escobar-paradise-lost-header

Review: Escobar: Paradise Lost (2015)


escobar-paradise-lost-posterMerupakan debut penyutradaraan bagi aktor Andrea Di Stefano, Escobar: Paradise Lost berkisah tentang seorang pemuda yang berasal dari Kanada, Nick Brady (Josh Hutcherson), yang jatuh cinta dengan seorang gadis asal Kolombia, Maria (Claudia Traisac), ketika dirinya mengunjungi negara tersebut bersama kakaknya, Dylan Brady (Brady Corbet). Ketika hubungan asmara antara Nick dan Maria berlanjut ke tahapan yang lebih serius, Maria lantas membawa Nick untuk diperkenalkan kepada keluarga besarnya, termasuk kepada pamannya, Pablo Escobar (Benicio Del Toro). Meskipun awalnya merasa khawatir akan status Pablo Escobar sebagai sosok mafia narkotika dan obat-obatan terlarang terbesar di dunia, secara mengejutkan, Pablo Escobar justru menerima kehadiran Nick dengan hangat di keluarga besarnya. Tetap saja, secara perlahan, hubungan antara Nick dan Maria mulai dipengaruhi oleh keberadaan sang paman. Dan ketika bisnis ilegal Pablo Escobar mendapatkan tekanan dari dunia internasional, Nick dapat merasakan bahaya yang tidak hanya mengancam nyawanya namun juga nyawa Maria serta orang-orang yang disayanginya.

Seperti halnya The Last King of Scotland (Kevin Macdonald, 2006) yang memilih untuk berfokus pada karakter dokter asal Skotlandia yang diperankan oleh James McAvoy daripada mengeksplorasi karakter Idi Amin yang diperankan oleh Forest Whitaker dan telah lebih dikenal publik sebelumnya, Escobar: Lost Paradise juga memilih untuk mengenyampingkan karakter Pablo Escobar dan lebih berfokus pada perjalanan asmara karakter Nick Brady dan Maria. Sayangnya, tidak seperti The Last King of Scotland yang tetap mampu memberikan ruang penceritaan yang cukup luas dan kuat bagi karakter Idi Amin, Escobar: The Lost Paradise terasa seperti menyia-nyiakan kehadiran karakter Pablo Escobar dengan sama sekali membuatnya menjadi karakter pendukung dengan pengisahan yang minimalis – meskipun dengan pengaruh yang begitu kental di sepanjang 120 menit penceritaan film ini. Jelas terkesan seperti sebuah kesempatan yang terbuang begitu saja, khususnya ketika Del Toro juga cukup mampu membawakan karakter yang ia perankan dengan begitu baik.

Escobar: Paradise Lost disajikan Di Stefano dengan alur penceritaan yang tidak beraturan. Pengisahannya sendiri dimulai pada bagian pertengahan cerita untuk kemudian kembali mundur ke bagian awal penceritaan sebelum akhirnya mulai melanjutkan dan menyelesaikan seluruh konflik penceritaan yang telah sempat disajikan di bagian awal film. Di Stefano cukup mampu mengendalikan alur penceritaan filmnya dengan baik. Escobar: Paradise Lost memang terkesan berjalan cukup lamban di separuh awal pengisahannya – dengan cerita yang berfokus penuh pada hubungan asmara antara karakter Nick Brady dan Maria yang terasa goyah dan tidak cukup kuat untuk membawakan film ini. Namun, Di Stefano kemudian mampu meningkatkan intensitas penceritaan dengan maksimal pada paruh kedua penceritaan. Escobar: Paradise Lost lantas berubah menjadi sosok film yang begitu menegangkan dengan menghadirkan hubungan antara karakter Nick Brady dan Pablo Escobar yang semakin memanas.

Di Stefano juga mampu menunjukkan bahwa dirinya memiliki talenta yang cukup dalam mengarahkan para aktor yang mengisi departemen akting filmnya. Dengan bantuan penampilan fisik yang menyerupai Pablo Escobar, Benecio Del Toro kembali menunjukkan kapasitas aktingnya yang begitu maksimal. Del Toro berhasil menyajikan sosok Pablo Escobar dengan karakteristik yang begitu dingin dan misterius ketika sedang menghadapi pekerjaannya namun juga tampil begitu hangat dan bersahaja ketika karakte tersebut berada dalam ruang lingkup keluarganya. Sayangnya, ruang penceritaan naskah Escobar: Paradise Lost yang ditulis Di Stefano tidak memberikan ruang yang cukup bagi Del Toro untuk menghadirkan eksplorasi yang lebih mendalam bagi karakter besar tersebut.

Secara mengejutkan, Josh Hutcherson mampu tampil cemerlang ketika berhadapan dengan penampilan prima Del Toro. Karakter Hutcherson yang tenang dan penampilannya yang terlihat begitu lugu mampu membuat karakter yang ia perankan menjadi sosok yang kuat, khususnya ketika jalan cerita Escobar: Paradise Lost mulai memberikan tekanan bagi karakter tersebut. Hutcherson berhasil menyajikan karakternya sebagai sosok kecil yang mungkin dipandang sebelah mata oleh karakter Pablo Escobar dan orang-orang yang berada di sekitarnya namun secara perlahan mampu membangunnya menjadi sosok karakter yang kuat dan berpengaruh pada karakter-karakter tersebut. Escobar: Paradise Lost juga mampu disajikan dengan tata teknikal yang kuat dan menjadikan film ini sebagai debut pengarahan yang cukup menjanjikan bagi seorang Andrea Di Stefano, terlepas dari potensi kuat yang gagal untuk dikembangkannya guna menjadikan Escobar: Paradise Lost tampil sebagai sebuah sajian yang lebih istimewa. [C]

Escobar: Paradise Lost (2015)

Directed by Andrea Di Stefano Produced by Dimitri Rassam, Frederique Dumas, Jermoe Seydoux Written by Andrea Di Stefano Starring Josh Hutcherson, Benicio del Toro, Brady Corbet, Claudia Traisac, Ana Girardot, Carlos Bardem, Aaron Zebede Music by Max Richter Cinematography Luis David Sansans Editing by David Brenner, Maryline Monthieux Studio Chapter 2/Nexus Factory/Pathé/Roxbury Pictures/uFilm Running time 120 minutes Country France, Spain, United States Language English, Spanish

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s