Tag Archives: Simon West

Review: Wild Card (2015)

wild-card-posterLet’s be honest. Meskipun para produser meletakkan nama-nama besar seperti Stanley Tucci, Milo Ventimiglia, Hope Davis, Anne Heche, Jason Alexander dan Sofía Vergara di poster film hingga berusaha membesarkan fakta bahwa naskah film ini dikerjakan oleh William Goldman yang pernah dua kali memenangkan Academy Awards untuk naskah cerita Butch Cassidy and the Sundance Kid (1969) serta All the President’s Men (1976), alasan utama untuk menyaksikan Wild Card jelas adalah untuk menyaksikan penampilan Jason Statham. Well… Jason Statham dan aksinya yang membabi buta dalam menghancurkan setiap lawan yang dihadapinya. Lalu apakah Wild Card mampu memenuhi ekspektasi itu? Tentu saja!

Berada di bawah arahan Simon West untuk ketiga kalinya setelah The Mechanic (2011) dan The Expendables 2 (2012), Statham lagi-lagi berperan sebagai sosok pria tangguh yang memiliki talenta mampu berkelahi dengan berbagai perlengkapan yang ada di sekitar dirinya – tangan, kaki, senjata api, potongan kayu hingga sendok dan garpu. West dan Statham mampu menggarap setiap adegan aksi dalam Wild Card hadir dengan balutan tata koreografi aksi yang mengagumkan. Bagian terburuknya? Hanya ada tiga adegan aksi dalam film ini. Yep. Tiga adegan aksi yang masing-masing berdurasi kurang lebih dua menit dalam film yang secara keseluruhan berdurasi 92 menit. Cukup mengecewakan, khususnya jika Anda memang menyaksikan film ini hanya untuk menanti adegan aksi Statham.

Namun, terlepas dari berbagai ekspektasi tersebut, film yang diadaptasi Goldman dari novelnya sendiri yang berjudul Heat – dan sebelumnya telah pernah diangkat ke layar lebar dengan judul Heat (1986) yang dibintangi Burt Reynolds – Wild Card harus diakui tidak mampu menawarkan penceritaan menarik apapun kepada penontonnya. Jalan cerita Wild Card yang secara garis besar menghadirkan tiga plot cerita – hubungan karakter Nick Wild (Statham) dengan temannya Holly (Dominik Garcia-Lorido) yang kemudian menyebabkan permasalahan dengan seorang pemimpin mafia, Danny DeMarco (Milo Ventimiglia), tugas Nick dalam mengawal seorang milyuner muda, Cyrus Kinnick (Michael Angarano), serta masalah pribadi Nick yang kecanduan judi – gagal untuk dipresentasikan dengan baik. Setiap permasalahan dihadirkan begitu datar dengan tanpa adanya pendalaman kisah maupun karakter yang berarti. Hadir dan berlalu begitu saja.

Kedangkalan itulah yang menyebabkan kehadiran Tucci, Ventimiglia, Davis, Heche, Alexander dan Vergara sama sekali tidak berarti di film ini – plus karakter mereka juga hadir dalam durasi yang begitu singkat dan tidak memadai penceritaannya. Statham sendiri hadir dalam kapasitas… well… sebagaimana seorang Jason Statham yang dikenal publik umum. Karakter antagonis utama yang diperankan Ventimiglia hadir datar, bahkan seringkali terasa hanya hadir sebagai korban tanpa melakukan perlawanan yang berarti. Michael Angarano yang tampil dalam durasi penceritaan yang cukup banyak mampu mengimbangi penampilan Statham – meskipun chemistry keduanya masih tampil dalam kapasitas yang seadanya. Stanley Tucci justru mampu menunjukkan kelasnya sebagai seorang aktor handal dengan memberikan penampilan akting yang mengesankan meskipun dalam durasi yang begitu singkat. [D]

Wild Card (2015)

Directed by Simon West Produced by Jason Statham, Steve Chasman Written by William Goldman (screenplay), William Goldman (novel, Heat), William Goldman (1986 movie, Heat) Starring Jason Statham, Stanley Tucci, Sofía Vergara, Milo Ventimiglia, Michael Angarano, Anne Heche, Hope Davis, Jason Alexander, Cedric the Entertainer, Max Casella, Chris Browning, Dominik Garcia-Lorido, Arielle B. Brown, Boyana Balta, Lara Grice, Shanna Forrestall, D’arcy Allen, Codie Rimmer, Joshua Braud Music by Dario Marianelli Cinematography Shelly Johnson Edited by Padraic McKinley Production company Current Entertainment/Quad Films/SJ Pictures/Sierra / Affinity Running time 92 minutes Country United States Language English

Review: Stolen (2012)

stolen-header

Stolen, film terbaru arahan Simon West (The Expendables 2, 2012) yang kembali mempertemukannya dengan Nicolas Cage setelah sebelumnya bekerjasama lewat Con Air (1997), memiliki plot kisah yang mungkin sangat familiar bagi Anda: seorang pria yang selama ini memiliki masalah dalam menjalin komunikasi dengan puterinya harus berjuang melawan waktu untuk menyelamatkan anaknya tersebut yang diculik dan berada dibawah ancaman untuk dibunuh. Perbedaannya, Stolen berlatar belakang lokasi di New Orleans, Amerika Serikat dan tidak di Eropa. Stolen dibintangi oleh Nicolas Cage — walaupun pada awalnya peran ini ditawarkan pada Clive Owen dan Jason Statham — dan bukan Liam Neeson. Dan, sayangnya, Stolen tidak memiliki nada penceritaan aksi menarik yang membuat film ini seringkali berjalan datar pada kebanyakan bagian ceritanya.

Continue reading Review: Stolen (2012)

Review: The Expendables 2 (2012)

The Expendables are back! Barney Ross (Sylvester Stallone), Lee Christmas (Lee Statham), Yin Yang (Jet Li), Gunnar Jensen (Dolph Lundgren), Toll Road (Randy Couture) dan Hale Caesar (Terry Crews) bersama dengan dua anggota terbaru mereka, Billy the Kid (Chris Hemsworth) dan Maggie (Yu Nan), kembali berkumpul ketika Mr. Church (Bruce Willis) kembali hadir dalam kehidupan mereka dan memberikan sebuah tugas yang sama sekali tidak dapat mereka tolak. Di atas kertas, tugas yang diberikan Mr. Church terlihat begitu mudah. Sebuah tugas yang kecil yang memang telah selalu mereka laksanakan dalam keseharian mereka. Namun, ketika pelaksanaan tugas tersebut berjalan salah, yang kemudian berakibat fatal bagi para anggota The Expendables, Barney Ross dan kawanannya tahu kalau mereka harus segera bergerak dan menuntut balas.

Continue reading Review: The Expendables 2 (2012)

Review: The Mechanic (2011)

Berjalan cepat, brutal dan dengan intensitas yang sangat terjaga baik, The Mechanic adalah sebuah film action murni yang kembali menempatkan aktor asal Inggris, Jason Statham, dalam elemen terbaiknya: sebuah film action no brainer dimana ia dapat memamerkan otot sekaligus otaknya dalam memerankan seorang karakter tangguh, tak kenal kata takut namun tetap merupakan seorang yang sensitif ketika berhubungan dengan kehidupan pribadinya. Benar, Statham telah memainkan karakter tersebut berkali-kali semenjak namanya mulai menanjak dalam The Transporter (2002). Namun harus diakui, setelah sekian tahun berlalu, rasanya tak ada bintang action yang mampu tampil dengan daya tarik yang lebih kuat dari Statham di setiap filmnya.

Continue reading Review: The Mechanic (2011)