Review: Everybody’s Fine (2009)

Posted: February 8, 2010 in Movies, Review
Tags: , , , , , , , , ,

Seperti biasanya, di pemghujung tahun ketika musim liburan Natal tiba, Hollywood tidak lupa untuk selalu menemani para penonton setianya dengan film-film bertema keluarga. Everybody’s Fine adalah salah satu dari sekian banyak film keluarga tersebut yang dirilis pada Desember 2009 tersebut.

Everybody’s Fine sendiri bukanlah film baru. Film ini adalah film remake dari sebuah film Italia berjudul Stanno Tutti Benne (They’re All Fine) karya sutradara Giuseppe Tornatore, yang dirilis pada tahun 1990 dan sempat meraih banyak pujian dari berbagai kritikus film dunia, termasuk sebuah nominasi Golden Palm untuk Tornatore di ajang Cannes Film Festival pada tahun tersebut.

Disutradarai oleh Kirk Jones, Everybody’s Fine memiliki plot kisah yang sama dengan Stanno Tutti Benne, walau, tentu saja, Jones memindahkan set asli cerita yang berada di Italia dengan di Amerika Serikat pada film ini. Berkisah mengenai Frank Goode (Robert De Niro), seorang pekerja pensiunan yang belum genap setahun ditinggal pergi oleh sang istri. Merasa rindu untuk berkumpul dengan keempat anaknya yang telah dewasa dan hidup di kota-kota yang berbeda, Frank mengundang mereka untuk berkumpul bersama.

OLD DOGS. I'm 94. I have 3 children and 6 grandchildren. And they're all too busy to talking to to me. I have to make an appointment to see them.

Rencana tersebut pada awalnya berjalan lancar. Hingga di menit-menit terakhir, anak-anak Frank mulai membatalkan rencana kedatangan mereka satu persatu dengan alasan kesibukan masing-masing. Tidak dapat menahan rindunya, Frank akhirnya memutuskan untuk mengunjungi mereka satu persatu di kota tempat mereka tinggal sekarang tanpa memberitahukan anak-anaknya mengenai rencana tersebut.

Pertama, ia mengunjungi David (Austin Lysy), anaknya yang bekerja sebagai pelukis di New York. Ketika Frank sampai di apartemen David, Frank tidak dapat menjumpai David. Ia akhirnya berangkat ke Chicago untuk menemui Amy (Kate Beckinsale), anaknya yang bekerja di sebuah perusahaan periklanan. Karena tidak ingin mengganggu kesibukan Amy, Frank akhirnya berangkat ke Denver untuk menemui Robert (Sam Rockwell), anaknya yang ia kira bekerja sebagai konduktor namun ternyata hanya menjadi bagian kecil dari sebuah orkestra. Terakhir, Frank menemui Rosie (Drew Barrymore), seorang penari, di Las Vegas.

Dari kunjungan tersebut, anak-anak Frank mengaku bahwa kehidupan mereka dalam keadaan yang bahagia. Namun, masing-masing dari mereka menyimpan cerita sendiri yang tidak ingin diketahui oleh sang ayah mereka, termasuk tentang keberadaan David, yang masih belum dapat dihubungi oleh Frank.

Tentu saja, film dengan tema seperti ini mungkin sudah sangat banyak dirilis, khususnya di saat-saat musim liburan Natal dimana Hollywood mengerahkan seluruh kekuatannya untuk merilis film-film bergenre film keluarga. Jadi, jika sisi cerita kurang kuat untuk mendapatkan poin ekstra, maka para pemainlah yang dituntut untuk dapat menarik hati para penonton film.

Dan sejujurnya, film ini sedikit gagal untuk dapat menarik perhatian di seperempat bagian awal film ini berjalan. Semua berjalan datar hingga akhirnya karakter Frank menemui karakter Amy, dimana tone film ini malah kemudian menurun. Bukan apa-apa, harus diakui Kate Beckinsale tidak memberikan terlalu banyak peran di bagian ini. Ia bermain datar dan hal ini diperburuk lagi dengan kurang kuatnya chemistry antara dirinya dengan Robert De Niro.

Beruntung, Beckinsale hanya mendapatkan bagian yang tidak terlalu banyak. Film ini mulai terasa hidup ketika Frank menemui Robert yang diperankan oleh Sam Rockwell. Walau tidak terlalu mencolok, namun De Niro dan Rockwell sama-sama memperlihatkan hubungan yang cukup baik antara karakter mereka. Dan bagian ini mengarah ke bagian terbaik di film ini ketika Frank menemui Rosie, yang diperankan Drew Barrymore. Disinilah kunci kesuksesan film ini.

Bersama Barrymore, film ini menemui puncak kehidupannya. Memang bagian ini sedikit memiliki bagian yang lebih panjang dan eksplorasi karakter yang lebih dalam dibandingkan dua bagian sebelumnya. Namun chemistry yang kuat antara Barrymoore dan De Niro-lah yang membuat bagian ini benar-benar terasa menyenangkan sekaligus menyentuh. Barrymoore sepertinya sangat tahu cara memerankan karakter gadis yang tampak sangat menyenangkan dari luar, dengan senyuman yang lebar, namun sangat rapuh di dalamnya dan menyimpan sesuatu rahasia yang ia tidak ingin diketahui oleh ayahnya. Oh, tentang De Niro sendiri, ia bermain cukup baik di sepanjang film ini. De Niro berhasil memberikan gambaran sempurna mengenai pria kesepian yang sangat rapuh dan merindukan keluarganya untuk berkumpul kembali.

Selain para karakter utama, karakter-karakter pendukung yang ditemui Frank selama perjalanannya di film ini juga cukup membuat film ini terasa hidup. Score karya Dario Marianelli, walau tidak terlalu kuat, juga mampu mengisi beberapa adegan menyentuh dengan sangat tepat. Beberapa sinematografi yang dipersembahkan di film ini juga cukup bagus dan menambah warna dari kelamnya kisah yang ditawarkan.

Secara keseluruhan, Everybody’s Fine sebenarnya memiliki premis yang sangat menjanjikan. Saya, pada awalnya ketika membaca premis film dan mengetahui arah bergeraknya film ini, bahkan seperti dijanjikan akan menyaksikan sebuah film yang ‘mengajarkan para penontonnya tentang makna hidup’, seperti yang mungkin terakhir kali saya dapatkan di Up in the Air. Dan tidak salah, film ini memang berada di posisi yang sama, memiliki banyak pesan moral yang sangat berguna jika Anda merenungkannya dengan sungguh-sungguh. Namun beberapa hambatan dan kurangnya penggalian karakter dan adegan di beberapa tempat mencegah film ini berada di posisi yang sama selayaknya Up in the Air.

Walau bagaimanapun, seperti yang saya tuliskan sebelumnya, film ini bergerak mundur di awalnya, untuk kemudian terus meningkat menyentuh posisi emosi Anda di penghujung film. Jika Anda penggemar film-film drama keluarga yang dapat memberikan Anda suatu pemikiran ketika Anda selesai menyaksikan film tersebut, maka mungkin film ini adalah untuk Anda.

Rating: 3.5 / 5

Everybody's Fine (Miramax Films, 2009)

Everybody’s Fine (2009)

Directed by Kirk Jones Produced by Gianni Nunnari, Ted Field, Vittorio Cecchi Gori, Glynis Murray Written by Kirk Jones Starring Robert De Niro, Drew Barrymore, Kate Beckinsale, Sam Rockwell, Katherine Moennig Music by Dario Marianelli Cinematography Henry Braham Editing by Andrew Mondshein Distributed by Miramax Films Running time 99 minutes Country United States Language English

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s