Tag Archives: Chris Ellis

Review: Jessabelle (2014)

jessabelle-posterJason Blum sepertinya masih belum berniat untuk berhenti menakut-nakuti para pengunjung bioskop dengan film-film yang diproduserinya. Wajar saja. Lewat rumah produksi Blumhouse Productions, Blum berhasil meraih kesuksesan komersial luar biasa melalui film-film berbujet minimalis seperti franchise Paranormal Activity (2009 – 2014), Insidious (2011 – 2013), The Purge (2013 – 2014) atau Sinister (2012). Dengan formula familiar itu pula, Blum bekerjasama dengan penulis naskah Ben Garant (Night at the Museum: Battle of the Smithsonian, 2009) dan sutradara Kevin Greutert (Saw VI, 2009) untuk menghasilkan sebuah film horor bertema supernatural berjudul Jessabelle.

Dengan pengarahan Greutert yang cukup kuat, Jessabelle memulai penceritaannya dengan cukup kuat. Penonton diperkenalkan dengan karakter Jessie Laurent (Sarah Snook) dan kemudian mulai mengikuti deretan tragedi sekaligus misteri yang menghantui kehidupannya. Greutert bersama dengan sinematografer Michael Fimognari mampu menciptakan atmosfer gloomy yang begitu kuat bagi Jessabelle untuk memberikan rasa ketidaknyamanan bagi penonton dalam mengikuti jalan cerita film. Rumah ayah Jessie, Leon (David Andrews), yang menjadi latar belakang lokasi utama bagi kebanyakan bagian cerita mampu dihidupkan dengan seksama sehingga menjadi salah satu karakter horor tersendiri bagi Jessabelle. Begitu pula dengan rekaman-rekaman video milik ibu Jessie, Kate (Joelle Carter), yang seringkali mampu menambah elemen kengerian film. Secara sederhana, Jessabelle mencoba tampil kreatif dengan berbagai unsur penceritaan horor yang sebenarnya telah banyak dieksploitasi Hollywood dalam film-film sejenis.

Sayang, momen-momen brilian Jessabelle tidak mampu bertahan lama. Meskipun hadir dengan arahan Greutert yang tidak mengecewakan, kekuatan akting yang mumpuni dari para pengisi departemen aktingnya serta tampilan teknikal yang cukup unggul, naskah cerita Jessabelle justru mencegah film ini untuk tampil menjadi sebuah film horor yang brilian. Setelah paruh penceritaan awal yang menjanjikan, naskah cerita film kemudian menghadirkan deretan momen-momen horor yang telah begitu usang dan, tentu saja, membuat film ini menjadi begitu mudah untuk dapat ditebak arah penceritaannya – khususnya (spoiler!) bagi mereka yang pernah menyaksikan film horor yang dibintangi Kate Hudson, The Skeleton Key (Iain Softley, 2005), yang memiliki persamaan atmosfer dan jalan penceritaan yang cukup berdekatan. Masih mampu memberikan beberapa kejutan horor di beberapa bagian namun tidak pernah benar-benar tampil mengesankan.

Memiliki berbagai potensi yang cukup kuat untuk menjadi sebuah film horor yang memorable di bagian awal, Jessabelle justru kemudian terjebak dalam berbagai intrik klise khas film horor Hollywood dalam pengembangan kisahnya… dan menyebabkan film ini akhirnya justru akan diingat sebagai salah satu momen buruk bagi para penontonnya. [C-]

Jessabelle (2014)

Directed by Kevin Greutert Produced by Jason Blum Written by Ben Garant Starring Sarah Snook, Mark Webber, David Andrews, Joelle Carter, Ana de la Reguera, Amber Stevens, Larisa Oleynik, Chris Ellis, Brian Hallisay, Lucius Baston, Jason Davis, Paul Shaplin, Barbara Weetman, Millie Wannamaker, Christopher Cozort, Vaughan Wilson Music by Anton Sanko Cinematography Michael Fimognari Edited by Kevin Greutert Studio Blumhouse Productions Running time 90 minutes Country United States Language English

Review: The Dark Knight Rises (2012)

Ketika dirilis pada tahun 2005, Batman Begins yang diarahkan oleh Christopher Nolan berhasil membersihkan imej karakter pahlawan tersebut dari kegagalan besar yang disebabkan oleh Joel Schumacher dengan Batman & Robin (1997) yang sempat dianggap telah mematikan potensi perkembangan franchise tersebut secara keseluruhan. Tidak hanya itu, atmosfer kelam dan cenderung depresif yang ditampilkan dalam penceritaan Batman Begins yang diarahkan Nolan kemudian memberikan pengaruh besar bagi banyak adaptasi kisah-kisah superhero yang muncul setelahnya, bahkan hingga saat ini. Kini, tujuh tahun setelah perilisan Batman Begins dan empat tahun selepas perilisan sekuelnya, The Dark Knight (2008), yang fenomenal itu, Nolan melengkapi trilogi The Dark Knight-nya dengan merilis The Dark Knight Rises: sebuah bagian yang nantinya mungkin akan dikenal sebagai bagian terkelam, termegah sekaligus terambisius dari trilogi The Dark Knight arahan Nolan. Tapi apakah The Dark Knight Rises akan menjadi bagian terbaik?

Continue reading Review: The Dark Knight Rises (2012)