Review: Divergent (2014)


Divergent (Summit Entertainment/Red Wagon Entertainment, 2014)
Divergent (Summit Entertainment/Red Wagon Entertainment, 2014)

Hollywood’s search for the next great young adult adaptation continues with Divergent. Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Veronica Roth, Divergent sekilas terasa seperti sebuah kolaborasi warna penceritaan dari beberapa film hasil adaptasi novel young adult yang sebelumnya telah dirilis: penggambaran mengenai struktur masyarakat yang modern dan sempurna seperti dalam The Host (2013), pengelompokan kondisi masyarakat serta pelatihan dan pengujian fisik seperti yang terdapat dalam The Hunger Games (2012 – 2013), pemilihan kelompok yang dilakukan oleh setiap individu muda seperti dalam dunia Harry Potter (2001 – 2011) hingga kehadiran sosok karakter terpilih layaknya dalam Ender’s Game (2013). Meskipun menawarkan jalinan kisah yang terasa familiar dan tidak lagi baru, Divergent cukup mampu tergarap dengan baik, khususnya dengan pengarahan sutradara Neil Burger (Limitless, 2011) yang mampu menghadirkan penceritaan film ini dengan ritme yang tepat sekaligus mendapatkan dukungan kuat dari penampilan akting para jajaran pengisi departemen aktingnya.

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Evan Daugherty (Killing Season, 2013) dan Vanessa Taylor (Hope Springs, 2012), Divergent memiliki latar belakang pengisahan di kota Chicago, Amerika Serikat pada masa depan dimana setelah selesainya perang yang berkepanjangan, komposisi masyarakat yang tinggal di kota tersebut dibagi menjadi lima faksi berdasarkan kumpulan kepribadian anggota masyarakat masing-masing: Abnegation (tidak mementingkan kepentingan diri sendiri), Amity (baik), Candor (jujur), Erudite (cerdas) dan Dauntless (berani). Namun, Beatrice “Tris” Prior (Shailene Woodley), yang keluarganya berasal dari Abnegation menemukan dirinya memiliki kepribadian seorang Divergent yakni seseorang dengan kepribadian yang berasal lebih dari satu kelompok. Karena seorang Divergent dianggap sebagai sosok pemberontak dan berbahaya, Tris akhirnya memilih menyembunyikan identitas aslinya dan bergabung dengan kelompok Dauntless yang selama ini ia kagumi.

Masalah tentu saja tidak lantas selesai dengan masuknya Tris ke kelompok Dauntless. Disana, Tris dan sejumlah pemuda lain yang juga turut memilih untuk memasuki kelompok tersebut mulai mendapatkan latihan militer – karena sifat dasar Dauntless yang berani, mereka dijadikan sebagai aparat penjaga pertahanan dan kemanan negara – oleh Four (Theo James) dan Eric (Jai Courtney). Belum selesai dengan segala tantangan militer yang diberikan oleh Dauntless, Tris juga harus berhadapan dengan pimpinan kelompok Erudite, Jeanine Matthews (Kate Winslet), yang sepertinya mulai mencium adanya gelagat bahwa Tris merupakan seorang Divergent. Secara perlahan, Tris mulai mengumpulkan berbagai informasi mengenai orang-orang yang ada disekitarnya sekaligus mulai menyusun rencana untuk dapat bertahan dari segala serangan yang dapat saja membuat dirinya kehilangan nyawanya.

Sebagai sebuah bagian yang bertugas untuk memperkenalkan dunia penceritaan Divergent kepada para penontonnya, Neil Burger harus diakui melakukan tugasnya dengan cukup baik. Secara perlahan dan detil yang sangat kuat, Burger mengupas sedikit demi sedikit dunia penceritaan filmnya, menjelaskannya dengan cukup terperinci dan menyajikannya dengan visual yang sangat kuat. Penggambaran ini, sayangnya, menghabiskan cukup banyak durasi penceritaan Divergent. Dengan ritme pengisahan yang berjalan dengan tempo sederhana adalah mudah bagi beberapa penonton untuk merasa sedikit kejenuhan dalam menyimak perjalanan kisah film ini. Meskipun begitu, ketika konflik yang hadir di dalam jalan cerita mulai menyeruak, Burger mampu meningkatkan tempo penceritaan Divergent secara perlahan untuk kemudian terus mencengkeram perhatian penonton dan menjadikan film ini berhasil menyampaikan kisahnya dengan sangat lancar.

