Tag Archives: Kristen Stewart

Review: Equals (2016)

Berlatarbelakang pengisahan di masa yang akan datang dimana para manusia telah berevolusi menjadi sosok yang tidak lagi dapat merasakan berbagai gejolak emosi, Equals memulai pengisahannya ketika Silas (Nicholas Hoult) mulai merasakan adanya perubahan dalam dirinya. Oleh tim medis, Silas kemudian divonis terkena epidemi Switched On Syndrome dimana para korbannya mulai dapat kembali merasakan berbagai rangsangan gejolak emosi dalam diri mereka. Karena penyakitnya masih berada pada stadium awal, Silas hanya diwajibkan untuk mengkonsumsi pengobatan yang telah diberikan serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara regular. Namun, oleh dorongan emosi yang kembali muncul dalam dirinya, Silas mulai merasakan hal-hal lain yang selama ini belum pernah ia rasakan, termasuk jatuh cinta. Continue reading Review: Equals (2016)

Review: Billy Lynn’s Long Halftime Walk (2016)

Setelah Life of Pi (2012) yang berhasil meraih nominasi Best Picture sekaligus memenangkannya Academy Awards kedua sebagai Best Director dalam ajang The 85th Annual Academy Awards, Ang Lee sepertinya telah jatuh cinta dengan berbagai inovasi teknologi dalam pembuatan film. Kecintaannya tersebut kembali dibuktikan Lee lewat Billy Lynn’s Long Halftime Walk. Lee menginginkan penontonnya untuk merasakan pengalaman yang lebih nyata dan realistis dalam mengikuti kisah yang disajikan. Karenanya, Lee tidak hanya menghadirkan Billy Lynn’s Long Halftime Walk dalam teknologi tiga dimensi seperti halnya Life of Pi. Ia juga menyajikan gambar filmnya dalam jumlah bingkai gambar berkecepatan 120 bingkai gambar setiap detiknya – dimana standar film umum dihadirkan dalam 24 bingkai gambar per detik. Tidak hanya itu, resolusi gambar yang disajikan Lee dalam Billy Lynn’s Long Halftime Walk juga berada pada tingkat resolusi gambar tertinggi untuk saat ini, 4000 piksel. Continue reading Review: Billy Lynn’s Long Halftime Walk (2016)

The 33rd Annual Razzie Awards Winners List

the-twilight-saga-breaking-dawn-part-2-headerWellthis is hardly surprising. Seri terakhir dari The Twilight Saga, The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2 (2012), akhirnya mendapatkan kesempatan untuk memenangkan kategori utama, Worst Picture, di ajang Razzie Awards setelah beberapa kali dinominasikan pada seri-seri sebelumnya. The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2 berhasil memenangkan tujuh kategori dari sepuluh nominasi yang diraihnya pada The 33rd Annual Razzie Awards, termasuk untuk Worst Actress (Kristen Stewart – juga untuk penampilannya dalam Snow White and the Huntsman, 2012), Worst Supporting Actor (Taylor Lautner), Worst Director (Bill Condon) serta Worst Screen Ensemble.

Continue reading The 33rd Annual Razzie Awards Winners List

The 33rd Annual Razzie Awards Nominations List

27th Annual Razzie Awards - Worst Picture - "Basically, It Stinks, Too"Mengikuti prestasi seri-seri sebelumnya, seri terakhir The Twilight Saga, The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2, berhasil mendapatkan nominasi terbanyak di ajang The 33rd Annual Golden Raspberry Awards – atau yang lebih dikenal dengan nama Razzie Awards. The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2 bahkan mendapatkan nominasi di setiap kategori, termasuk Worst Picture, Worst Actress untuk Kristen Stewart (juga untuk perannya di Snow White and the Huntsman), Worst Actor untuk Robert Pattinson dan Worst Screenplay. Jangan khawatir, Team Jacob! Taylor Lautner juga berhasil meraih nominasi di kategori Worst Supporting Actor.

