Tag Archives: Emma Stone

Review: Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) (2014)

birdman-posterSetelah Amores Perros (2000), 21 Grams (2003), Babel (2006) dan Biutiful (2010) yang begitu humanis namun kelam, Alejandro González Iñárritu kini hadir dengan sebuah film komedi. Well… meskipun Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) merupakan komedi, namun sutradara berkewarganegaraan Meksiko tersebut tetap mampu menghadirkan filmnya sebagai sebuah presentasi black comedy yang memiliki seluruh ciri khas penceritaannya. And it’s so fresh! Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) adalah sebuah fenomena langka dari Hollywood dimana sebuah ide segar/gila/cerdas mampu dikemas dan diarahkan dengan sangat, sangat baik.

Dengan naskah cerita yang ditulis Iñárritu bersama dengan Nicolás Giacobone, Alexander Dinelaris, Jr. dan Armando Bó, Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) berkisah mengenai kehidupan seorang aktor bernama Riggan Thomson (Michael Keaton). Dalam usahanya untuk meremajakan kembali karirnya yang mulai menurun, Riggan memilih untuk menulis, mengarahkan sekaligus berperan dalam sebuah drama panggung yang jalan ceritanya diadaptasi dari cerita pendek karya Raymond Carver, What We Talk About When We Talk About Love. Proyek tersebut kemudian melibatkan sahabatnya, Jake (Zach Galifianakis), sebagai produser, anaknya, Samantha (Emma Stone), yang bekerja sebagai asistennya serta dibintangi kekasihnya, Laura (Andrea Riseborough), seorang aktris yang baru pertama kali membintangi drama panggung, Lesley (Naomi Watts), serta seorang aktor popular, Mike Shiner (Edward Norton). Berbagai masalah mulai menghinggapi drama panggung arahan Riggan yang jelas kemudian membuatnya semakin khawatir akan kelangsungan masa depannya di Hollywood.

Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) adalah sebuah film yang sangat terkonsep dengan baik. Iñárritu sendiri jelas sangat mengetahui seluk beluk penceritaan filmnya dengan baik dan bagaimana ia menginginkan cerita tersebut disampaikan kepada para penontonnya. Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) dihadirkan layaknya sebuah reality show yang mengikuti karakter Riggan dan orang-orang yang terlibat dalam pembuatan drama panggung arahannya. Jelas merupakan sebuah sentilan kecil namun tajam dari Iñárritu kepada kehidupan Hollywood. Naskah yang dihadirkan Iñárritu, Giacobone, Dinelaris, Jr. dan Bó sendiri mampu dengan begitu cerdas menyelami setiap karakter yang mereka hadirkan dalam film ini, membenturkan setiap konflik dengan begitu seksama dalam balutan komedi yang terasa segar dan jelas sangat menghibur. Naskah cerita Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) mungkin bukanlah naskah cerita paling orisinal yang pernah disajikan. Meskipun begitu, penggalian dan sentuhan yang dihadirkan Iñárritu tetap mampu menjadikannya jauh dari kesan membosankan untuk diikuti.

Selain cerdas dalam tatanan penceritaan, Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) juga tampil luar biasa mengagumkan dalam raihan kualitas teknikalnya. Iñárritu menghadirkan pengisahan filmnya bagaikan diambil hanya dalam satu kali pengambilan gambar. Dibantu dengan sinematografer Emmanuel Lubezki – yang sebelumnya juga memberikan tata sinematografi brilian dalam Gravity (2013) – serta penata gambar, Douglas Crise dan Stephen Mirrione, konsep tersebut mampu terwujud dengan sempurna. Komposer Antonio Sánchez juga berhasil menghadirkan hantaran musik yang begitu unik serta menjadi nyawa emosional tambahan bagi setiap adegan dalam film ini.

