Review: Kaabil (2017)


Dalam tradisi Zinda (2006) yang alur ceritanya terinspirasi dari Oldboy (Park Chan-wook, 2003), Musafir (2004) yang membasiskan pengisahannya pada U Turn (Oliver Stone, 1997) serta Kaante (2002) yang naskah ceritanya ditulis berdasarkan Reservoir Dogs (Quentin Tarantino, 1992), sutradara spesialis crime thriller, Sanjay Gupta, kali ini menghadirkan film terbarunya, Kaabil. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Vijay Kumar Mishra dan Sanjay Masoom serta plot penceritaan yang terinspirasi dari Blind Fury (Phillip Noyce, 1989) dan Broken (Lee Jeong-ho, 2014), Kaabil berkisah tentang usaha seorang suami untuk mencari tahu dan membalaskan dendam kematian istrinya. Dipadukan dengan sentuhan drama romansa, Kaabil sebenarnya memiliki potensi yang kuat untuk tampil sebagai sebuah pengisahan yang memikat. Sayangnya, pengarahan Gupta atas ritme penceritaan Kaabil yang seringkali terasa goyah membuat film ini gagal untuk meninggalkan kesan emosional yang lebih kuat.

Dalam Kaabil, Hrithik Roshan berperan sebagai Rohan, seorang pemuda tuna netra yang dalam kesehariannya bekerja sebagai seorang penyulih suara. Dalam sebuah kencan buta yang diatur oleh seorang kenalannya, Rohan kemudian bertemu dengan Supriya (Yami Gautam), wanita cantik yang juga seorang tuna netra namun memiliki aktivitas harian layaknya seorang wanita biasa. Tertarik dengan kepribadian dan sikap Supriya yang begitu memikat, tidak membutuhkan waku lama bagi Rohan untuk lantas melamar Supriya. Pesta pernikahan keduanya berlangsung meriah. Dan kehidupan pernikahan keduanya juga berjalan dengan penuh keindahan. Namun, indahnya kehidupan pernikahan Rohan dan Supriya ternyata tidak berlangsung lama. Ketika Rohan sedang bekerja, dua orang asing mendatangi kediamannya dan memperkosa Supriya. Kejadian tersebut memberikan tekanan yang begitu berat bagi Supriya yang lantas memilih untuk bunuh diri. Dengan rasa sedih dan amarah yang terpendam dalam dirinya, Rohan akhirnya memulai pencariannya untuk menemukan siapa sosok yang telah menghancurkan pernikahannya bersama Supriya.

Kaabil sebenarnya memulai pengisahannya dengan cukup baik. Meskipun dengan pengisahan drama romansa yang berjalan lamban dan cenderung bertele-tele, Gupta mampu menata paruh pertama pengisahan Kaabil menjadi sebuah pengisahan romansa yang cukup manis. Kekuatan dalam pengisahan romansa film ini juga didukung dengan chemistry yang berjalan cukup meyakinkan antara dua bintang utamanya, Roshan dan Gautam. Masalah mulai dirasakan ketika Kaabil secara perlahan memperkenalkan karakter antagonis dan konflik yang menyertai kehadiran mereka. Semenjak awal, karakter-karakter antagonis dalam penceritaan Kaabil tidak pernah mampu disajikan dengan karakterisasi yang kuat. Akhirnya, ketika karakter-karakter antagonis tersebut mulai mengambil alih porsi penceritaan film, motif kehadiran mereka justru menjadi terasa lemah dan tereksekusi dengan begitu buru-buru.

Sebagai sebuah thriller, naskah cerita serta dialog garapan Mishra dan Masoom untuk Kaabil juga harus diakui memiliki struktur pengisahan yang terlalu gampang untuk ditebak. Tidak seperti dua film yang mengilhami jalan ceritanya, Kaabil tampil terlalu vulgar dalam membuka runutan cerita yang seharusnya mampu dikemas lebih seksama guna memberikan penontonnya lebih banyak momen-momen ketegangan yang kuat. Seperti karakter-karakter antagonisnya, karakter-karakter pendukung dalam film ini juga hadir dalam balutan pengisahan yang terlalu minimalis. Tidak sepenuhnya buruk. Gupta masih mampu menghadirkan tatanan koreografi aksi yang berhasil tergarap dengan baik. Kualitas departemen produksi film juga berhasil disajikan dengan tampilan berkelas –termasuk dengan adegan-adegan berisi nyanyian yang dikemas lumayan menarik sekaligus mampu menonjolkan kemampuan Roshan sebagai seorang penari yang baik. Namun, dengan kualitas pengisahan yang cenderung medioker, sulit untuk memberikan Kaabil nilai keunggulan lebih.

Dari barisan departemen akting, Roshan mampu dengan sangat baik menghidupkan karakternya yang merupakan satu-satunya karakter dengan karakterisasi yang berkembang dengan lugas dalam pengisahan Kaabil. Roshan mampu menjadikan karakter Rohan sebagai seorang pecinta yang sensitif sekaligus mudah dicintai ketika Kaabil berada dalam atmosfer romansanya. Roshan juga membuat karakternya terlihat dingin dan beringas ketika film ini menginjak alur aksinya. Roshan adalah nyawa utama bagi Kaabil. Meskipun karakter yang ia perankan tidak memiliki kedalaman yang terlalu berarti, Gautam mampu tampil baik dalam mendampingi penampilan akting Roshan. Begitu pula dengan barisan pemeran pendukung yang tampil apik, khususnya penampilan dari Ronit Roy dan Rohit Roy yang berhasil tampil begitu meyakinkan sebagai karakter antagonis utama bagi film ini. [C]

kaabil-hrithik-roshan-movie-posterKaabil (2017)

Directed by Sanjay Gupta Produced by Rakesh Roshan Written by Vijay Kumar Mishra, Sanjay Masoom Starring Hrithik Roshan, Yami Gautam, Ronit Roy, Rohit Roy, Sahidur Rahaman, Narendra Jha, Suresh Menon, Akhilendra Mishra, Girish Kulkarni, Urvashi Rautela Music by Salim Merchant, Suleiman Merchant Cinematography Ayananka Bose, Sudeep Chatterjee Edited by Akiv Ali Production company Filmkraft Productions Pvt. Ltd Running time 139 minutes Country India Language Hindi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s