Continue reading The 33rd Annual Razzie Awards Nominations List

Review: The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2 (2012)

So… this is the end. Hold your breath and count to ten. No… seriously. Franchise James Bond masih akan ada untuk puluhan tahun mendatang. Namun, kecuali jika Hollywood kemudian berusaha untuk mengambil keuntungan komersial tambahan dengan melakukan reboot atau mengadaptasi novel karya Stephanie Meyer menjadi sebuah serial televisi, maka The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2 akan menjadi kali terakhir dunia dapat menyaksikan kisah percintaan antara Bella Swan dan Edward Cullen di layar lebar – yang tentu akan menjadi momen yang sangat menyedihkan bagi beberapa orang dan… momen yang patut untuk dirayakan bagi sebagian orang lainnya. Pun begitu, sebenci apapun Anda terhadap keberadaan franchise ini, rasanya adalah tidak mungkin untuk menyangkal bahwa keberadaan sutradara Bill Condon semenjak The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 1 mampu memberikan perubahan yang menyegarkan pada franchise ini. Dan untuk menyelesaikan tugasnya, Condon ternyata mampu memberikan kejutan yang sangat, sangat manis pada The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2. Sebuah kejutan yang sebenarnya telah lama ditunggu kehadirannya dan, untungnya, mampu dieksekusi dengan sempurna.

Continue reading Review: The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2 (2012)

Review: On the Road (2012)

On the Road adalah sebuah film drama yang diadaptasi dari novel legendaris berjudul sama karya Jack Kerouac. Dirilis pertama kali pada tahun 1957, novel On the Road yang kemudian meraih kesuksesan kritikal dan komersial, telah mengalami beberapa kali percobaan untuk diadaptasi ke layar lebar yang kebanyakan berakhir dengan kegagalan akibat berlikunya jalan cerita novel tersebut. Sutradara Francis Ford Coppola kemudian membeli hak adaptasi On the Road pada tahun 1979 dan sekali lagi berusaha untuk mewujudkan proses adaptasi kisah novel tersebut ke layar lebar. Setelah melalui perjalanan panjang, pada tahun 2008, Coppola kemudian memilih sutradara asal Brazil, Walter Selles (The Motorcycle Diaries, 2004), untuk menyutradarai versi film dari On the Road. Akhirnya, setelah memperoleh dana produksi yang memadai, proses produksi On the Road sendiri baru dimulai pada tahun 2010.

Continue reading Review: On the Road (2012)

Review: Snow White and the Huntsman (2012)

Semodern apapun perkembangan peradaban manusia, sepertinya akan selalu ada tempat untuk kisah-kisah dongeng klasik untuk kembali dinikmati. Tahun ini, kisah Snow White – atau yang bagi masyarakat Indonesia populer dengan sebutan Puteri Salju – menjadi favorit Hollywood untuk diceritakan kembali. Setelah Mirror Mirror karya Tarsem Singh yang tayang terlebih dahulu beberapa bulan lalu – yang ternyata lebih ditujukan pada pangsa penggemar film-film berorientasi komedi keluarga, kini giliran Rupert Sanders yang menghadirkan versi Snow White-nya lewat Snow White and the Huntsman. Dibintangi oleh Kristen Stewart, Chris Hemsworth dan Charlize Theron, Sanders jelas memilih untuk menjauhi pakem keluarga yang diterapkan Mirror Mirror pada Snow White and the Huntsman. Lewat naskah yang ditulis Evan Daugherty, John Lee Hancock dan Hossein Amini, kisah Snow White yang popular tersebut diubah menjadi sebuah kisah percintaan yang epik, kelam sekaligus mencekam.

Continue reading Review: Snow White and the Huntsman (2012)

The 32nd Annual Razzie Awards Nominations List

Nama Adam Sandler memang tidak dapat ditemukan dalam daftar jajaran penerima nominasi The 84th Annual Academy Awards. Namun, nama Sandler memenuhi daftar nominasi The 32nd Annual Razzie Awards – sebuah penghargaan yang berada di wilayah yang berseberangan dengan Academy Awards, untuk “menghargai” film-film berkualitas buruk yang dirilis dalam jangka waktu satu tahun terakhir. Dengan tiga film yang diproduksi oleh rumah produksi milik Sandler, Happy Madison Productions, semuanya mendapatkan kritikan tajam dari para kritikus film dunia, tidak mengherankan bila untuk tahun ini, Sandler berhasil memperoleh 11 nominasi Razzie Awards sekaligus! Sebuah catatan sejarah!