Sebagai film yang berbicara tentang para pekerja seni peran, Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) jelas membutuhkan deretan para pekerja seni peran dengan kualitas penampilan akting yang solid untuk membantu menghidupkan film ini. Dan Iñárritu jelas tidak akan mampu mendapatkan barisan pemeran yang lebih baik lagi dari nama-nama seperti Michael Keaton, Edward Norton, Emma Stone, Naomi Watts, Zach Galifianakis, Andrea Riseborough dan Amy Ryan. Seluruh pengisi departemen akting film ini tampil dengan penampilan tanpa cela, menyajikan karakter mereka dengan daya tarik yang mempesona dan menjadikan karakter-karakter tersebut begitu mengikat untuk diikuti setiap kisahnya. Seluruh kecerdasan tersebut berpadu sempurna untuk menjadikan Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) sebagai sebuah film yang begitu menghibur sekaligus akan tinggal lama di benak para penontonnya. Salah satu film terbaik yang pernah dihasilkan Hollywood. Bravo! [A]

Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) (2014)

Directed by Alejandro González Iñárritu Produced by Alejandro González Iñárritu, John Lesher, Arnon Milchan, James W. Skotchdopole Written by Alejandro González Iñárritu, Nicolás Giacobone, Alexander Dinelaris, Jr., Armando Bó Starring Michael Keaton, Edward Norton, Emma Stone, Naomi Watts, Zach Galifianakis, Andrea Riseborough, Amy Ryan, Lindsay Duncan, Merritt Wever, Jeremy Shamos, Frank Ridley, Katherine O’Sullivan, Damian Young, Bill Camp Music by Antonio Sánchez Cinematography Emmanuel Lubezki Editing Douglas Crise, Stephen Mirrione Studio New Regency Pictures/M Productions/Le Grisbi Productions/TSG Entertainment/Worldview Entertainment Running time 119 minutes Country United States Language English

Review: Magic in the Moonlight (2014)

magic-in-the-moonlight-posterLayaknya Scoop (2006) dan Cassandra’s Dream (2007) setelah Match Point (2005) atau Whatever Works (2009) dan You Will Meet a Tall Dark Stranger setelah (2010) setelah Vicky Christina Barcelona (2008), karya-karya Woody Allen serasa selalu melemah setelah menghasilkan satu film yang berhasil meraih pujian luas dari para kritikus film dunia. Dan setelah tahun lalu merilis Blue Jasmine (2014) yang tidak hanya berhasil meraih kesuksesan kritikal dan komersial namun juga memenangkan aktris utamanya, Cate Blanchett, sebuah Academy Awards untuk Best Actress in a Leading Role, banyak orang mungkin telah berharap bahwa karya teranyar Allen, Magic in the Moonlight, akan memiliki kualitas yang seadanya. Guess what? It’s not. Meskipun tidak mampu mencapai raihan kualitas Blue Jasmine, ataupun film-film terbaik Allen lainnya, Magic in the Moonlight mampu tampil begitu elegan dan menghibur – khususnya berkat penampilan spektakular dari Colin Firth dan Emma Stone.

Seperti halnya Midnight in Paris (2011), Allen kembali membawa penontonnya ke atmosfer romansa yang hadir di Perancis pada penghujung tahun ‘20an. Film yang menjadi film ke-44 yang ditulis dan diarahkan oleh Allen ini sendiri berkisah mengenai seorang ilusionis popular, Stanley Crawford (Firth), yang ditugaskan untuk membongkar kepalsuan seorang gadis bernama Sophie Baker (Stone) yang mengaku memiliki indra keenam lalu menggunakannya untuk kepentingan komersialnya. Konflik antara karakter Stanley yang menggambarkan dirinya sebagai manusia paling rasional di Bumi melawan karakter Sophie yang memiliki kemampuan spiritual inilah yang menjadi sajian utama film ini. Allen dengan lihai menggunakan kemampuan komedinya untuk memasukkan berbagai satir tentang kaum rasional dan kaum spiritual dalam setiap dialog karakter-karakternya untuk menghasilkan sajian hiburan yang cukup cerdas namun tetap terasa ringan.

