magic-in-the-moonlight-header

Review: Magic in the Moonlight (2014)


magic-in-the-moonlight-posterLayaknya Scoop (2006) dan Cassandra’s Dream (2007) setelah Match Point (2005) atau Whatever Works (2009) dan You Will Meet a Tall Dark Stranger setelah (2010) setelah Vicky Christina Barcelona (2008), karya-karya Woody Allen serasa selalu melemah setelah menghasilkan satu film yang berhasil meraih pujian luas dari para kritikus film dunia. Dan setelah tahun lalu merilis Blue Jasmine (2014) yang tidak hanya berhasil meraih kesuksesan kritikal dan komersial namun juga memenangkan aktris utamanya, Cate Blanchett, sebuah Academy Awards untuk Best Actress in a Leading Role, banyak orang mungkin telah berharap bahwa karya teranyar Allen, Magic in the Moonlight, akan memiliki kualitas yang seadanya. Guess what? It’s not. Meskipun tidak mampu mencapai raihan kualitas Blue Jasmine, ataupun film-film terbaik Allen lainnya, Magic in the Moonlight mampu tampil begitu elegan dan menghibur – khususnya berkat penampilan spektakular dari Colin Firth dan Emma Stone.

Seperti halnya Midnight in Paris (2011), Allen kembali membawa penontonnya ke atmosfer romansa yang hadir di Perancis pada penghujung tahun ‘20an. Film yang menjadi film ke-44 yang ditulis dan diarahkan oleh Allen ini sendiri berkisah mengenai seorang ilusionis popular, Stanley Crawford (Firth), yang ditugaskan untuk membongkar kepalsuan seorang gadis bernama Sophie Baker (Stone) yang mengaku memiliki indra keenam lalu menggunakannya untuk kepentingan komersialnya. Konflik antara karakter Stanley yang menggambarkan dirinya sebagai manusia paling rasional di Bumi melawan karakter Sophie yang memiliki kemampuan spiritual inilah yang menjadi sajian utama film ini. Allen dengan lihai menggunakan kemampuan komedinya untuk memasukkan berbagai satir tentang kaum rasional dan kaum spiritual dalam setiap dialog karakter-karakternya untuk menghasilkan sajian hiburan yang cukup cerdas namun tetap terasa ringan.

Allen juga mampu mengeksekusi dan mengemas jalan ceritanya dengan baik. Ritme pengisahan Magic in the Moonlight berada pada tempo menengah yang mampu membuat film ini bercerita secara lebih mendetil namun tidak pernah terasa terlalu lamban dan membosankan. Inspirasi yang diberikan Perancis juga begitu mendukung pada tampilan keindahan visual film. Kembali bekerjasama dengan sinematografer Darius Khondji yang dahulu sempat mendukung Allen dalam Midnight in Paris, Magic in the Moonlight tidak pernah kehabisan persediaan deretan gambar yang akan mampu memanjakan mata penontonnya sekaligus mendukung unsur romansa yang terdapat dalam jalan cerita film.

Dari departemen akting, seperti biasa, Magic in the Moonlight berisikan nama-nama pemeran yang jelas tidak diragukan lagi kredibitas aktingnya. Berada di barisan utama adalah Colin Firth dan Emma Stone. Dengan daya tarik yang mereka miliki, Firth dan Stone mampu menghidupkan karakter mereka dengan baik meskipun dengan karakterisasi peran yang saling bertolak belakang satu sama lain: Firth sebagai seorang pria yang selalu memandang dunia dengan rasa pesimis dan Stone sebagai gadis yang selalu menghabiskan waktunya dengan menikmati hidup. Penampilan keduanya adalah nyawa utama bagi film ini. Chemistry yang mereka hasilkan juga benar-benar terasa hangat, kuat dan meyakinkan. Setiap kali Firth dan Stone hadir bersamaan dalam adegan-adegan film, di saat itu pula Magic in the Moonlight mengeluarkan daya tarik terbaiknya yang tidak akan sanggup ditolak oleh siapapun.

Karakter-karakter lain yang berada di sekitar dua karakter yang diperankan Firth dan Stone hadir dalam kapasitas pendukung. Suatu hal yang cukup disayangkan sebenarnya. Dengan talenta-talenta seperti Marcia Gay Harden, Jacki Weaver hingga Hamish Linklater, Allen seharusnya mampu memberikan karakter-karakter pendukung dalam jalan cerita Magic in the Moonlight kesempatan dan porsi penceritaan yang lebih luas dan berisi. Deretan aktor pendukung tersebut tetap mampu tampil prima namun Magic in the Moonlight mungkin akan dapat tampil lebih kuat penceritaannya. [B-]

Magic in the Moonlight (2014)

Directed by Woody Allen Produced by Letty Aronson, Stephen Tenenbaum, Helen Robin Written by Woody Allen Starring Colin Firth, Emma Stone, Hamish Linklater, Marcia Gay Harden, Jacki Weaver, Erica Leerhsen, Eileen Atkins, Simon McBurney, Lionel Abelanski Cinematography Darius Khondji Edited by Alisa Lepselter Production company Perdido Productions Running time 97 minutes Country United States Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s