Tag Archives: Joely Richardson

Review: Maggie (2015)

maggie-posterDiarahkan oleh seorang sutradara debutan, Henry Hobson, berdasarkan naskah cerita yang juga digarap oleh seorang penulis naskah debutan, John Scott III, Maggie jelas menawarkan sesuatu yang berbeda dengan kebanyakan film-film bertema mayat hidup lainnya. Film ini tidak menawarkan deretan adegan berdarah ketika sekelompok mayat hidup menyerang mangsanya ataupun adegan berdarah ketika mereka yang justru menjadi mangsa sekelompok karakter manusia yang berusaha untuk bertahan hidup. Maggie justru tampil sebagai sebuah film drama intim yang berkisah tentang hubungan antara seorang ayah dengan puterinya yang sedang berada dalam proses perubahan menjadi sosok mayat hidup yang dapat saja membahayakan nyawanya. Sebuah sentuhan cerita yang cukup menyegarkan meskipun Maggie masih seringkali terasa kaku dalam beberapa bagian pengembangan ceritanya. Continue reading Review: Maggie (2015)

Review: Vampire Academy (2014)

Vampire Academy (Angry Films/Kintop Pictures/Preger Entertainment/Reliance Entertainment, 2014)
Vampire Academy (Angry Films/Kintop Pictures/Preger Entertainment/Reliance Entertainment, 2014)

Bagaimana menggambarkan Vampire Academy? Well… pertama-tama, bayangkan deretan karakter vampir yang ada di seri film The Twilight Saga (2008 – 2012) – minus kehadiran tubuh yang bersinar ketika terkena cahaya matahari. Kemudian bayangkan kehidupan para karakter tersebut berada dalam sebuah institusi pendidikan layaknya yang ada dalam seri film Harry Potter (2001 – 2011) dimana mereka setiap harinya berinteraksi dengan jenis bahasa yang familiar dengan para karakter yang ada di Mean Girls (2004). Di atas kertas, kombinasi tersebut mungkin mampu menjadikan Vampire Academy sebagai sebuah film dengan premis yang cukup menjanjikan. Sayangnya, premis kehadiran sebuah film drama komedi remaja yang menyenangkan tersebut lenyap begitu saja ketika Mark Waters dan Daniel Waters mengeksekusi Vampire Academy dengan pengarahan serta naskah cerita yang terlalu lemah untuk dapat membuat film ini terasa menarik untuk disaksikan.

Continue reading Review: Vampire Academy (2014)

Review: Endless Love (2014)

Endless Love ( Bluegrass Films/Fake Empire/Relativity Media, 2014)
Endless Love (Bluegrass Films/Fake Empire/Relativity Media, 2014)

Diadaptasi dari novel karya Scott Spencer, film drama romansa, Endless Love (1981), arahan Franco Zeffirelli popular karena dua hal: menjadi film pertama yang dibintangi Tom Cruise serta lagu tema berjudul sama yang dinyanyikan oleh duet Diana Ross dan Lionel Richie yang kemudian berhasil meraih nominasi Academy Awards di kategori Best Original Song sekaligus menjadi salah satu lagu tersukses di sepanjang karir kedua penyanyinya. The movie itself? Not so much. Meskipun mampu meraup keuntungan komersial dalam skala menengah, Endless Love mendapatkan banyak kritikan tajam akibat plot ceritanya yang cenderung berjalan monoton serta deretan karakter yang hadir dengan penggalian yang cukup dangkal. Sebuah drama romansa medioker yang mudah terlupakan begitu saja. Lalu perubahan apa yang dapat ditawarkan oleh Endless Love versi modern yang diarahkan oleh Shana Feste (Country Strong, 2010) ini?

Continue reading Review: Endless Love (2014)

Review: Red Lights (2012)

Red Lights adalah sebuah film yang jelas akan memicu cukup banyak adu argumentasi diantara para penontonnya bahkan jauh seusai mereka menyaksikan film tersebut. Disutradarai dan ditulis naskah ceritanya oleh Rodrigo Cortés – yang lewat Buried (2010) sukses membuktikan kepada publik luas bahwa Ryan Reynolds memiliki kemampuan akting yang sanggup menyaingi wajah tampannya, Red Lights mengisahkan, secara sederhana, tentang perseteruan antara mereka yang percaya pada aktivitas paranormal dan mereka yang menentang adanya kepercayaan tersebut serta kemudian berusaha untuk membuktikannya lewat jalan ilmiah. Red Lights jelas merupakan sebuah penceritaan dengan tema yang besar… dan sayangnya, mungkin terlalu besar untuk ditangani sendiri oleh Cortés sehingga membuat Red Lights terasa bagaikan sebuah perjalanan panjang yang tanpa arti di kebanyakan bagian.

Continue reading Review: Red Lights (2012)