Tag Archives: Despicable Me

Review: Minions (2015)

Minions-posterDunia pertama kali mengenal sekumpulan makhluk kecil berwarna kecil yang dikenal dengan sebutan minions ketika karakter-karakter tersebut hadir sebagai karakter pendukung pada film animasi produksi Illumination Entertainment, Despicable Me (Pierre Coffin dan Chris Renaud, 2010). Tidak hanya menjadi salah satu bagian terbaik dari Despicable Me, para minions berhasil mencuri jutaan hati para penikmat film tersebut yang kemudian menjadikan porsi penceritaan mereka meningkat secara signifikan ketika Despicable Me 2 dirilis tiga tahun kemudian. Kepopuleran minions yang cukup besar lantas mendorong para produser seri film Despicable Me untuk memproduksi sebuah film yang menjadikan minions sebagai bintang utamanya. Namun apakah para karakter yang terbiasa hadir sebagai karakter pendukung tersebut memiliki daya tarik yang sama (atau bahkan lebih?) kuat ketika ditempatkan pada garda terdepan sebuah film? Tidak, sayangnya.

Film Minions sendiri dimaksudkan untuk menjadi prekuel bagi seri Despicable Me dimana film ini mengisahkan tentang awal mula keberadaan minions sekaligus awal pertemuan mereka dengan Gru muda (Steve Carrell) yang kelak akan menjadi tuan mereka. Dikisahkan, minions merupakan makhluk yang telah ada semenjak Bumi diciptakan. Keberadaan minions sendiri memiliki satu tujuan: untuk menjadi pelayan bagi seorang tuan dengan sikap yang begitu jahat. Setelah melayani Tyrannosaurus rex, manusia primitif, Genghis Khan, Napoleon Bonaparte dan seorang drakula, minions tidak lagi menemukan seseorang yang tepat untuk dapat mereka layani. Keadaan tersebut membuat mereka menjadi depresi dan memilih untuk mengisolasi diri mereka ke Antartika. Tidak tahan dengan keadaan tersebut, tiga minion yang bernama Kevin, Stuart dan Bob (ketiganya diisisuarakan oleh Pierre Coffin) akhirnya memilih untuk melakukan perjalanan untuk menemukan seorang tuan yang baru. Setelah melalui beberapa rintangan, Kevin, Stuart dan Bob merasa mereka telah menemukan tuan yang tepat setelah berjumpa dengan seorang wanita penjahat yang kejam bernama Scarlett Overkill (Sandra Bullock).

Minions jelas memiliki penampilan yang cukup kuat untuk mengundang senyum atau bahkan tawa setiap penontonnya. Namun, dengan durasi penceritaan sepanjang 91 menit, penampilan lucu dari minions tersebut – yang dialognya hanya terdiri dari gumaman atau bentukan kata-kata yang kebanyakan tiada berarti – jelas tidak akan sanggup membuat film ini tampil menarik. Sayangnya, naskah cerita arahan Brian Lynch sepertinya benar-benar hanya mengandalkan guyonan khas minions untuk dapat menghibur penontonnya. Sebagian guyonan tersebut harus diakui masih mampu tampil lugas namun pada kebanyakan bagian guyonan-guyonan ciptaan Lynch gagal untuk tampil istimewa. Daya tarik minions sebagai penghibur yang dahulu begitu mencuri perhatian dalam dua seri Despicable Me jelas terasa menghilang ketika “dieksploitasi” secara lebih luas.

Seperti halnya ketiadaan seorang sosok tuan dalam kehidupan minions yang menyebabkan mereka merasa sengsara, naskah arahan Lynch juga gagal untuk tampil prima akibat ketiadaan karakter pendamping minions seperti karakter Gru dan ketiga anaknya dalam film ini. Minions memang menyajikan karakter Scarlett Overkill, namun karakter tersebut hadir dengan karakterisasi dan porsi penceritaan yang terlalu minim untuk dapat mencuri perhatian penonton. Karakter pasangan suami istri yang berprofesi sebagai penjahat, Walter dan Madge Nelson, sebenarnya lebih sering tampil dengan plot penceritaan yang menarik. Namun peran keduanya yang hanya tampil sebagai karakter pendukung sekunder jelas membuat kehadiran mereka lebih minim dengan fungsi penceritaan yang tidak terlalu berkembang.