Continue reading The 32nd Annual Razzie Awards Nominations List

Review: The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 1 (2011)

Jika terdapat satu kesamaan yang pasti antara Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1 dengan The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 1, selain dari jalan cerita kedua film tersebut yang menawarkan sebuah alur kisah fantasi, maka hal tersebut dapat ditemukan dari kerakusan para produsernya untuk meraup keuntungan komersial sebanyak mungkin dari para penggemar berat franchise tersebut. Jujur saja, seri terakhir dari novel Harry Potter dan The Twilight Saga dapat saja ditampilkan dalam sebuah film cerita secara penuh – walau harus menghabiskan durasi waktu yang melebihi durasi penayangan standar film-film lainnya. Namun dengan alasan untuk ‘menampilkan seluruh esensi cerita yang terdapat dalam bagian terakhir dari seri novel tersebut,’ para produser film akhirnya membuatkan dua bagian film dari satu novel tersebut. Please!

Continue reading Review: The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 1 (2011)

Review: Welcome to the Rileys (2010)

Welcome to the Rileys adalah sebuah film yang menceritakan bagaimana seseorang dapat bangkit dari sebuah kematian. Tidak, bukan dalam artian supernatural atau mistis yang mungkin akan dibayangkan setiap orang ketika mendengarkan frasa tersebut. Welcome to the Rileys mengisahkan bagaimana perjuangan beberapa orang untuk bangkit dari kematian orang yang mereka sayangi dengan cara memberikan rasa kasih yang masih ada di dalam diri mereka kepada orang lain yang membutuhkannya. Diisi dengan jajaran pemeran yang dengan sempurna memainkan peran mereka, Welcome to the Rileys menjadi film yang akan membungkam mulut mereka yang masih meragukan kemampuan akting seorang Kristen Stewart jika penampilannya dalam The Runaways (2010) masih belum cukup untuk melakukan hal tersebut.

Continue reading Review: Welcome to the Rileys (2010)

The 31st Annual Razzie Awards Nominations List

Tidak mengejutkan, film karya sutradara M Night Shyamalan yang paling banyak menjadi bulan-bulanan Hollywood sepanjang tahun lalu, The Last Airbender, berhasil memimpin perolehan nominasi Razzie Awards dengan perolehan sebanyak 9 nominasi. Yang cukup mengejutkan, setelah melalui dua film yang juga sama mengesalkannya, Razzie akhirnya berani untuk memberikan perhatian yang lebih pada franchise Twilight. Seri terakhir franchise tersebut, The Twilight Saga: Eclipse juga memperoleh perolehan nominasi yang sama dengan The Last Airbender, 9 nominasi.

Continue reading The 31st Annual Razzie Awards Nominations List

Review: The Yellow Handkerchief (2010)

Mereka yang masih menganggap Kristen Stewart hanyalah sebatas apa yang ia perlihatkan untuk karakter Bella Swan di franchise The Twilight Saga seharusnya dapat mengevaluasi pendapat mereka di tahun ini. Sebenarnya, Stewart sendiri telah menunjukkan bahwa ia memiliki bakat yang cukup mumpuni untuk meraih gelar aktris terbaik di masa yang akan datang dalam film-filmnya sebelum seri tersebut dirilis (Panic Room, The Cake Eaters, Into the Wild). Namun di tahun ini, ia semakin mempertegas eksistensi bakat aktingnya: setelah tampil liar di The Runaways, kini ia tampil menghanyutkan dengan penampilannya di film indie, The Yellow Handkerchief.

Continue reading Review: The Yellow Handkerchief (2010)

Review: The Twilight Saga: Eclipse (2010)

Well… Anda harus mengakui bahwa di tangan seorang David Slade (Hard Candy, 30 Days of Night) rilisan ketiga dari seri The Twilight Saga ini memang berhasil melampaui kualitas dua seri pendahulunya. The Twilight Saga: Eclipse memang masih saja berputar di sekitar kisah cinta segitiga antara Bella Swan, Edward Cullen dan Jacob Black. Namun dengan sentuhan Slade, seri ini  mampu terasa lebih hidup dengan menambahkan beberapa adegan keras, bertema seksual serta kisah yang berasal dari sudut pandang beberapa karakter lain.

Continue reading Review: The Twilight Saga: Eclipse (2010)