Tag Archives: Lizzy Caplan

Review: Allied (2016)

Film terbaru arahan Robert Zemeckis, Allied, memulai perjalanannya di kota Casablanca, Maroko pada tahun 1942 ketika Perang Dunia II sedang berlangsung. Dikisahkan, agen rahasia asal Kanada, Max Vatan (Brad Pitt), bertemu dengan seorang pemberontak asal Perancis, Marianne Beausejour (Marion Cotillard), untuk saling bekerjasama dalam menyelesaikan sebuah misi. Layaknya sebuah drama romansa, Max dan Marianne saling jatuh cinta. Setelah menyelesaikan misi mereka, Max akhirnya meminta Marianne untuk menikahinya, pindah ke London dan membentuk keluarga bersama. Sebuah permintaan yang kemudian disetujui oleh Marianne. Pernikahan Max dan Marianne berjalan dengan indah apalagi setelah keduanya dikaruniai seorang putri. Masalah muncul ketika Max dipanggil oleh atasannya yang mencurigai bahwa Marianne sebenarnya adalah sosok agen rahasia yang bekerja untuk Jerman. Oleh atasannya, Max diberikan beberapa hari untuk membuktikan bahwa Marianne tidak bersalah. Namun, jika Marianne adalah benar merupakan sosok agen rahasia untuk Jerman, Max sendiri yang diharuskan untuk membunuh Marianne. Continue reading Review: Allied (2016)

Review: Bachelorette (2012)

Terima kasih kepada kesuksesan Bridesmaids (2011), film-film komedi Hollywood kini tidak lagi ragu untuk menempatkan karakter wanitanya untuk melakukan hal-hal yang paling menjijikkan sekalipun. Pun begitu, Bachelorette bukanlah Bridesmaids – atau The Hangover (2009), seperti persepsi yang ingin dibentuk oleh tim pemasaran film ini. Tentu, ada beberapa momen dalam Bachelorette yang menampilkan deretan bahasa maupun adegan yang dapat digambarkan sebagai tampilan yang vulgar. Namun secara keseluruhan, tidak ada yang terlalu istimewa dalam Bachelorette ketika naskah cerita film ini lebih memilih untuk menghadirkan berbagai formula standar komedi Hollywood daripada berusaha untuk melanggarnya, seperti yang pernah dilakukan oleh Bridesmaids atau The Hangover.

Continue reading Review: Bachelorette (2012)

Review: 127 Hours (2010)

Kejeniusan seorang Danny Boyle dalam merangkai gambar dengan visual indah yang mampu bercerita secara mendalam dan menyentuh hati setiap orang berlanjut dalam bentuk 127 Hours, sebuah film yang mendasarkan kisahnya pada novel autobiografi karya seorang petualang dan pecinta alam asal Amerika Serikat, Aron Ralston, yang berjudul Between a Rock and a Hard Place (2004). Untuk film ini, Boyle kembali bekerjasama dengan penulis naskah Simon Beaufoy dan produser Christian Colson, yang karya terakhir mereka, Slumdog Millionaire (2008) berhasil memenangkan delapan Academy Awards, termasuk Best Picture, Best Director untuk Boyle, dan Best Adapted Screenplay untuk Beaufoy.

Continue reading Review: 127 Hours (2010)

Review: Hot Tub Time Machine (2010)

Jika film-film Hollywood adalah perwujudan dari seluruh mimpi dan angan manusia yang masih belum dapat tercapai hingga saat ini, maka menemukan dan menggunakan sebuah mesin waktu  mungkin adalah salah satu obsesi manusia terbesar berdasarkan banyaknya film yang bertemakan mesin maupun perjalanan waktu. Namun, tahun ini penonton akan diberikan sebuah alternatif baru dalam menikmati perjalanan waktu mereka: melalui Hot Tub Time Machine.

Continue reading Review: Hot Tub Time Machine (2010)