Tag Archives: Jessica Alba

Review: Entourage (2015)

entourage-posterEmpat tahun setelah masa tayangnya berakhir di saluran televisi kabel HBO, kreator serial televisi Entourage, Doug Ellin, akhirnya membawa kisah persahabatan antara lima orang pria dalam usaha mereka untuk bertahan dalam kerasnya kehidupan serta persaingan di Hollywood ke layar lebar. Kembali bekerjasama dengan Mark Wahlberg dan Stephen Levinson yang turut memproduseri serial televisi yang sempat tayang selama delapan musim tersebut, Ellin menyajikan Entourage dalam formula penceritaan familiar yang jelas akan sangat mampu mengobati kerinduan para penggemar kepada kelima karakter utama dalam serial televisi tersebut. Apakah hal tersebut berarti bahwa versi film dari Entourage akan mengalienasi mereka yang sama sekali belum familiar dengan serial pemenang Emmy Awards tersebut? Tidak. Ellin cukup cerdas untuk merangkai naskah cerita Entourage untuk menjadi sebuah kisah intrik dunia perfilman Hollywood yang mampu bercerita dalam skala yang cukup luas.

Versi film dari Entourage sendiri memulai kisahnya ketika aktor Vincent Chase (Adrian Grenier) memutuskan untuk bercerai dari istri yang baru saja dinikahinya selama sembilan hari. Momen tersebut dimanfaatkan Vincent untuk melakukan beberapa perubahan dalam kehidupannya – termasuk ingin mencoba beberapa hal baru dalam karirnya sebagai seorang aktor Hollywood. Vincent lantas menghubungi sahabat sekaligus mantan agennya, Ari Gold (Jeremy Piven), yang kini telah menjabat sebagai seorang pimpinan sebuah rumah produksi. Ari lantas menawarkan Vincent sebuah peran dalam film berjudul Hyde yang akan menjadi film perdana yang ia produksi. Vincent menerima tawaran tersebut… namun dengan sebuah persyaratan: ia setuju untuk tampil jika Ari juga membiarkannya menjadi sutradara film tersebut. Walau awalnya ragu, dan dibayang-bayangi konflik dengan pemegang saham lain yang menilai Vincent belum layak untuk menjadi seorang sutradara, Ari akhirnya setuju akan persyaratan yang diberikan sahabatnya tersebut. Karir baru Vincent Chase sebagai seorang sutradara akhirnya dimulai.

Tidak ada yang begitu istimewa dalam jalan cerita Entourage. Mereka yang merupakan penggemar setia serial televisi tersebut atau gemar dengan film-film satir tentang kehidupan selebritis Hollywood jelas akan menemukan bahwa film ini hadir dengan kualitas penceritaan yang seadanya. Namun bukan berarti naskah cerita garapan Ellin berkualitas buruk. Ellin masih mampu merangkai kisah familiar tersebut dengan konflik-konflik pendukung tentang persahabatan dan kehidupan pribadi masing-masing karakter utama dalam Entourage dengan cukup hangat. Untuk mereka yang masih belum familiar dengan Vincent Chase, Ari Gold, Johnny “Drama” Chase, Eric Murphy maupun Turtle, Ellin secara cerdas menghadirkan sebuah dokumenter singkat tentang masing-masing karakter yang akan membuat mereka yang masih asing dengan Entourage menjadi setidaknya cukup mengenal karakter kelima sahabat tersebut.

Seperti serial televisinya, kekuatan utama Entourage berada pada kemampuannya untuk merayakan kebesaran maupun kemewahan kehidupan Hollywood sekaligus memberikannya sebuah sindiran tajam di saat yang bersamaan. Ellin berhasil mengisi jalan cerita Entourage dengan dialog-dialog yang berisi banyak referensi mengenai kultur pop modern – sekaligus menghadirkan banyak kameo dari wajah-wajah familiar Hollywood mulai dari Armie Hammer, Mark Wahlberg, Jessica Alba, Emily Ratajkowski hingga Thierry Henry, Calvin Harris dan James Cameron. Kisah perjuangan karakter Vincent Chase dan Ari Gold dalam memperjuangkan film yang mereka produksi juga mampu digarap dengan baik meskipun terkadang hadir dengan eksekusi ritme cerita yang terlalu lamban. Ellin juga berbaik hati untuk membagi porsi penceritaan terhadap masing-masing karakter utama film sehingga tidak hanya berfokus pada karakter Vincent Chase. Meskipun tidak seluruhnya hadir dengan penyajian yang menarik namun tetap berhasil menghadirkan warna kisah persahabatan yang solid pada kualitas jalan cerita film secara keseluruhan.