Allen juga mampu mengeksekusi dan mengemas jalan ceritanya dengan baik. Ritme pengisahan Magic in the Moonlight berada pada tempo menengah yang mampu membuat film ini bercerita secara lebih mendetil namun tidak pernah terasa terlalu lamban dan membosankan. Inspirasi yang diberikan Perancis juga begitu mendukung pada tampilan keindahan visual film. Kembali bekerjasama dengan sinematografer Darius Khondji yang dahulu sempat mendukung Allen dalam Midnight in Paris, Magic in the Moonlight tidak pernah kehabisan persediaan deretan gambar yang akan mampu memanjakan mata penontonnya sekaligus mendukung unsur romansa yang terdapat dalam jalan cerita film.

Dari departemen akting, seperti biasa, Magic in the Moonlight berisikan nama-nama pemeran yang jelas tidak diragukan lagi kredibitas aktingnya. Berada di barisan utama adalah Colin Firth dan Emma Stone. Dengan daya tarik yang mereka miliki, Firth dan Stone mampu menghidupkan karakter mereka dengan baik meskipun dengan karakterisasi peran yang saling bertolak belakang satu sama lain: Firth sebagai seorang pria yang selalu memandang dunia dengan rasa pesimis dan Stone sebagai gadis yang selalu menghabiskan waktunya dengan menikmati hidup. Penampilan keduanya adalah nyawa utama bagi film ini. Chemistry yang mereka hasilkan juga benar-benar terasa hangat, kuat dan meyakinkan. Setiap kali Firth dan Stone hadir bersamaan dalam adegan-adegan film, di saat itu pula Magic in the Moonlight mengeluarkan daya tarik terbaiknya yang tidak akan sanggup ditolak oleh siapapun.

Karakter-karakter lain yang berada di sekitar dua karakter yang diperankan Firth dan Stone hadir dalam kapasitas pendukung. Suatu hal yang cukup disayangkan sebenarnya. Dengan talenta-talenta seperti Marcia Gay Harden, Jacki Weaver hingga Hamish Linklater, Allen seharusnya mampu memberikan karakter-karakter pendukung dalam jalan cerita Magic in the Moonlight kesempatan dan porsi penceritaan yang lebih luas dan berisi. Deretan aktor pendukung tersebut tetap mampu tampil prima namun Magic in the Moonlight mungkin akan dapat tampil lebih kuat penceritaannya. [B-]

Magic in the Moonlight (2014)

Directed by Woody Allen Produced by Letty Aronson, Stephen Tenenbaum, Helen Robin Written by Woody Allen Starring Colin Firth, Emma Stone, Hamish Linklater, Marcia Gay Harden, Jacki Weaver, Erica Leerhsen, Eileen Atkins, Simon McBurney, Lionel Abelanski Cinematography Darius Khondji Edited by Alisa Lepselter Production company Perdido Productions Running time 97 minutes Country United States Language English

The 87th Annual Academy Awards Nominations List

The nominations are in! Dan hasilnya… film arahan Alejandro González Iñárritu, ‘Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance)’ dan film arahan Wes Anderson, ‘The Grand Budapest Hotel’, sama-sama memimpin daftar nominasi The 87th Annual Academy Awards dengan meraih sembilan nominasi. Keduanya akan bersaing dalam memperebutkan gelar Best Picture bersama dengan American Sniper, Boyhood, The Imitation Game, Selma, The Theory of Everything dan Whiplash. Raihan sembilan nominasi yang diraih Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) dan The Grand Budapest Hotel diikuti oleh The Imitation Game yang meraih delapan nominasi serta American Sniper dan Boyhood yang masing-masing meraih enam nominasi.

