underworld-blood-wars-header

Review: Underworld: Blood Wars (2016)


Cukup sulit untuk dapat mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan oleh Sony Pictures dari seri film Underworld yang telah berusia lebih dari satu dekade ini. Secara kualitas, film-film dari seri film ini tampil dengan kualitas yang cukup menyedihkan. Setiap sekuel Underworld yang dirilis bahkan terasa memiliki kualitas penceritaan yang cenderung lebih buruk dari pendahulunya. Dari segi komersial, seri film Underworld juga tidak mendapatkan respon yang terlalu menggembirakan dari para penggemar film. Dengan bujet sebesar US$177 juta yang dibutuhkan untuk memproduksi empat film sebelumnya, seri film Underworld hanya mampu meraih total pendapatan sebesar US$222 juta di Amerika Utara – meskipun pendapatan film dari perilisan di luar teritori tersebut masih mampu memberikan alasan bagi Sony Pictures untuk tetap mempertahankan keberadaan seri film ini. Lalu apa yang dapat ditawarkan oleh seri kelima dari Underworld, Underworld: Blood Wars?

Diarahkan oleh sutradara debutan, Anna Foerster, Underworld: Blood Wars masih saja berkecimpung dalam pengisahan mengenai sang karakter utama, Selene (Kate Beckinsale), yang terjebak diantara peperangan yang sepertinya tidak kunjung usai antara pihak Lycan dan Vampire. Jangan khawatir jika Anda tidak pernah mengikuti seri film ini sebelumnya. Menit-menit awal film digunakan Selene untuk merangkum apa yang terjadi pada empat film Underworld sebelumnya – yang sejujurnya merupakan plot dasar dari setiap film Underworld yang dirilis dan terus-menerus mengalami pengulangan. Usaha pihak Lycan dan Vampire untuk merebut puteri Selene, Eve, dan menggunakan darahnya yang dikabarkan memiliki kekuatan spesial tersebut terus berlanjut. Bersama dua orang Vampire yang menjadi sekutunya, David (Theo James), dan ayahnya, Thomas (Charles Dance), Selene kembali berjuang untuk mengakhiri peperangan antara Lycan dan Vampire yang sekaligus akan menyelamatkan kehidupannya dan puterinya.

Benar saja, Underworld: Blood Wars tampil sangat buruk dalam bercerita. Naskah arahan Cory Goodman (The Last Witch Hunter, 2015) hadir dengan kualitas yang begitu berantakan. Plot penceritaan dasar Underworld yang masih dipertahankan namun diberikan modifikasi di beberapa bagian dengan plot dan konflik penceritaan baru hadir tanpa pengembangan yang berarti. Karakter-karakter baru yang disajikan juga gagal untuk tampil menarik. Hal ini masih ditambah dengan pengarahan Foerster yang tampil sangat lemah. Jika seri-seri sebelumnya masih mampu menyajikan sisi aksi yang menghibur guna menutupi kualitas penceritaan yang buruk, Underworld: Blood Wars gagal dengan hanya menampilkan adegan aksi seadanya dengan kualitas yang cukup medioker. Ritme penceritaan Foerster juga tampil tidak beraturan. 92 menit durasi penceritaan Underworld: Blood Wars akhirnya hadir seperti berjalan sangat lama karena begitu membosankannya film ini.

Kualitas naskah dan pengarahan yang lemah sepertinya juga dirasakan oleh para pengisi departemen akting film ini. Lihat saja pada penampilan Beckinsale. Penampilannya yang di seri awal film, Underworld (2003), terlihat begitu membara dan menjadi salah satu karakter wanita yang ikonik di sebuah film aksi kini tampil menjadi begitu monoton. Seperti karakternya, penampilan Beckinsale terlihat sebagai penampilan dari seseorang yang terjebak diantara sebuah konflik dan bosan untuk berada di situasi yang sama berulangkali. Beckinsale adalah aktris yang cukup mapan kualitas aktingnya jika berada dalam film yang mendapat sokongan naskah dan pengarahan yang mumpuni. Film terakhir yang ia bintangi, drama komedi Love & Friendship arahan Whit Stillman, membuktikan hal tersebut dan mendapatkan pujian luas dari banyak kritikus film dunia. Mungkin sudah saatnya Beckinsale berhenti untuk membintangi seri film yang sepertinya hanya akan membebani dirinya ini.

Jajaran pemeran lain juga hadir dengan kualitas akting yang jauh dari kesan istimewa. James hadir dengan penampilan datar dan standar seperti yang pernah ia tampilkan dalam Underworld: Awakening (2012) atau seri film Divergent (2014 – 2016). Membosankan, dengan chemistry yang ia jalin bersama Beckinsale juga terasa begitu hampa. Underworld: Blood Wars sebenarnya menyimpan beberapa karakter yang cukup menarik, seperti karakter petarung wanita dari Nordic Coven, Lena (Clementine Nicholson), atau karakter Semira (Lara Pulver), seorang Vampire yang begitu berhasat untuk merebut tampuk kekuasaan dalam perkumpulannya. Sayang tidak banyak pendalaman cerita yang diberikan bagi karakter-karakter tersebut yang akhirnya membuat karakter-karakter tersebut tampil tanpa porsi penceritaan yang berarti. [D-]

underworld-blood-wars-posterUnderworld: Blood Wars (2016)

Directed by Anna Foerster Produced by David Kern, Gary Lucchesi, Tom Rosenberg, Len Wiseman, Richard S. Wright Written by Cory Goodman (screenplay, story), Kyle Ward (story), Kevin Grevioux, Len Wiseman, Danny McBride (characters) Starring  Kate Beckinsale, Theo James, Lara Pulver, Charles Dance, Tobias Menzies, Bradley James, Alicia Vela-Bailey, Trent Garrett, Daisy Head, James Faulkner, Clementine Nicholson, Oliver Stark, Peter Andersson, Junes Zahdi, Brian Caspe, Dan Bradford, David Bowles, Sveta Driga, Miroslav Lhotka, Eva Larvoire, Marielle Tepper, Martavious Gayles, Richard William Romanov Music by Micahel Wandmacher Cinematography Karl Walter Lindenlaub Edited by Peter Amundson Production company Lakeshore Entertainment/Sketch Films Running time 92 minutes Country United States Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s