Tag Archives: Kyle Gallner

Review: American Sniper (2014)

american-sniper-posterDiadaptasi dari buku American Sniper: The Autobiography of the Most Lethal Sniper in U.S. Military History yang ditulis oleh Chris Kyle bersama dengan Scott McEwen dan Jim DeFelice, film teranyar yang diarahkan oleh Clint Eastwood ini mengisahkan mengenai perjalanan hidup dari Chris Kyle, seorang penembak jitu asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai penembak jitu paling mematikan dalam sejarah militer negara adidaya tersebut. Naskah cerita yang digarap oleh Jason Hall (Paranoia, 2013) sendiri memberikan ruang yang sangat luas bagi penonton untuk mengenal kepribadian seorang Chris Kyle dan bagaimana perang mampu mempengaruhi stabilitas pemikiran sekaligus emosinya. Sayang, lebih dari itu, American Sniper tidak mampu memberikan sudut pandang lain mengenai dunia peperangan yang akhirnya menjadikan jangkauan penceritaan film ini gagal untuk tampil lebih kuat dan mendalam.

Pada banyak bagian penceritaan, American Sniper memfokuskan dirinya pada sosok sang karakter utama, Chris Kyle (Bradley Cooper). Karakter Chris Kyle digambarkan sebagai sosok pria yang semenjak kecil telah ditempa dengan jalan pemikiran konservatif oleh sang ayah, mulai dari pandangan mengenai agama, jalan hidup hingga sikap kebangsaan. Tempaan itu pula yang akhirnya membuat karakter Chris Kyle menjadi sosok pria yang tangguh dan lantas merelakan dirinya untuk ambil bagian di dunia militer ketika ia melihat bahwa negara Amerika Serikat sedang berada dalam ancaman bahaya terorisme. Setelah melalui berbagai pelatihan, Kyle akhirnya terpilih untuk terjun langsung ke Irak pasca terjadinya serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat. Secara perlahan, Kyle mulai mendapatkan respek dan bahkan menjadi penembak jitu paling dapat diandalkan dalam angkatan militer Amerika Serikat. Namun, di saat yang bersamaan, perang juga mempengaruhi kesehatan mental Kyle yang jelas memberikan efek panjang dalam kehidupan pria tersebut termasuk dengan hubungan Kyle dengan istrinya, Taya Renae Kyle (Sienna Miller).

Fokus utama yang diberikan American Sniper pada karakter Chris Kyle sebenarnya dapat saja digarap Eastwood dengan nada penceritaan yang lebih personal dan dramatis. Namun, seperti yang dapat dirasakan pada beberapa film arahan Eastwood lainnya, American Sniper tidak dapat dibantah memiliki muatan politis yang cukup kental. Disinilah lantas celah kelemahan penceritaan film mulai muncul. Pandangan politik Eastwood yang konservatif mengenai perang, sikap kepahlawanan dan rasa cinta tanah air cenderung hadir dalam nada penceritaan yang sempit dan monoton. Inilah mengapa beberapa bagian penceritaan American Sniper yang hadir tanpa kehadiran karakter Chris Kyle terasa menjemukan. Muatan politis Eastwood menjadi beban tersendiri karena gagal untuk dapat dikembangkan dengan lebih baik. Ibarat banyak politikus lain, Eastwood terasa memberikan kampanye tentang pandangan politiknya sendiri tanpa pernah merasa bahwa dunia lebih besar daripada pandangannya tersebut.

Di sisi lain, tidak dapat terbantahkan bahwa Eastwood juga mampu mengeluarkan performa terbaik dari setiap sisi filmnya. Dari departemen akting, Eastwood mampu menghadirkan penampilan akting terbaik dari setiap jajaran pemeran. Bradley Cooper tampil sangat, sangat mengesankan sebagai Chris Kyle. Merupakan penampilan akting terbaik Cooper di sepanjang karir filmnya hingga saat ini, Cooper mampu menjiwai setiap detil jatuh bangun mental karakter yang ia perankan dengan begitu hidup. Kharisma Cooper yang begitu kuat menjadikan karakter Chris Kyle terlihat begitu mudah disukai – terlepas dari cara pandangnya tentang peperangan – sekaligus menyentuh ketika berhadapan dengan berbagai problema kehidupannya. Cooper membawa penceritaan American Sniper dengan begitu sempurna. Chemistry yang ia bangun dengan Sienna Miller juga begitu erat dan mampu menjadikan sisi personal film menjadi lebih menonjol. Bantuan penampilan kuat dari para pemeran pendukung lain juga berhasil menjadikan American Sniper tampil dengan kualitas akting yang begitu berkelas.