Academy of Motion Picture Arts and Sciences juga memberikan beberapa kejutan dalam daftar nominasinya dengan tidak menominasikan beberapa nama maupun judul yang selama ini telah menjadi favorit beberapa ajang penghargaan seperti Gone Girl yang hanya meraih nominasi Best Actress in a Leading Role untuk Rosamund Pike, Selma yang meraih nominasi Best Picture namun ditinggalkan di kategori lain kecuali Best Original Song, Jake Gyllenhaal yang gagal meraih nominasi untuk penampilannya yang begitu kuat dalam Nightcrawler serta The LEGO Movie yang gagal meraih nominasi Best Animated Feature. Meskipun begitu, Academy of Motion Picture Arts and Sciences juga memberikan kejutan manis dengan memberikan nominasi pada Marion Cotillard (Best Actress in a Leading Role, Two Days, One Night), Laure Dern (Best Actress in a Supporting Role, Wild), Bennett Miller (Best Director, Foxcatcher) serta Bradley Cooper yang sepertinya kini telah menjadi aktor favorit Academy of Motion Picture Arts and Sciences dengan kembali memberikannya nominasi di kategori Best Actor in a Leading Role untuk film American Sniper.

As usual… untuk Anda para penggemar statistik… here you go:

  • Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) – 9 nominasi
  • The Grand Budapest Hotel – 9 nominasi
  • The imitation Game – 8 nominasi
  • American Sniper – 6 nominasi
  • Boyhood – 6 nominasi
  • Foxcatcher – 5 nominasi
  • Interstellar – 5 nominasi
  • The Theory of Everything – 5 nominasi
  • Whiplash – 5 nominasi
  • Mr. Turner – 4 nominasi
  • Into the Woods – 3 nominasi
  • Unbroken – 3 nominasi
  • Guardians of the Galaxy – 2 nominasi
  • Ida – 2 nominasi
  • Inherent Vice – 2 nominasi
  • Selma – 2 nominasi
  • Wild – 2 nominasi

Para pemenang The 87th Annual Academy Awards akan diumumkan pada tanggal 22 Februari 2015 mendatang.

Berikut daftar lengkap nominasi The 86th Annual Academy Awards:

Best Picture

  • American Sniper – Clint Eastwood, Robert Lorenz, Andrew Lazar, Bradley Cooper and Peter Morgan
  • Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) – Alejandro González Iñárritu, John Lesher and James W. Skotchdopole
  • Boyhood – Richard Linklater and Cathleen Sutherland
  • The Grand Budapest Hotel – Wes Anderson, Jeremy Dawson, Steven M. Rales and Scott Rudin
  • The Imitation Game – Nora Grossman, Ido Ostrowsky and Teddy Schwarzman
  • Selma – Dede Gardner, Jeremy Kleiner, Christian Colson and Oprah Winfrey
  • The Theory of Everything – Tim Bevan, Eric Fellner, Lisa Bruce and Anthony McCarten
  • Whiplash – Jason Blum, Helen Estabrook and David Lancaster

Best Director

  • Wes Anderson – The Grand Budapest Hotel
  • Alejandro González Iñárritu – Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance)
  • Richard Linklater – Boyhood
  • Bennett Miller – Foxcatcher
  • Morten Tyldum – The Imitation Game

Best Actor

  • Steve Carell – Foxcatcher as John du Pont
  • Bradley Cooper – American Sniper as Chris Kyle
  • Benedict Cumberbatch – The Imitation Game as Alan Turing
  • Michael Keaton – Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) as Riggan Thomson
  • Eddie Redmayne – The Theory of Everything as Stephen Hawking

Best Actress

  • Marion Cotillard – Two Days, One Night as Sandra Bya
  • Felicity Jones – The Theory of Everything as Jane Wilde Hawking
  • Julianne Moore – Still Alice as Alice Howland
  • Rosamund Pike – Gone Girl as Amy Elliot-Dunne
  • Reese Witherspoon – Wild as Cheryl Strayed

Best Supporting Actor

  • Robert Duvall – The Judge as Joseph Palmer
  • Ethan Hawke – Boyhood as Mason Evans, Sr.
  • Edward Norton – Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) as Michael Shiner
  • Mark Ruffalo – Foxcatcher as Dave Schultz
  • J. K. Simmons – Whiplash as Terence Fletcher

Best Supporting Actress

  • Patricia Arquette – Boyhood as Olivia Evans
  • Laura Dern – Wild as Bobbi Grey
  • Keira Knightley – The Imitation Game as Joan Clarke
  • Emma Stone – Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) as Samantha Thomson
  • Meryl Streep – Into the Woods as The Witch

