Review: Fast and Furious 8 (2017)


Percaya atau tidak, seri perdana The Fast and the Furious arahan Rob Cohen yang dirilis tahun 2001 mendasarkan kisahnya pada sebuah artikel karya jurnalis Kenneth Li berjudul Racer X yang dirilis pada Mei 1998 di majalah Vibe. Artikel yang mengupas tentang sekelompok pembalap yang secara rutin melakukan aksinya di jalanan kota New Yok, Amerika Serikat tersebut kemudian memberikan landasan realitas penceritaan pada beberapa seri awal The Fast and the Furious. Namun, seiring dengan pertambahan sekuel sekaligus nilai komersial yang dihasilkannya, film-film dalam rangkaian penceritaan The Fast and the Furious lantas bergerak menjadi sebuah film yang menjunjung penuh deretan adegan aksi bombastis layaknya (bahkan terkadang melebihi) adegan-adegan aksi dalam film-film pahlawan super. Tentu saja, dengan minat penonton yang cenderung terus meningkat – khususnya setelah Fast and the Furious 7 (James Wan, 2015) yang membukukan kesuksesan komersial sebesar lebih dari US$1.5 milyar dari perilisannya di seluruh dunia – para produser seri film ini jelas akan terus bersiap untuk memuaskan setiap penggemar seri The Fast and the Furious dengan tampilan aksi yang semakin terlihat fantastis.

Dua tahun semenjak perilisan Fast and Furious 7 (atau Furious 7 atau Fast 7 – bergantung dimana lokasi negara perilisannya) dan untuk pertamakalinya semenjak kematian tragis Paul Walker yang memerankan salah satu karakter sentral, Brian O’Conner, seri film The Fast and the Furious melanjutkan perjalanannya lewat Fast and Furious 8. Dikisahkan, Dominic Toretto (Vin Diesel) yang baru saja menikahi Letty Ortiz (Michelle Rodriguez) dan sedang berbulan madu di Kuba, secara tidak sengaja bertemu dengan seorang teroris dunia maya yang dikenal dengan nama Cipher (Charlize Theron). Tanpa disangka, setelah pertemuan tersebut, Dom malah memilih untuk mengkianati Letty sekaligus para sahabatnya, Luke Hobbs (Dwayne Johnson), Roman Pearce (Tyrese Gibson), Tej Parker (Chris Bridges) dan Ramsey (Nathalie Emmanuel), untuk kemudian bergabung dengan Cipher dan menyusun sebuah rencana teror untuk memicu sebuah perang nuklir. Bekerjasama dengan agen rahasia Frank Petty (Kurt Russel) dan Eric Reisner (Scott Eastwood), Letty bersama mantan rekan-rekan Dom memulai aksi mereka untuk menyelamatkan dunia dari berbagai rencana jahat Dom dan Cipher.

Juga dirilis dengan judul The Fate of the Furious atau Fast 8 – lagi, bergantung dimana lokasi negara perilisannya, Fast and Furious 8 masih melanjutkan tradisi seri-seri sebelumnya dimana kisah persahabatan serta tantangan yang hadir dalam hubungan karakter-karakter dalam film ini menjadi pendamping bagi deretan adegan aksi yang dipenuhi tampilan efek visual spektakuler yang menjadi sajian utama sekaligus daya tarik film. F. Gary Gray (Straight Outta Compton, 2015), yang menggantikan posisi Wan untuk duduk di kursi sutradara, sepertinya berusaha keras untuk menyaingi tampilan aksi yang dihadirkan Wan dalam seri sebelumnya. Berhasil? Cukup berhasil. Dengan pengalamannya mengarahkan remake The Italian Job (2003) yang juga menampilkan banyak adegan balapan – serta dibintangi Theron dan Jason Statham yang turut hadir dalam film ini – Gray mampu mengeksekusi deretan adegan aksi dalam Fast and Furious 8 dengan baik. Kental dibungkus dengan tampilan efek visual, beberapa adegan film ini bahkan mampu menghadirkan momen-momen menegangkan bagi para penontonnya.

Tidak banyak hal yang dapat digali dari kualitas penceritaan yang digariskan Chris Morgan – yang juga merupakan penulis naskah Fast and Furious 7. Seperti seri sebelumnya, dinamika pengisahan arahan Morgan tidak banyak berubah. Tantangan yang diberikan kepada hubungan persahabatan yang terjalin antara karakter-karakternya masih terasa generik dan tidak berkembang dengan terlalu baik. Kehadiran karakter Chiper sebagai karakter antagonis utama – dan merupakan karakter antagonis wanita pertama dalam seri film ini – sekilas terlihat menarik pada awalnya. Namun, seiring dengan perjalanan penceritaan film, karakter Chiper tidak diberikan ruang pengisahan yang terlalu luas yang membuat karakternya kemudian juga menjadi terasa hambar. Arahan Gray yang mengedepankan kepentingan tampilan efek visual juga seringkali terasa menghalangi penceritaan film untuk mampu tampil berkisah dengan lebih kuat. Memang tidak ada yang mengharapkan kualitas cerita yang benar-benar prima dari sebuah film dalam seri The Fast and the Furious. Namun lemahnya pengisahan film ini jelas memberikan kontribusi yang besar terhadap munculnya banyak momen-momen membosankan dalam Fast and Furious 8.

Penampilan para jajaran pemeran film juga masih berada dalam kapasitas akting yang telah biasa mereka tampilkan dalam film-film sebelumnya. Diesel (dan Rodriguez) masih hadir dengan ekspresi wajah yang datar dan serupa dalam tiap adegan. Begitu pula dengan Bridges dan Gibson yang selalu siap sedia menjadi penyuplai humor dalam film ini dengan dialog-dialog singkat yang diberikan pada mereka. Theron tampil cukup lugas – meskipun setelah melihat penampilan garangnya lewat Mad Max: Fury Road (George Miller, 2015) dan The Huntsman: Winter’s War (Cedric Nicolas-Troyan, 2016) penampilannya sebagai Cipher dalam film ini menjadi terkesan terlalu biasa. Johnson dan Statham justru tampil cukup menonjol dengan chemistry mereka yang begitu hangat sekaligus sangat, sangat meyakinkan. Penampilan Helen Mirren dan Luke Evans juga mampu mencuri perhatian meskipun dalam komposisi penceritaan yang begitu singkat. Secara keseluruhan, Fast and Furious 8 masih akan mampu menghibur para penggemar lamanya sekaligus banyak penikmat film-film aksi dalam skala luas. Meskipun begitu, dengan stagnannya kualitas penulisan cerita film, seri film The Fast and the Furious jelas terasa cukup mengkhawatirkan di masa yang akan mendatang. [C]

fast-and-furious-8-movie-posterFast and Furious 8 (2017)

Directed by F. Gary Gray Produced by Neal H. Moritz, Vin Diesel, Michael Fottrell Written by Chris Morgan (screenplay), Gary Scott Thompson (characters) Starring Vin Diesel, Dwayne Johnson, Jason Statham, Michelle Rodriguez, Tyrese Gibson, Chris Bridges, Scott Eastwood, Nathalie Emmanuel, Kurt Russell, Charlize Theron, Elsa Pataky, Luke Evans, Kristofer Hivju, Tego Calderón, Don Omar, Helen Mirren, Paul Walker, Jordana Brewster Music by Brian Tyler Cinematography Stephen F. Windon Editing by Christian Wagner, Paul Rubell Studio Original Film/One Race Films/Perfect World Pictures/China Film Running time 136 minutes Country United States Language English

Advertisements

One thought on “Review: Fast and Furious 8 (2017)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s