Tag Archives: Sam Rockwell

Review: Poltergeist (2015)

poltergeist-posterPada tahun 1982, sutradara Tobe Hooper (The Texas Chainsaw Massacre, 1974) bekerjasama dengan produser sekaligus penulis naskah Steven Spielberg untuk memproduksi sebuah film horor sederhana berjudul Poltergeist. Dengan dana produksi yang hanya mencapai US$10.7 juta namun didukung dengan kualitas penceritaan, produksi serta penampilan akting yang apik – dan rumor bahwa proses pembuatan film horor tersebut mendapatkan kutukan, Poltergeist berhasil menarik minat banyak penikmat film horor dunia dan memberikan film tersebut kesuksesan kritikal – termasuk tiga nominasi Academy Awards – dan, tentu saja, komersial – dengan raihan pendapatan yang mencapai sepuluh kali biaya produksinya. Kini, setelah dua sekuelnya yang sama sekali tidak melibatkan Hooper maupun Spielberg dan menemui kegagalan ketika dirilis di pasaran pada tahun 1986 dan 1988, Hollywood mencoba membawa kembali kengerian Poltergeist yang kali ini berada dalam arahan sutradara Gil Kenan (Monster House, 2006) serta duo produser Sam Raimi dan Robert G. Tapert yang sebelumnya pernah menghasilkan trilogi film The Evil Dead (1981 – 1993) yang melegenda itu.

Dengan naskah cerita yang digarap oleh David Lindsay-Abaire (Rabbit Hole, 2010), versi teranyar dari Poltergeist mengisahkan tentang pasangan Eric (Sam Rockwell) dan Amy Bowen (Rosemarie DeWitt) dan ketiga anak mereka, Kendra (Saxon Sharbino), Griffin (Kyle Catlett) dan Madison (Kennedi Clements) yang baru saja pindah rumah ke sebuah wilayah pinggiran kota setelah Eric diberhentikan dari pekerjaannya. Keberadaan mereka di rumah itu awalnya berjalan dengan tenang. Namun, setelah beberapa gangguan misterius yang dialami oleh Griffin serta perubahan sikap yang terjadi pada Madison, secara perlahan ketenangan keluarga tersebut mulai terusik. Kondisi tersebut semakin memburuk ketika Madison secara tiba-tiba menghilang begitu saja dari rumah tersebut. Sadar kalau yang mereka hadapi adalah gangguan supranatural yang di luar jangkauan kemampuan mereka, Eric dan Amy akhirnya menghubungi ahli paranormal, Dr. Brooke Powell (Jane Adams), dan spesialis masalah supranatural, Carrigan Burke (Jared Harris), untuk membantu mereka.

Sebagai sebuah film yang mencoba untuk mengulang kesuksesan sebuah film seikonik Poltergeist buatan Hooper dan Spielberg, versi terbaru Poltergeist yang melengkapi para ahli supranaturalnya dengan berbagai perlengkapan komputer super canggih ini harus diakui tidak tampil begitu buruk – dan bahkan mampu memberikan beberapa momen menegangkan yang akan cukup mampu menyenangkan para penikmat film-film sejenis. Keberhasil tersebut jelas dapat diraih karena baik pengarahan Kenan maupun naskah cerita garapan Lindsay-Abaire mencoba mengikuti setiap formula yang telah diterapkan film Poltergeist pendahulunya. Tetap saja, kemampuan untuk mengikuti formula yang telah ada tersebut akan membuat versi modern dari Poltergeist seringkali menjadi terasa kurang mengejutkan. Jika Poltergeist sebelumnya mampu menciptakan standar baru bagi film-film dengan tema rumah berhantu, maka versi modern-nya hanya terasa sebagai sebuah film rumah berhantu lain yang mengikuti formula horor Hollywood yang telah berulangkali dieksplorasi.

Versi terbaru dari Poltergeist juga terasa ringan secara emosional jika dibandingkan dengan pendahulunya. Seperti halnya trilogi The Evil Dead, Raimi dan Tapert sepertinya memilih untuk menginjeksikan beberapa sentuhan komedi lewat dialog maupun karakter yang dihadirkan mereka lewat film ini. Sayang, beberapa elemen emosional yang justru menjadi elemen terkuat dalam film orisinalnya justru menguap begitu saja. Lihat saja bagaimana hubungan emosional antara anggota keluarga Bowen yang terasa mengalir begitu saja tanpa pernah berusaha digambarkan hadir dengan ikatan emosional yang begitu mengikat satu sama lain. Versi modern Poltergeist juga tidak begitu memberikan ruang yang luas bagi pengembangan karakter-karakternya sehingga akan cukup sulit bagi penonton untuk merasakan kepedulian yang lebih mendalam bagi karakter-karakter tersebut.

