Review: Moon Cake Story (2017)


Setelah Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea (Guntur Soeharjanto, 2016), Morgan Oey dan Bunga Citra Lestari kembali tampil berpasangan dalam film terbaru arahan Garin Nugroho (Guru Bangsa Tjokroaminoto, 2015) yang diproduseri oleh Tahir Foundation, Moon Cake Story. Filmnya sendiri berkisah mengenai pertemuan yang tidak disengaja antara seorang pengusaha bernama David (Oey) dengan seorang joki 3-in-1 bernama Asih (Lestari). Sama-sama memendam duka akibat ditinggal oleh sosok yang mereka cintai, pertemuan tersebut kemudian membawa David ke masa lalunya ketika ia dan ibunya masih tinggal di daerah kumuh dan berjuang untuk bertahan hidup dengan membuat kue bulan di keseharian mereka. Mengetahui bahwa Asih memiliki bakat memasak, David lantas menawarkan Asih cetakan dan resep kue bulan milik ibunya agar Asih dapat memulai usahanya sendiri. Walau awalnya merasa janggal dengan pemberian David, Asih akhirnya menerima dan mulai membuat kue bulannya sendiri.

Jika diibaratkan sebuah masakan, Moon Cake Story sebenarnya telah memiliki seluruh bahan yang tepat untuk diracik menjadi sebuah hidangan yang hangat dan enak untuk dinikmati – meskipun dengan rasa yang telah begitu familiar. Nugroho, sang juru masak, jelas juga bukanlah sosok yang perlu diragukan lagi kepiawaiannya. Namun, sehandal apapun seorang juru masak, bahkan ketika mereka telah mendapatkan bahan-bahan terbaik sekalipun, ada kalanya masakan yang dihasilkan memiliki rasa jauh dari apa yang diharapkan. Hal itulah yang terjadi pada Moon Cake Story. Naskah cerita film ini yang digarap Nugroho bersama dengan Winaldo Artaraya Swastia terasa ingin berkisah tentang banyak hal. Sayangnya, tak satupun dari konflik maupun karakter yang dihadirkan kemudian mampu dikembangkan dengan baik. Hasilnya, Moon Cake Story berjalan secara datar tanpa pernah benar-benar mampu memaparkan penceritaannya dengan seksama.

Lihat saja pengembangan jalinan hubungan antara karakter David dan Asih. Hubungan yang awalnya mampu terbangun dengan baik tersebut – khususnya berkat chemistry yang meyakinkan antara Oey dengan Lestari – kemudian terasa stagnan akibat ketiadaan arah pengisahan yang pasti bagi jalinan hubungan keduanya. Konflik pribadi yang dialami oleh karakter David juga sama berantakannya. Plot mengenai penyakit Alzheimer yang diderita karakter tersebut seringkali hanya terasa sebagai plot device dan tempelan belaka tanpa pernah diberikan eksplorasi yang lebih layak. Begitu pula konflik hubungan antara karakter David dengan keluarganya yang tidak pernah mendapatkan latar belakang pengisahan yang kuat – sehingga banyak karakter pendukung menjadi begitu membingungkan kehadirannya. Fokus yang terpecah untuk banyak konflik dan karakter jelas menjadi penyebab utama mengapa Moon Cake Story akhirnya tidak mampu untuk bercerita dengan kekuatan penuh.

Mereka yang telah familiar dengan film-film arahan Nugroho sebelumnya – khususnya yang berkisah tentang isu kemiskinan atau kesenjanggan sosial – tentu telah mengenal dengan penceritaan yang dibawakannya dalam Moon Cake Story. Nugroho juga masih menghadirkan teknik penceritaan yang bergaya teatrikal pada beberapa bagian penceritaan film, termasuk dengan menyelipkan sebuah adegan musikal di tengah filmnya. Nugroho memang mampu menghadirkan Moon Cake Story dengan alur penceritaan yang tidak terasa bertele-tele namun, dengan keberadaan plot penceritaan yang terasa sebagai potongan-potongan kisah yang gagal untuk berpadu dengan baik antara satu dengan yang lain, Moon Cake Story kemudian hadir tanpa ikatan emosional yang sebenarnya dibutuhkan film ini untuk menarik perhatian penontonnya.

Meskipun hadir dengan deretan karakter yang tergambar dengan cukup lemah namun Moon Cake Story hadir dengan dukungan penampilan akting yang kuat dari jajaran pengisi departemen aktingnya. Selain menghadirkan chemistry yang meyakinkan, Oey dan Lestari mampu menghidupkan karakter yang mereka perankan dengan baik. Oey, khususnya, mampu menyajikan sesosok karakter dengan konflik pribadi yang berlapis tanpa pernah terasa terjebak dalam penggambaran karakter yang dangkal. Penampilan-penampilan lain seperti dari Dominique Diyose, Melati Zein dan Deddy Sutomo juga hadir kuat meskipun, lagi-lagi, terasa terbuang dengan percuma akibat karakter mereka yang terlalu dangkal penggaliannya. Moon Cake Story sebenarnya bukanlah sebuah film yang buruk. Namun, dengan deretan konflik dan karakter yang tidak mampu untuk diolah dengan baik, membuat film ini terasa kehilangan esensi cerita sekaligus kemampuannya untuk berkisah. [C-]

moon-cake-story-movie-posterMoon Cake Story (2017)

Directed by Garin Nugroho Produced by Tahir Foundation Written by Garin Nugroho, Winaldo Artaraya Swastia Starring Bunga Citra Lestari, Morgan Oey, Melati Zein, Dominique Diyose, Deddy Sutomo, Daniel Adi Wibowo Hermanto, Fathan Irsyad, Sudarwin, Kang Saswi, Abdurrahman Arif, Jaja Miharja, Sammy Lim, Anargya Rizqullah, Ary Kirana, Atyah Syahab, Alim Sudio, Richard Oh, Neni Anggraeni, Usmiyati, Bowie Budianto, Christopher Oba Warella, Ella Gayo, Elkie Kwee, Ismi Halida, Mohamad Fahmi Firmansyah, Nanda Giri Music by Tya Subiakto Cinematography Erik Wirasakti Edited by Cesa David Luckmansyah, Ahsan Andrian Production company Tahir Foundation/MVP Pictures/Treewater Productions Running time 94 minutes Country Indonesia Language Indonesian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s