Best Adapted Screenplay

  • American Sniper – Jason Hall from American Sniper by Chris Kyle, Scott McEwen & Jim DeFelice
  • The Imitation Game – Graham Moore from Alan Turing: The Enigma by Andrew Hodges
  • Inherent Vice – Paul Thomas Anderson from Inherent Vice by Thomas Pynchon
  • The Theory of Everything – Anthony McCarten from Travelling to Infinity: My Life with Stephen by Jane Wilde Hawking
  • Whiplash – Damien Chazelle from his short film of the same name

Best Original Screenplay

  • Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) – Alejandro González Iñárritu, Nicolás Giacobone, Alexander Dinelaris, Jr. & Armando Bo
  • Boyhood – Richard Linklater
  • Foxcatcher – E. Max Frye & Dan Futterman
  • The Grand Budapest Hotel – Wes Anderson & Hugo Guinness
  • Nightcrawler – Dan Gilroy

Best Animated Feature Film

  • Big Hero 6 – Don Hall, Chris Williams and Roy Conli
  • The Boxtrolls – Anthony Stacchi, Graham Annable and Travis Knight
  • How to Train Your Dragon 2 – Dean DeBlois and Bonnie Arnold
  • Song of the Sea – Tomm Moore and Paul Young
  • The Tale of the Princess Kaguya – Isao Takahata and Yoshiaki Nishimura

Best Foreign Language Film

  • Ida (Poland) in Polish  – Paweł Pawlikowski
  • Leviathan (Russia) in Russian – Andrey Zvyagintsev
  • Tangerines (Estonia) in Estonian – Zaza Urushadze
  • Timbuktu (Mauritania) in French  – Abderrahmane Sissako
  • Wild Tales (Argentina) in Spanish  – Damián Szifrón

Best Documentary – Feature

  • Citizenfour – Laura Poitras, Mathilde Bonnefoy and Dirk Wilutsky
  • Finding Vivian Maier – John Maloof and Charlie Siskel
  • Last Days in Vietnam – Rory Kennedy and Keven McAlester
  • The Salt of the Earth – Wim Wenders, Lélia Wanick Salgado, David Rosier, Julia de Abreu, Fakhrya Fakhry, Andrea Gambetta and Christine Ponelle
  • Virunga – Orlando von Einsiedel, Joanna Natasegara and Jon Drever

Best Documentary – Short Subject

  • Crisis Hotline: Veterans Press 1 – Ellen Goosenberg Kent and Dana Perry
  • Joanna – Aneta Kopacz
  • Our Curse – Tomasz Śliwiński and Maciej Ślesicki
  • The Reaper (La Parka) – Gabriel Serra Arguello
  • White Earth – J. Christian Jensen

Best Live Action Short Film

  • Aya – Oded Binnun and Mihal Brezis
  • Boogaloo and Graham – Aneta Kopacz
  • Butter Lamp (La Lampe Au Beurre De Yak) – Tomasz Śliwiński and Maciej Ślesicki
  • Parvaneh – Gabriel Serra Arguello
  • The Phone Cell – J. Christian Jensen

Best Animated Short Film

  • The Bigger Picture – Daisy Jacobs and Christopher Hees
  • The Dam Keeper – Robert Kondo and Dice Tsutsumi
  • Feast – Patrick Reed and Kristina Reed
  • Me and My Moulton – Torill Kove
  • A Single Life – Joris Oprins

Best Original Score

  • The Grand Budapest Hotel – Alexandre Desplat
  • The Imitation Game – Alexandre Desplat
  • Interstellar – Hans Zimmer
  • Mr. Turner – Gary Yershon
  • The Theory of Everything – Jóhann Jóhannsson

Best Original Song

  • “Everything Is Awesome” from The Lego Movie – Shawn Patterson
  • “Glory” from Selma – John Stephens and Lonnie Lynn
  • “Grateful” from Beyond the Lights – Diane Warren
  • “I’m Not Gonna Miss You” from Glen Campbell: I’ll Be Me – Glen Campbell and Julian Raymond
  • “Lost Stars” from Begin Again – Gregg Alexander and Danielle Brisebois

