginkan uang dan berlian yang dimiliki oleh Kyle. Mereka bahkan berjanji untuk segera meninggalkan kediamaan Kyle dan Sarah segera setelah Kyle menyerahkan seluruh harta yang ia miliki.

Kelima penyandera itu sendiri ternyata telah menyusun rencana penyerangan ke rumah Kyle dan Sarah dengan baik. Mereka telah mengetahui segala hal tentang kondisi rumah tersebut, mulai dari sistem keamanan yang diterapkan di rumah tersebut hingga dimana Kyle menyimpan semua kekayaannya. Namun, Kyle adalah sosok yang kompleks. Percaya bahwa kelima penyandera akan segera membunuh dirinya dan Sarah segera setalah ia menyerahkan hartanya, Kyle beberapa kali berusaha untuk menakuti para penyanderanya dengan berbagai resiko yang akan mereka dapatkan jika mereka menjual berlian yang mereka dapatkan dari dirinya. Sarah sendiri juga sempat berhasil untuk berusaha melakukan beberapa perlawanan. Namun, posisi mereka kembali terancam ketika puteri mereka satu-satunya, Avery (Liana Liberato), kembali dan menjadi ancaman kuat bagi kelima penyandera tersebut untuk memaksa Kyle menyerahkan seluruh uangnya.

Dengan premis yang bercerita tentang sekelompok orang tak dikenal yang kemudian menyelundup masuk ke dalam sebuah rumah dan meneror orang-orang yang berada di dalam rumah tersebut sendiri sebenarnya penonton telah dapat dengan mudah untuk menebak jalan cerita yang ingin dihadirkan Trespass. Pun begitu, Schumacher sebenarnya dapat saja membuat konflik yang telah familiar tersebut setidaknya menjadi sebuah sajian yang masih cukup menyenangkan untuk diikuti. Sayangnya, Trespass tidak memiliki fondasi cerita yang cukup kuat untuk melakukannya. Naskah cerita yang ditulis oleh Karl Gajdusek terkesan hanya mengkompilasi berbagai cerita dari film-film bertema sama dengan deretan dialog dan penggalian karakter yang benar-benar klise.

Beberapa usaha sempat dilakukan untuk menghadirkan lebih banyak warna pada jalan cerita Trespass. Hal ini dilakukan dengan menghadirkan deretan konflik pribadi yang dialami para karakternya – mulai dari isu perselingkuhan yang dilakukan oleh karakter Sarah Miller, sebuah kejutan mengenai kondisi keuangan dan pekerjaan yang dimiliki oleh karakter Kurt Miller hingga berbagai konflik yang mengisi kehidupan para tokoh antagonisnya. Beberapa kali dihadirkan lewat sajian adegan flashback, hal tersebut sayangnya gagal untuk meningkatkan intensitas cerita Trespass dan hanya membuat jalan cerita film ini terlihat lebih kompleks tanpa pernah benar-benar memiliki kandungan isi cerita yang berarti.

Jika penonton mencari kambing hitam film ini, maka pengisi departemen akting film ini setidaknya dapat berjalan dengan tanpa rasa malu karena mereka telah memberikan kemampuan akting yang cukup mumpuni. Well… mungkin penonton dapat memberikan sedikit noda hitam kesalahan pada Cam Gigandet, yang merupakan bagian terlemah dari departemen akting film ini – walaupun hal tersebut sama sekali tidak mengejutkan. Memerankan karakter yang memiliki peran krusial pada beberapa bagian film, Gigandet tampil dengan ekspresi dan nada bicara yang sama di setiap kehadirannya. Pun begitu, jika hal ini dapat membantunya untuk mengurangi kesalahannya, penonton masih dapat merasakan bahwa Gigandet terlihat begitu berusaha untuk mengimbangi permainan akting Kidman yang seringkali berbagi adegan dengan dirinya.

Walau diisi dengan bakat-bakat seperti Cage, Kidman atau Ben Mendelsohn yang memerankan pimpinan dari karakter antagonis di jalan cerita film ini, memang akan sulit untuk membuat Trespass menjadi sebuah sajian yang cukup layak disimak dengan naskah cerita yang begitu lemah. Kurangnya eksplorasi emosi, karakter-karakter yang dihadirkan dengan dangkal, deretan dialog yang begitu lemah hingga plot cerita yang hadir terlalu mengikuti formula standar film-film bertema sama, Trespass terlihat begitu tidak bersemangat. Trespass mungkin hanya akan menjadi sebuah oops! moment lainnya dalam karir akting Cage dan Kidman. Namun bagi Schumacher, film ini semakin menambah gelap daftar filmografi yang mengisi perjalanan karir penyutradaraannya.

Trespass (Millennium Films/Nu Image Films/Winkler Films, 2011)

Trespass (2011)

Directed by Joel Schumacher Produced by René Besson, Boaz Davidson, Danny Dimbort, Avi Lerner, Trevor Short, David Winkler, Irwin Winkler Written by Karl Gajdusek Starring Nicolas Cage, Nicole Kidman, Cam Gigandet, Ben Mendelsohn, Jordana Spiro, Dash Mihok, Liana Liberato, Nico Tortorella, Emily Meade Music by David Buckley Cinematography Andrzej Bartkowiak Editing by Bill Pankow Studio Millennium Films/Nu Image Films/Winkler Films Running time 91 minutes Country United States Language English

About these ads
Comments
  1. jaka says:

    aaahhhhh….ceritanya nggak greget..datar…miskin ide kali yang buat cerita…sambil baca koran juga alurnya bisa diikuti…kacanganlah pokoke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s