Entourage jelas juga terbantu dengan performa para pemerannya yang tampil dengan penampilan yang prima dan chemistry yang (masih cukup) hangat tercipta diantara mereka. Grenier dan Piven bersama dengan Kevin Connolly, Kevin Dillon dan Jerry Ferrara tampil masih dengan keakraban yang sama seperti yang tersaji dalam serial televisi mereka terdahulu. Namun, kejutan utama dari Entourage jelas datang dari Haley Joel Osment. Yep. Masih ingat dengan bocah dalam The Sixth Sense (M. Night Shyamalan, 1999)? Osment yang kini telah berusia 27 tahun tampil sebagai seorang anak investor film yang arogan dan dia mampu mengeksekusi setiap adegan karakternya dengan sangat baik. Sangat mampu mencuri perhatian. Pemeran pendukung lain juga tampil dalam kualitas yang tidak mengecewakan dan jelas akan mendukung kualitas Entourage sebagai sebuah satir Hollywood yang benar-benar mampu menghibur penontonnya. [B-]

Entourage (2015)

Directed by Doug Ellin Produced by Doug Ellin, Stephen Levinson, Mark Wahlberg Written by Doug Ellin (screenplay), Doug Ellin, Rob Weiss (story) Starring Adrian Grenier, Kevin Connolly, Kevin Dillon, Jerry Ferrara, Jeremy Piven, Perrey Reeves, Rex Lee, Debi Mazar, Constance Zimmer, Billy Bob Thornton, Haley Joel Osment, Emmanuelle Chriqui, Scott Mescudi, Rhys Coiro, Nora Dunn, Alan Dale, Martin Landau, James Cameron, Nina Agdal, Jessica Alba, David Arquette, Shayna Baszler, Tom Brady, Warren Buffett, Gary Busey, Andrew Dice Clay, Linda Cohn, Tameka Cottle, Common, Mark Cuban, Baron Davis, Jessamyn Duke, Julian Edelman, David Faustino, Jon Favreau, Kelsey Grammer, Jim Gray, Rob Gronkowski, Armie Hammer, Calvin Harris, Thierry Henry, Terrence J., Cynthia Kirchner, Matt Lauer, Greg Louganis, Chad Lowe, Clay Matthews III, Maria Menounos, Alyssa Miller, Piers Morgan, Liam Neeson, Ed O’Neill, Emily Ratajkowski, Mike Richards, Stevan Ridley, Ronda Rousey, Bob Saget, Saigon, Richard Schiff, David Spade, George Takei, T.I., Steve Tisch, Mike Tyson, Mark Wahlberg, Pharrell Williams, Russell Wilson, Judy Greer Cinematography Steven Fierberg Editing by Jeff Groth Studio HBO/Closest to the Hole Productions/Leverage Entertainment Running time 104 minutes Country United States Language English

Review: Spy Kids: All the Time in the World (2011)

Trilogi Spy Kids (2001 – 2003) bukanlah sebuah film petualangan keluarga yang mampu meraih pujian luas dari para kritikus film dunia. Pun begitu, tidak ada yang menyangkal bahwa Robert Rodriguez adalah seorang yang cukup cerdas dalam memberikan hiburan dalam setiap film yang ia hasilkan, bahkan ketika film tersebut ditujukan untuk para penonton muda dan kalangan pecinta film keluarga. Setelah beberapa kali kembali mencoba peruntungannya dalam mengarahkan film-film bertema kekeluargaan – The Adventures of Sharkboy and Lavagirl (2005) yang memperkenalkan Taylor Lautner pada dunia serta Shorts (2009) – namun sama sekali gagal untuk mengulang kesuksesan trilogi Spy Kids, Rodriguez akhirnya memutuskan untuk kembali ke franchise yang sempat ia umumkan telah resmi berakhir tersebut. Namun bagaimana dengan dua pemerannya, Alexa Vega dan Daryl Sabara, yang kini telah beranjak dewasa?