Beruntung, Poltergeist berhasil mendapatkan dukungan penampilan akting yang sangat solid dari jajaran pemerannya. Berbeda dengan penampilan departemen akting versi orisinal Poltergeist yang bernada jauh lebih serius, penampilan Sam Rockwell, Rosemarie DeWitt dan jajaran pemeran lain dalam Poltergeist versi terbaru terasa lebih lugas dan rileks dalam menghidupkan setiap karakter mereka. Poltergeist juga mampu dihadirkan dengan kualitas produksi yang sangat berkelas. Kenan mampu mendapatkan dukungan terbaik dari tim produksinya untuk mampu menghasilkan gambar-gambar yang kelam sehingga berhasil menciptakan atmosfer horor yang cukup dalam pada beberapa bagian penceritaannya. Sebagai sebuah remake horor, Poltergeist jelas bukanlah sebuah karya yang buruk. Mungkin film ini akan mampu mendapatkan apresiasi yang lebih jika saja memilih untuk tidak menggunakan judul Poltergeist yang telah terlalu ikonik itu dalam masa perilisannya. [C]

Poltergeist (2015)

Directed by Gil Kenan Produced by Roy Lee, Sam Raimi, Robert G. Tapert Written by David Lindsay-Abaire (screenplay), Steven Spielberg (story) Starring Sam Rockwell, Rosemarie DeWitt, Jared Harris, Jane Adams, Saxon Sharbino, Kyle Catlett, Kennedi Clements, Nicholas Braun, Susan Heyward, Soma Bhatia Music by Marc Streitenfeld Cinematography Javier Aguirresarobe Edited by Jeff Betancourt, Bob Murawski Studio Metro-Goldwyn-Mayer/Ghost House Pictures/Vertigo Entertainment Running time 93 minutes Country United States Language English

The 17th Annual Online Film Critics Society Awards Nominations List

OFCS-2Kolaborasi ketiga antara sutradara Steve McQueen dan aktor Michael Fassbender, 12 Years a Slave, berhasil memimpin daftar perolehan nominasi di ajang The 17th Annual Online Film Critics Society Awards. 12 Years a Slave berhasil meraih delapan nominasi, termasuki nominasi Best Picture, Best Director untuk McQueen, Best Actor untuk Chiwetel Ejiofor, Best Supporting Actor untuk Fassbender serta Best Supporting Actress untuk Lupita Nyong’o. Berbeda dengan pelaksanaannya tahun lalu, terdapat sepuluh film yang dinominasikan untuk merebut gelar Best Picture. Film-film yang akan bersaing bersama 12 Years a Slave tersebut adalah American Hustle, Before Midnight, Blue is the Warmest Colour, Drug War, Gravity, Her, Inside Llewyn Davies, Short Term 12 dan The Wind Rises.

Continue reading The 17th Annual Online Film Critics Society Awards Nominations List

Review: Conviction (2010)

Jangan salahkan Hilary Swank yang mengira bahwa dirinya akan mendapatkan nominasi Best Actress in a Leading Role ketiganya dari ajang penghargaan Academy Awards ketika ia menerima peran sebagai Betty Anne Waters dalam film Conviction. Selain kisah dan karakter tersebut didasarkan dari sebuah kisah nyata, perjalanan yang dialami karakter Betty Anne Waters yang digambarkan dalam Conviction memang merupakan sebuah peran yang biasanya akan menarik perhatian banyak pernghargaan film. Sayangnya, naskah Conviction yang ditulis oleh Pamela Gray terlalu banyak menempatkan karakter Betty Anne Waters dalam berbagai situasi klise yang membuat karakter tersebut terasa tidak begitu istimewa terlepas dari kemampuan Swank untuk membawakan perannya dengan baik.

Continue reading Review: Conviction (2010)

Review: Iron Man 2 (2010)

Baiklah… mari sama-sama mengucapkan selamat datang kepada musim panas. Musim dimana Hollywood akan berusaha mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk menarik minat para pecinta film dunia untuk datang memenuhi bioskop-bioskop terdekat dengan merilis berbagai film-film blockbuster. Tahun ini, Hollywood resmi menyambut datangnya musim panas dengan merilis salah satu sekuel paling ditunggu tahun ini, Iron Man 2.

Continue reading Review: Iron Man 2 (2010)

Review: Everybody’s Fine (2009)

Seperti biasanya, di pemghujung tahun ketika musim liburan Natal tiba, Hollywood tidak lupa untuk selalu menemani para penonton setianya dengan film-film bertema keluarga. Everybody’s Fine adalah salah satu dari sekian banyak film keluarga tersebut yang dirilis pada Desember 2009 tersebut.

Continue reading Review: Everybody’s Fine (2009)