Tidak sepenuhnya buruk. Selain dari beberapa guyonannya yang masih mampu memancing senyum, duo sutradara Pierre Coffin dan Kyle Balda berhasil menyajikan pengisahan filmnya dengan ritme yang cepat – meskipun tidak berpengaruh banyak akibat lemahnya kualitas penulisan naskah cerita film. Paruh ketiga dari Minions jelas adalah bagian paling kuat dari penceritaan film dimana baik Coffin maupun Balda mampu mengeksekusi sisi aksi dalam pengisahan Minions dengan cukup apik. Minions juga didukung dengan keberadaan deretan pengisi suara yang mampu memberikan karakter-karakter mereka identitas yang terasa unik dan begitu hidup. Lihat bagaimana pasangan Michael Keaton dan Allison Janney mampu membuat karakter Walter dan Madge Nelson menjadi begitu menarik. Atau Jennifer Saunders yang tampil jenaka dengan kemampuannya mengeksekusi setiap dialog yang dilontarkan karakter Queen Elizabeth II. Atau Geoffrey Rush yang mampu menjadi seorang narator yang baik dalam mewakili kisah perjalanan minions. Sayang, penampilan suara dari Sandra Bullock dan Jon Hamm terasa gagal dalam memberikan karakter mereka penampilan yang lebih baik. Bukan salah Bullock maupun Hamm sepenuhnya karena karakter-karakter mereka memang tergambar dengan begitu sempit. Bukan sebuah film animasi yang menyenangkan – bahkan ketika Anda mengharapkan sebuah film animasi untuk hanya menjadi sebuah tontonan bagi para penonton muda. [C-]

Minions (2015)

Directed by Pierre Coffin, Kyle Balda Produced by Chris Meledandri, Janet Healy Written by Brian Lynch Starring Pierre Coffin, Sandra Bullock, Jon Hamm, Michael Keaton, Allison Janney, Steve Coogan, Geoffrey Rush, Jennifer Saunders, Steve Carrell, Hiroyuki Sanada Music by Heitor Pereira Editing by Claire Dodgson Studio Illumination Entertainment Running time 91 minutes Country United States Language English

Indonesian Movie Bloggers Choice Awards 2011 Nominations List

Inception, Alangkah Lucunya (Negeri Ini) dan Sang Pencerah memimpin daftar perolehan nominasi Indonesian Movie Bloggers Choice Awards 2011. Untuk di kategori film berbahasa asing, Inception berhasil meraih sebanyak 14 nominasi dari 18 kategori yang tersedia. Jumlah tersebut unggul satu kategori dari film karya David Fincher, The Social Network, yang membuntuti dengan perolehan sebanyak 13 nominasi. Inception dan The Social Network sendiri akan berhadapan di banyak kategori termasuk di kategori Film Jawara, Sutradara Jawara serta Naskah Jawara. Kedua film tersebut akan bersaing dengan The Ghost Writer, Toy Story 3 dan Uncle Boonme who can Recall His Past Lives untuk memperebutkan gelar sebagai Film Jawara.

Continue reading Indonesian Movie Bloggers Choice Awards 2011 Nominations List

The 68th Annual Golden Globe Awards Nominations List

Perburuan untuk memperebutkan gelar film terbaik sepanjang tahun 2010 resmi dimulai! Hollywood Foreign Press Association, malam ini, resmi mengumumkan daftar nominasi The 68th Annual Golden Globe Awards. Untuk tahun ini, ajang penghargaan yang sering ditasbihkan sebagai ajang penghargaan paling bergengsi kedua setelah Academy Awards ini menempatkan film karya sutradara Tom Hooper, The King’s Speech, sebagai film dengan perolehan nominasi terbanyak. Dengan tujuh nominasi yang diperolehnya, The King’s Speech berhasil hampir mencakup seluruh nominasi yang tersedia untuk kategori film termasuk Best Picture – Drama, Best Director, Best Actor serta Best Screenplay.

Continue reading The 68th Annual Golden Globe Awards Nominations List

Summer Movie Scorecard 2010

Sinema Indonesia dipenuhi banyak film-film tak bermutu. Angelina Jolie kehilangan identitas dirinya. Tom Cruise kehilangan kemampuan untuk menarik hati para penggemarnya. Christopher Nolan menghipnotis para penontonnya. Pixar menemukan Finding Nemo-nya yang baru. Mike Newell menghasilkan sebuah film adaptasi game yang sama sekali tidak mengecewakan. At The Movies merangkum beberapa hal yang terjadi selama empat bulan terakhir di dunia sinema.

Continue reading Summer Movie Scorecard 2010

Review: Despicable Me (2010)

Universal Pictures, melalui Illumination Entertainment, akhirnya ikut serta dalam persaingan untuk perilisan film-film animasi Hollywood. Sedikit tertinggal dari rumah-rumah produksi lainnya, namun melalui Despicable Me — yang memanfaatkan dengan tepat penggunaan teknologi 3D seperti halnya How to Train Your Dragon beberapa waktu yang lalu — Universal Pictures sepertinya akan mampu membuktikan bahwa mereka berada di posisi yang tidak terlalu jauh dari para pesaingnya.

Continue reading Review: Despicable Me (2010)