Sebagai sebuah film yang bercerita mengenai dunia peperangan, Eastwood juga mampu menyajikan tatanan teknis yang akan mampu membawa para penontonnya ke tengah-tengah peperangan itu sendiri. Penuh dengan darah, ledakan serta suara desingan peluru, tampilan teknis American Sniper yang begitu kuat jelas menjadikan film ini berada pada jajaran film-film terbaik tentang dunia peperangan yang pernah dibuat oleh Hollywood. [B-]

American Sniper (2014)

Directed by Clint Eastwood Produced by Clint Eastwood, Robert Lorenz, Andrew Lazar, Bradley Cooper, Peter Morgan Written by Jason Hall (screenplay), Chris Kyle, Scott McEwen, Jim DeFelice (bookAmerican Sniper: The Autobiography of the Most Lethal Sniper in U.S. Military History) Starring Bradley Cooper, Sienna Miller, Max Charles, Luke Grimes, Kyle Gallner, Sam Jaeger, Jake McDorman, Cory Hardrict, Navid Negahban, Eric Close, Eric Ladin, Rey Gallegos, Kevin “Dauber” Lacz, Brian Hallisay, Ben Reed, Elise Robertson, Keir O’Donnell, Marnette Patterson, Leonard Roberts, Sammy Sheik, Mido Hamada, Jonathan Groff Cinematography Tom Stern Edited by Joel Cox, Gary D. Roach Production company Village Roadshow Pictures/Mad Chance Productions/22nd & Indiana Pictures/Malpaso Productions Running time 132 minutes Country United States Language English

Review: Beautiful Creatures (2013)

beautiful-creatures-header

Usaha Hollywood untuk menemukan pengganti franchise The Twilight Saga (2008 – 2012) kembali berlanjut. Setelah The Host yang juga diadaptasi dari novel karya Stephenie Meyer – dan sayangnya mendapatkan reaksi kurang begitu hangat baik dari para kritikus film dunia maupun para penontonnya, kini Hollywood mencoba untuk menghadirkan Beautiful Creatures yang diadaptasi dari novel berjudul sama dan merupakan bagian pertama dari seri novel Caster Chronicles karya duo penulis asal Amerika Serikat, Kami Garcia dan Margaret Stohl. Premis filmnya sendiri jelas akan mengingatkan banyak orang akan franchise yang dibintangi pasangan Robert Pattinson dan Kristen Stewart tersebut: kisah cinta terlarang yang terjadi antara dua remaja yang berasal dari dua dunia yang berbeda. Jika The Twilight Saga menghadirkan kisah cinta antara vampir dengan seorang manusia, maka Beautiful Creatures menceritakan kisah cinta antara manusia dengan seorang penyihir – dimana sang karakter wanitalah yang kini digambarkan memiliki kekuatan. Namun apakah rekonstruksi formula sukses The Twilight Saga mampu tetap bekerja untuk Beautiful Creatures?

Continue reading Review: Beautiful Creatures (2013)

Review: Red State (2011)

Sebelum merilis Jersey Girl di tahun 2004 – sebuah film yang cukup menyenangkan, sebenarnya – Kevin Smith memiliki karir penyutradaraan yang cukup terpandang. Film-film drama komedi yang ia arahkan – mulai dari Clerks (1994), Mallrats (1995), Chasing Amy (1997), Dogma (1999) hingga Jay and Silent Bob Strike Back (2001) – dikenal sebagai film-film komedi dengan tingkat kecerdasan dialog yang sangat tajam… dan tetap mampu menghibur penontonnya. Namun Smith kemudian menambah panjang daftar filmografinya dengan film-film komedi mediocre yang terasa begitu melelahkan. Smith bahkan menghasilkan Cop Out (2010) – sebuah film yang menempatkan pasangan Bruce Willis dan Tracy Morgan sebagai pasangan polisi dengan deretan dialog dan adegan tidak lucu dan sangat mengesalkan (Morgan, khususnya!).

Continue reading Review: Red State (2011)

Review: Beautiful Boy (2010)

Bayangkan jika orang yang paling Anda sayangi menjadi korban dalam sebuah tragedi berdarah. Bayangkan jika setelah mengetahui bahwa orang yang Anda sayangi menjadi korban dalam sebuah tragedi berdarah, pihak kepolisian datang ke rumah Anda dan menyatakan bahwa orang yang paling Anda sayangi tersebut diduga kuat menjadi dalang terjadinya tragedi berdarah tersebut. Setelah Bowling for Columbine (2002) dan Elephant (2003) serta We Need to Talk About Kevin yang akan dirilis akhir tahun ini, sutradara Shawn Ku mencoba untuk membahas mengenai tragedi penembakan yang terjadi di sekolah dalam karya fiktif yang naskah ceritanya ia tulis bersama Michael Armbruster, Beautiful Boy.

Continue reading Review: Beautiful Boy (2010)

Review: A Nightmare on Elm Street (2010)

Freddy Krueger is back! Setelah terakhir kali difilmkan oleh sutradara Ronny Yu lewat Freddy vs. Jason pada tahun 2003, kini Michael Bay dengan perusahaan produksinya, Platinum Dunes, kembali memfilmkan salah seorang karakter horror paling populer di Hollywood ini dengan maksud melakukan reboot terhadap franchise A Nightmare on Elm Street yang pertama kali dirilis pada tahun 1984 dengan Wes Craven sebvagai sutradaranya.

Continue reading Review: A Nightmare on Elm Street (2010)