Tidak dapat disangkal, jika ada satu hal yang menjadi elemen paling kuat dalam penceritaan Divergent, hal tersebut muncul dari kemampuan para jajaran pemeran film ini untuk menghidupkan setiap karakter yang mereka perankan. Di garda terdepan adalah Shailene Woodley yang memerankan sang karakter utama, Tris Prior. Secara fisik, Woodley mungkin tidak memiliki tampilan yang dibutuhkan untuk menggambarkan sesosok wanita yang tangguh. Namun, Woodley, layaknya karakter Tris Prior, memiliki tekad dan kharisma yang begitu kuat untuk mampu mengalahkan seluruh rintangan yang ada di hadaapannya. Dengan kemampuan aktingnya yang begitu kuat, Woodley mampu menampilkan kapabilitas tersebut pada penonton sehingga berhasil tampil sangat meyakinkan. Woodley bahkan mampu menjadi sumber kehidupan bagi jalan penceritaan Divergent ketika film ini sedang melalui momen-momen lemah dan menjenuhkan.

Selain Woodley, Divergent juga memberikan penampilan yang apik dari Theo James. Tidak hanya sekedar tampan, James memiliki kharisma seorang aktor utama yang kuat dan mampu mengimbangi kehadiran Woodley dalam setiap adegan. Chemistry yang dijalin oleh keduanya juga terasa hangat dalam memberikan penampilan yang kuat bagi kisah romansa yang dijalani oleh kedua karakter yang mereka perankan. Penampilan unggulan lain datang dari deretan aktor muda seperti Ansel Elgort, Miles Teller, Jai Courney dan Zoë Kravitz yang memberikan atmosfer begitu menyegarkan bagi departemen akting film ini. Tidak ketinggalan, nama-nama besar seperti Kate Winslet – yang tampil mengesankan dalam karakter antagonis pertama yang ia perankan, Ashley Judd, Tony Goldwyn, Ray Stevenson dan Maggie Q juga tampil dinamis meskipun memerankan karakter dengan porsi penceritaan yang cukup minimalis.

Harus diakui, dengan tempo penceritaan yang mencapai lebih dari 120 menit, Neil Burger terasa sedikit berlebihan dalam memberikan pendalaman kepada penontonnya mengenai dunia Divergent yang ingin ia kisahkan. Pemilihan tempo penceritaan yang sederhana juga akan cukup mampu membuat beberapa penonton kehabisan kesabaran mereka sebelum akhirnya Burger menaikkan ritme penceritaan ketika deretan konflik dalam jalan penceritaan film ini tampil ke permukaan. Namun, terlepas dari goyahnya beberapa bagian penceritaan, Divergent mampu hadir dengan sokongan kualitas produksi dan departemen akting yang begitu memuaskan – khususnya dari penampilan duo Shailene Woodley dan Theo James yang begitu menyita perhatian di sepanjang film. Bukan sebuah karya yang istimewa namun Divergent jelas merupakan awal yang cukup menjanjikan bagi sebuah trilogi adaptasi novel young adult yang sebenarnya telah terlalu sering dieksploitasi oleh Hollywood akhir-akhir ini. [B-]

Divergent (Action | Adventure | Sci-Fi, 2014)

Directed by Neil Burger Produced by Douglas Wick, Lucy Fisher, Pouya Shabazian Written by Evan Daugherty, Vanessa Taylor (screenplay), Veronica Roth (novel, Divergent) Starring Shailene Woodley, Theo James, Ansel Elgort, Ray Stevenson, Kate Winslet, Zoë Kravitz, Maggie Q, Mekhi Phifer, Jai Courtney, Miles Teller, Ben Lamb, Ben Lloyd-Hughes, Christian Madsen, Tony Goldwyn, Ashley Judd, Amy Newbold, Justine Wachsberger Music by Junkie XL Cinematography by Alwin H. Küchler Editing by Richard Francis-Bruce Studio Summit Entertainment/Red Wagon Entertainment Running time 139 minutes Country United States Language English

3 thoughts on “Review: Divergent (2014)”

  1. daftar tokoh utama cewek dlm novel toung adult yg d angkat k film mkn bny dan tdk menutup kmungkinan mnjadi idola
    sebut aja Bella”twilight”, Katniss”the hunger games”, Beatrice”divergent”, Clary”the mortal instrument” (ada yg mau nambahkn?)
    dan spt sudah mnjd “tradisi” mmbndngkn karaktr yg satu dng yg lain
    toh bagiq ini membuktikn bahwa sosok wanita tdk lg dpndang sbg pendamping tokoh utama yg slama ini lbh diberikan pada laki-laki (critax sih emansipasi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s