Continue reading Review: Spy Kids: All the Time in the World (2011)

Review: The Killer Inside Me (2010)

Sebagai sebuah novel, The Killer Inside Me karangan Jim Thompson mungkin merupakan salah satu karya literatur yang paling diincar oleh para produser Hollywood untuk dapat difilmkan. Tidak mengherankan memang, semenjak dirilis pada tahun 1952, The Killer Inside Me telah meraih perhatian publik yang begitu besar. Perhatian tersebut muncul karena Thompson mampu membentuk sebuah psychological thriller yang sangat kuat dalam rancangan kata-katanya, termasuk dalam menampilkan deretan adegan kekerasan yang dialami oleh karakter-karakter wanita yang berada di dalam jalan cerita novel tersebut. The Killer Inside Me arahan Michael Winterbottom ini sendiri bukan film pertama yang menjadi hasil adaptasi Hollywood terhadap novel tersebut. Sebelumnya, pada 1976, sutradara Burt Kennedy juga memfilmkan novel tersebut dengan bintang Stacy Keach dan Susan Tyrrell dengan hasil akhir yang banyak dikritik karena kualitasnya yang buruk.

Continue reading Review: The Killer Inside Me (2010)

Review: Machete (2010)

Walau karakternya sendiri pertama kali dimunculkan Robert Rodriguez dalam Spy Kids (2001), dunia mendapatkan kesempatan untuk melihat aksi Machete secara lebih mendalam dalam sebuah trailer film palsu berjudul sama yang diselipkan dalam Grindhouse (2007), sebuah film yang berisi dua cerita hasil kerjasama Rodriguez dan Quentin Tarantino serta merupakan sebuah penghormatan mereka pada film-film kelas B yang bertema exploitation. Trailer yang dipenuhi berbagai adegan kekerasan tingkat tinggi tersebut kemudian mendapatkan banyak sambutan hangat dari penonton Grindhouse. Tak heran bila kemudian Rodriguez segera mengembangkan trailer tersebut menjadi sebuah film tunggal. Seperti premis awalnya, Machete memang menyimpan begitu banyak adegan kekerasan (dan seks) yang mampu memacu adrenalin. Namun sebagai sebuah film berdurasi 105 menit, Machete sayangnya tidak memberikan terlalu banyak perkembangan baru di dalam jalan ceritanya.

Continue reading Review: Machete (2010)

The 31st Annual Razzie Awards Winners List

…dan dalam berita lainnya, ketika The King’s Speech dan The Social Network masih menunggu penentuan siapa yang akan dinobatkan sebagai Best Picture di ajang The 83rd Annual Academy Awards, film karya sutradara, M Night Shyamalan, The Last Airbender melakukan sapu bersih di setiap kategori dimana film tersebut dinominasikan pada ajang The 31st Annual Razzie, sebuah penghargaan untuk film-film terburuk. Oh, dan The Last Airbender tidak sendirian. Sex and the City 2 juga ‘memenangkan’ cukup banyak nominasi yang mereka dapatkan.

Continue reading The 31st Annual Razzie Awards Winners List

The 31st Annual Razzie Awards Nominations List

Tidak mengejutkan, film karya sutradara M Night Shyamalan yang paling banyak menjadi bulan-bulanan Hollywood sepanjang tahun lalu, The Last Airbender, berhasil memimpin perolehan nominasi Razzie Awards dengan perolehan sebanyak 9 nominasi. Yang cukup mengejutkan, setelah melalui dua film yang juga sama mengesalkannya, Razzie akhirnya berani untuk memberikan perhatian yang lebih pada franchise Twilight. Seri terakhir franchise tersebut, The Twilight Saga: Eclipse juga memperoleh perolehan nominasi yang sama dengan The Last Airbender, 9 nominasi.

Continue reading The 31st Annual Razzie Awards Nominations List

Review: Little Fockers (2010)

Pertama kali dirilis pada tahun 2000, Meet the Parents berhasil menarik perhatian banyak peminat komedi karena jalan ceritanya yang banyak berisi guyonan-guyonan segar sekaligus penampilan komikal aktor Robert De Niro — yang ternyata mampu memainkan peran di luar peran-peran keras standarnya dengan sangat baik. Kesuksesan tersebut kemudian disusul dengan Meet the Fockers (2004), yang walaupun memiliki jalan cerita dengan kualitas yang sangat mengendur jika dibandingkan dengan seri pertamanya, namun berkat penampilan prima tambahan dari Dustin Hoffman dan Barbra Streisand, harus diakui masih dapat menghibur para penontonnya dengan cukup baik.

Continue reading Review: Little Fockers (2010)