Tag Archives: Brie Larson

Review: Kong: Skull Island (2017)

Setelah Godzilla (Gareth Edwards, 2014), rumah produksi Legendary Pictures melanjutkan ambisinya dalam membangun MonsterVerse dengan Kong: Skull Island. Film yang diarahkan oleh Jordan Vogt-Roberts (The Kings of Summer, 2013) ini merupakan reboot dari seri film King Kong yang pertama kali diproduksi Hollywood pada tahun 1933 dan sempat memiliki sejumlah sekuel sekaligus diulangbuat beberapa kali. Pengisahan Kong: Skull Island sendiri memiliki perspektif yang berbeda jika dibandingkan dengan film-film dalam seri King Kong sebelumnya – meskipun masih tetap menghadirkan beberapa tribut terhadap alur kisah klasik King Kong dalam beberapa adegan maupun konfliknya. Namun, tidak seperti Godzilla garapan Edwards yang cukup mampu membagi porsi penceritaan antara karakter-karakter manusia dengan monster-monster yang dihadirkan, Kong: Skull Island justru terasa lebih menginginkan agar penonton berfokus penuh pada karakter Kong dan kehidupan yang berada di sekitarnya. Sebuah pilihan yang kemudian membuat karakter-karakter manusia dalam jalan penceritaan film ini menjadi sama sekali tidak berguna kehadirannya. Continue reading Review: Kong: Skull Island (2017)

Review: Don Jon (2013)

Don-Jon-header

Mengikuti jejak Clint Eastwood, Mel Gibson, Ben Affleck, James Franco dan puluhan aktor yang kemudian melanjutkan karir mereka dengan menjadi seorang sutradara, Joseph Gordon-Levitt mencoba kemampuannya dalam mengarahkan sebuah film layar lebar lewat Don Jon. Don Jon sendiri bukanlah kali pertama Gordon-Levitt duduk di kursi penyutradaraan mengingat ia sebelumnya pernah mengarahkan dua film pendek, Morgan M. Morgansen’s Date with Destiny dan Morgan and Destiny’s Eleventeenth Date: The Zeppelin Zoo, yang keduanya sempat dirilis pada tahun 2010. Dengan naskah cerita yang juga ia tulis sendiri, Gordon-Levitt menghadirkan Don Jon sebagai sebuah film drama komedi ringan namun tetap sarat dengan beberapa sindiran terhadap kondisi sosial manusia di era modern. Sebuah debut pengarahan yang cukup menarik, khususnya berkat kemampuan Gordon-Levitt untuk mengarahkan para aktor yang memerankan para karakter di dalam jalan ceritanya.

Continue reading Review: Don Jon (2013)

The 17th Annual Online Film Critics Society Awards Nominations List

OFCS-2Kolaborasi ketiga antara sutradara Steve McQueen dan aktor Michael Fassbender, 12 Years a Slave, berhasil memimpin daftar perolehan nominasi di ajang The 17th Annual Online Film Critics Society Awards. 12 Years a Slave berhasil meraih delapan nominasi, termasuki nominasi Best Picture, Best Director untuk McQueen, Best Actor untuk Chiwetel Ejiofor, Best Supporting Actor untuk Fassbender serta Best Supporting Actress untuk Lupita Nyong’o. Berbeda dengan pelaksanaannya tahun lalu, terdapat sepuluh film yang dinominasikan untuk merebut gelar Best Picture. Film-film yang akan bersaing bersama 12 Years a Slave tersebut adalah American Hustle, Before Midnight, Blue is the Warmest Colour, Drug War, Gravity, Her, Inside Llewyn Davies, Short Term 12 dan The Wind Rises.

Continue reading The 17th Annual Online Film Critics Society Awards Nominations List

Review: 21 Jump Street (2012)

Walau kebanyakan dari penonton yang berasal dari generasi sekarang kemungkinan besar belum pernah menyaksikan versi serial televisi dari 21 Jump Street (1987 – 1991) yang legendaris dan berhasil menempatkan nama Johnny Depp ke jajaran aktor muda yang paling banyak dikagumi saat itu, namun sepertinya sebagian besar dari kalangan tersebut akan dapat sangat menikmati versi film dari 21 Jump Street yang diarahkan oleh duo Phil Lord dan Chris Miller (Cloudy with a Chance of Meatballs, 2009) ini. Diisi dengan lelucon-lelucon kasar dan deretan adegan aksi yang menyelimuti kisah persahabatan dua karakter utamanya, 21 Jump Street adalah sebuah film yang tahu bagaimana cara memberikan sebuah hiburan dengan porsi yang tepat tanpa pernah terasa memaksa untuk menghadirkan unsur komedi yang kuat di dalam jalan ceritanya.

Continue reading Review: 21 Jump Street (2012)

Review: Scott Pilgrim vs. the World (2010)

Scott Pilgrim vs. the World memang tidak menawarkan sesuatu yang baru di dalam jalan ceritanya: seorang pria jatuh cinta dengan seorang wanita, sang wanita menolak karena memiliki masa lalu yang kurang menyenangkan, dan sang pria kemudian berjuang dan melakukan apa saja untuk dapat memenangkan hati sang wanita. Tentu saja, sutradara asal Inggris, Edgar Wright, yang sebelumnya sukses dengan Shaun of the Dead (2004) dan Hot Fuzz (2007), tidak akan menceritakan film ini dengan cara yang biasa dan membosankan.  Lewat pilihan grafis yang berwarna dan sangat memukau, Wright menjadikan Scott Pilgrim vs. the World menjadi sebuah tontonan yang cukup dapat dinikmati.

Continue reading Review: Scott Pilgrim vs. the World (2010)

Review: Greenberg (2010)

Dalam beberapa kesempatan, para aktor yang telah terlebih dahulu memiliki kredibilitas dalam membintangi film-film bertema komedi, akan menyempatkan diri untuk berakting di film drama dan membuktikan bahwa para aktor komedi juga memiliki kemampuan akting drama yang sama dengan para aktor drama. Beberapa diantara mereka gagal melakukannya, namun nama-nama seperti Adam Sandler (Punch-Drunk Love), Jim Carrey (Eternal Sunshine of the Spotless Mind), Will Ferrell (Stranger than Fiction), Eddie Murphy (Dreamgirls) dan beberapa nama lain berhasil melakukannya.

Continue reading Review: Greenberg (2010)