Best Film Editing

  • American Sniper – Joel Cox and Gary D. Roach
  • Boyhood – Sandra Adair
  • The Grand Budapest Hotel – Barney Pilling
  • The Imitation Game – William Goldenberg
  • Whiplash – Tom Cross

Best Cinematography

  • Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) – Emmanuel Lubezki
  • The Grand Budapest Hotel – Robert Yeoman
  • Ida – Łukasz Żal & Ryszard Lenczewski
  • Mr. Turner – Dick Pope
  • Unbroken – Roger Deakins

Best Sound Mixing

  • American Sniper – John Reitz, Gregg Rudloff and Walt Martin
  • Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) – Jon Taylor, Frank A. Montaño and Thomas Varga
  • Interstellar – Gary A. Rizzo, Gregg Landaker and Mark Weingarten
  • Unbroken – Jon Taylor, Frank A. Montaño and David Lee
  • Whiplash – Craig Mann, Ben Wilkins and Thomas Curley

Best Sound Editing

  • American Sniper – Alan Robert Murray and Bub Asman
  • Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) – Martin Hernández and Aaron Glascock
  • The Hobbit: The Battle of the Five Armies – Brent Burge and Jason Canovas
  • Interstellar – Richard King
  • Unbroken – Becky Sullivan and Andrew DeCristofaro

Best Visual Effects

  • Captain America: The Winter Soldier – Dan DeLeeuw, Russell Earl, Bryan Grill and Dan Sudick
  • Dawn of the Planet of the Apes – Joe Letteri, Dan Lemmon, Daniel Barrett and Erik Winquist
  • Guardians of the Galaxy – Stephane Ceretti, Nicolas Aithadi, Jonathan Fawkner and Paul Corbould
  • Interstellar – Paul Franklin, Andrew Lockley, Ian Hunter and Scott Fisher
  • X-Men: Days of Future Past – Richard Stammers, Lou Pecora, Tim Crosbie and Cameron Waldbauer

Best Costume Design

  • The Grand Budapest Hotel – Milena Canonero
  • Inherent Vice – Mark Bridges
  • Into the Woods – Colleen Atwood
  • Maleficent – Anna B. Sheppard and Jane Clive
  • Mr. Turner – Jacqueline Durran

Best Production Design

  • The Grand Budapest Hotel – Adam Stockhausen (Production Design); Anna Pinnock (Set Decoration)
  • The Imitation Game – Maria Djurkovic (Production Design); Tatiana Macdonald (Set Decoration)
  • Interstellar – Nathan Crowley (Production Design); Gary Fettis (Set Decoration)
  • Into the Woods – Dennis Gassner (Production Design); Anna Pinnock (Set Decoration)
  • Mr. Turner – Suzie Davies (Production Design); Charlotte Watts (Set Decoration)

Best Makeup & Hairstyling

  • Foxcatcher – Bill Corso and Dennis Liddiard
  • The Grand Budapest Hotel – Frances Hannon and Mark Coulier
  • Guardians of the Galaxy – Elizabeth Yianni-Georgiou and David White

Review: The Croods (2013)

the_croods_header

Disutradarai oleh Kirk DeMicco (Space Chimps, 2008) dan Chris Sanders (How to Train Your Dragon, 2010) dengan naskah cerita yang juga mereka tulis sendiri, The Croods akan membawa para penontonnya ke masa prasejarah dan berpetualang bersama keluarga Croods yang berisi sang ayah, Grug (Nicolas Cage), sang ibu, Ugga (Catherine Keener), puteri tertua mereka, Eep (Emma Stone), putera mereka, Thunk (Clark Duke), bayi perempuan, Sandy (Rhandy Thom), serta sang nenek, Gran (Cloris Leachman). Dikisahkan, keluarga Croods adalah salah satu dari sedikit keluarga di masa tersebut yang mampu bertahan terhadap kondisi lingkungan yang terus-menerus berevolusi. Kesuksesan itu sendiri dapat terwujud karena aturan keras Grug yang ia terapkan pada setiap anggota keluarganya: harus selalu memiliki rasa takut, jangan pernah keluar dari gua tampat mereka hidup khususnya di malam hari serta jangan pernah memiliki rasa ingin tahu terhadap hal-hal baru yang mereka temui.

