Tag Archives: Richard Roxburgh

Review: Hacksaw Ridge (2016)

Masih ingat ketika Clint Eastwood merilis dua film bertema peperangan di tahun 2006 yang lalu? Well… Jika Billy Lynn’s Long Halftime Walk arahan Ang Lee adalah Flags of Our Fathers yang lebih terasa personal, meditatif dan berfokus pada sisi drama dari penceritaannya maka Hacksaw Ridge milik Mel Gibson adalah Letters from Iwo Jima yang mengandalkan banyak adegan aksi di tengah laga peperangan – meskipun juga sama sekali tidak pernah kehilangan kontrol akan sisi penceritaan dramanya. And let’s just say… Sama seperti halnya Flags of Our Fathers dibandingkan dengan Letters from Iwo Jima, Hacksaw Ridge memiliki beberapa keunggulan yang lebih kuat dibandingkan dengan Billy Lynn’s Long Halftime Walk. Continue reading Review: Hacksaw Ridge (2016)

Because It’s Good for Your Mind!: How Moulin Rouge! Stays on Top After a Decade Later

Di tahun 1899, Christian (Ewan McGregor) pindah ke daerah Montmare, Paris, guna mengejar mimpinya untuk menjadi seorang penulis. Secara tidak sengaja, ia kemudian terlibat dalam proses penulisan sebuah drama berjudul Spectacular Spectacular yang ditujukan untuk dijual dan ditampilkan di Moulin Rouge, sebuah klub malam paling eksklusif yang ada di kota Paris. Secara tidak sengaja pula, Christian berkenalan dengan Satine (Nicole Kidman), seorang courtesan dari Moulin Rouge yang paling populer karena kecantikannya. Sederhana, dua manusia ini kemudian jatuh cinta… namun kemudian harus menghadapi tantangan dari The Duke of Monroth (Richard Roxburgh) yang semenjak lama telah bernafsu untuk memiliki Satine.

Continue reading Because It’s Good for Your Mind!: How Moulin Rouge! Stays on Top After a Decade Later

Review: Sanctum (2011)

Seperti yang dibuktikan Titanic (1997) dan Avatar (2009), tampilan audio visual yang begitu memukau memegang peranan yang sangat penting dalam setiap film yang melibatkan nama James Cameron. Begitu vital, tampilan audio visual yang seringkali menawarkan terobosan baru dalam dunia perfilman tersebut menjadi faktor yang tidak dapat disangkal menjadi titik penting penghasil aliran emosi di dalam jalan cerita film itu sendiri. Di lain pihak, film-film yang ditangani Cameron seringkali memiliki kelemahan dalam segi penceritaan. Yang paling sering dikritisi, tentu saja, adalah kekurangmampuan Cameron untuk melakukan supervisi pada deretan dialog para karakter yang ada di dalam jalan cerita filmnya. Sanctum, yang walaupun hanya melibatkan Cameron sebagai seorang produser eksekutif, juga memiliki keterikatan ciri khas kualitas yang sama dengan film-film yang menjadi karya Cameron sebelumnya.

Continue reading Review: Sanctum (2011)

Review: Legend of the Guardian: The Owls of Ga’Hoole (2010)

Legend of the Guardian: The Owls of Ga’Hoole menandai kali pertama sutradara Zack Snyder (300 (2007), Watchmen (2009)) menangani sebuah film yang bergenre animasi dengan jalan cerita yang ditujukan bagi penonton kalangan keluarga. Hal ini tentu saja adalah merupakan sebuah dunia yang sangat baru bagi Snyder – yang selama ini mengerjakan film-film dengan genre dewasa yang seringkali mengandung unsur kekerasan dan seksual yang tinggi. Walau begitu, melihat apa yang dicapai oleh Snyder lewat Legend of the Guardian: The Owls of Ga’Hoole – dengan tetap menggunakan beberapa teknik khasnya, seperti gerakan slow motion yang dramatis – terbukti kalau Snyder sangatlah mudah untuk beradaptasi dengan dunia baru tersebut.

Continue reading Review: Legend of the Guardian: The Owls of Ga’Hoole (2010)