Continue reading Review: The Croods (2013)

Review: Gangster Squad (2013)

gangster-squad-header

Diangkat berdasarkan kisah nyata yang terangkum dalam buku berjudul Tales from the Gangster Squad yang ditulis oleh Paul Lieberman, Gangster Squad mengisahkan mengenai usaha para anggota Los Angeles Police Department untuk mengenyahkan sekelompok penjahat yang dipimpin oleh Mickey Cohen (Sean Penn) dari Los Angeles pada sekitar tahun 1940an. Saat itu, Mickey Cohen dan kawanannya telah menjadi sosok penjahat yang begitu berpengaruh di masyarakat Los Angeles akibat keberhasilannya dalam merangkul banyak pejabat sekaligus para petinggi pihak kepolisian untuk selalu memuluskan maupun menghilangkan jejak kejahatannya. Obsesi Mickey Cohen sendiri tidak berhenti di Los Angeles. Ia beserta kawanannya mulai menyusun rencana untuk memperluas lagi jaringan kejahatannya hingga berbagai penjuru kota di Amerika Serikat maupun dunia.

Continue reading Review: Gangster Squad (2013)

Review: The Amazing Spider-Man (2012)

Apakah dunia benar-benar membutuhkan sebuah reboot dari kisah Spider-Man ketika franchise awal film tersebut masih berusia lima tahun? Memang, harus diakui bahwa Spider-Man 3 (2007) adalah sebuah kekacauan dari segi kualitas. Namun –  tidak seperti Batman & Robin (1997) yang benar-benar hancur baik dari segi kualitas maupun dari pendapatan komersial sehingga mampu menjustifikasi kehadiran Christopher Nolan dengan Batman Begins (2005) beberapa tahun kemudian – Spider-Man 3 masih mampu meraih pendapatan komersial sebesar lebih dari US$800 juta dari peredarannya di seluruh dunia. Jika Columbia Pictures ingin mendapatkan sebuah penyegaran dari franchise-nya – dan jika Sam Raimi, Tobey Maguire dan Kirsten Dunst tidak lagi berminat untuk melanjutkan peran mereka – bukankah lebih baik (dan masuk akal) jika kisah Spider-Man dilanjutkan namun dengan melibatkan nama-nama yang berbeda?

Continue reading Review: The Amazing Spider-Man (2012)

Review: The Help (2011)

Berdasarkan sebuah novel karya Kathryn Stockett yang berjudul sama dan berlatar belakang waktu pada tahun 1960-an, The Help mengisahkan mengenai Eugenia “Skeeter” Phelan (Emma Stone), seorang gadis berkulit putih yang baru saja menyelesaikan masa kuliahnya dan kemudian kembali ke kampung halamannya di Jackson, Mississippi, Amerika Serikat untuk mengejar karir sebagai seorang penulis profesional. Langkah tersebut ia mulai dengan menerima pekerjaan sebagai seorang penulis kolom mengenai kebersihan rumah tangga di sebuah harian lokal. Tuntutan pekerjaannya tersebut yang kemudian mengenalkannya pada Aibileen Clark (Viola Davis), seorang wanita paruh baya berkulit hitam yang bekerja sebagai seorang pembantu rumah tangga di kediaman salah seorang teman lama Skeeter, Elizabeth Leefolt (Ahna O’Reilly). Dari perkenalannya dengan Aibileen-lah, mata Skeeter mulai terbuka mengenai bagaimana perlakuan sebagian kaum kulit putih terhadap para warga kulita hitam yang dianggap sebagai warga kelas dua.

Continue reading Review: The Help (2011)