Review: 7 Misi Rahasia Sophie (2014)


7 Misi Rahasia Sophie (Starvision Plus, 2014)
7 Misi Rahasia Sophie (Starvision Plus, 2014)

Setelah The Legend of Trio Macan (2013), Billy Christian melanjutkan karir penyutradaraan film layar lebarnya dengan sebuah film drama romansa remaja berjudul 7 Misi Rahasia Sophie. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Anggoro Saronto (Sang Kiai, 2013), 7 Misi Rahasia Sophie mencoba untuk menelusuri kisah persahabatan antara dua remaja yang dibalut dengan satir mengenai kegemaran kaum muda modern untuk mendokumentasikan diri dan kegiatan mereka di dunia maya. Sebuah ide cerita yang sebenarnya begitu sederhana namun masih cukup menarik. Sayangnya, kesederhanaan ide cerita tersebut kemudian gagal untuk mendapatkan pengembangan yang kuat. Akhirnya, di sepanjang 98 menit durasi penceritaan filmnya, 7 Misi Rahasia Sophie seringkali terasa datar secara emosional dalam penyajian kisahnya.

7 Misi Rahasia Sophie sendiri berkisah mengenai persahabatan antara dua orang remaja dengan dua kepribadian dan latar belakang keluarga yang berbeda, Sophie (Alisia Rininta) dan Marko (Stefan William). Sophie adalah sosok remaja puteri yang berasal dari keluarga harmonis dan selalu bersikap hangat dalam kesehariannya. Sebaliknya, Marko hadir dengan kepribadian yang cenderung dingin dan tertutup. Sebuah kepribadian yang mungkin muncul akibat kisah pernikahan kedua orangtuanya yang tidak harmonis dan berakhir dengan perceraian. Terlepas dari perbedaan tersebut, Sophie dan Marko sama-sama menikmati kehadiran satu sama lain, khususnya karena Marko selalu bersedia menemani Sophie ketika gadis tersebut sedang tenggalam dalam hobinya: merekam dan mengunggah video-video dirinya ke YouTube.

Kegemaran Sophie tersebut sebenarnya banyak mendapatkan cibiran dari teman-teman sekolahnya. Banyak diantara mereka yang menilai bahwa Sophie terlalu berhasrat untuk menjadi seorang figur yang terkenal. Marko bahkan sempat berpendapat bahwa kegemaran Sophie untuk merekam dan mengunggah video-video dirinya ke YouTube tersebut adalah pembuktian bahwa Sophie memiliki sifat egois sekaligus narsis. Jelas saja pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Sophie. Untuk membuktikannya, Sophie kemudian mengajak Marko untuk turut serta melakukan tujuh misi rahasianya. Marko setuju. Maka dimulailah rangkaian misi-misi Sophie yang isinya merupakan kegiatan sosial yang membantu orang-orang yang berada di sekitarnya. Sebuah misi yang mulia, tentu saja. Namun, di balik itu semua, Marko mulai merasa bahwa Sophie menyimpan sebuah rahasia di balik seluruh misinya.

7 Misi Rahasia Sophie jelas telah dirancang untuk menjadi sebuah sajian yang dapat dinikmati para penonton (gadis) remaja – atau mereka yang menggemari Stefan William. Tidak salah. Namun pengelolaan naskah cerita film ini harus diakui hadir dalam kualitas yang benar-benar dangkal. Plot dan konflik cerita yang dihadirkan sama sekali tidak pernah mampu dikembangkan dengan baik. Lihat bagaimana konflik-konflik tentang keluarga dari karakter Marko, hubungan antara karakter Sophie dan adiknya atau hubungan antara karakter Marko dengan karakter Imel (Pamela Bowie) dihadirkan di dalam jalan cerita untuk kemudian dibiarkan mengambang begitu saja. Memang, konflik-konflik tersebut terkesan sengaja dihadirkan tertahan untuk menghadirkan sebuah konflik final di akhir penceritaan film. Namun, sayangnya, kehadiran konflik final tersebut terlambat dan justru memberikan kesan bahwa baik Anggoro Saronto dan Billy Christian terlihat desperate dalam menghadirkan konklusi kisah sekaligus memaksakan kehadiran adegan yang (diharapkan) mampu menguras airmata penontonnya. Not working. At all.

Selain pengembangan cerita, karakter-karakter yang hadir dalam 7 Misi Rahasia Sophie juga begitu… dangkal. Karakter-karakter yang dapat dengan mudah dijumpai penonton pada setiap film drama remaja lain yang bernuansa serupa. Meskipun begitu, karakter-karakter tersebut cukup mampu dihidupkan dengan baik oleh jajaran pemeran film ini. Meskipun chemistry yang tercipta antara Stefan William dan Alisia Rininta sering tidak terlihat meyakinkan, namun keduanya berhasil membawakan peran mereka dengan cukup baik. Dan meskipun hadir dalam porsi yang begitu terbatas, Bucek Depp dan Wulan Guritno mampu mencuri perhatian dengan penampilan akting mereka yang begitu alami dan mengesankan. Kualitas lain yang menonjol dalam 7 Misi Rahasia Sophie berasal dari tata sinematografi arahan Hani Pradigya yang begitu indah serta tata musik karya Andhika Triyadi yang sangat mampu mencuri perhatian dalam setiap kehadirannya. Tata musik Andhika Triyadi – walau akan banyak mengingatkan penonton pada tata musik yang ia hasilkan untuk Hari Untuk Amanda (2010) dan Perahu Kertas (2012) – bahkan lebih mampu untuk menggugah sisi emosional penonton daripada jalan cerita film yang ia iringi sendiri.

Dangkal mungkin adalah kata yang paling tepat untuk dapat menggabarkan 7 Misi Rahasia Sophie. Formula sederhana dan familiar yang ingin dihadirkannya mungkin akan tetap menarik dan jauh lebih emosional jika saja beberapa plot cerita di film ini mampu mendapatkan penggalian yang lebih kuat. Sayangnya, hal tersebut tidak terjadi. Di sepanjang kehadiran ceritanya, penonton hanya disuguhi sajian drama tanggung yang tidak pernah benar-benar berhasil tampil menarik. Penampilan akting para pemerannya serta kualitas tata sinematografi dan musik film ini mungkin masih akan mampu memberikan kesan di beberapa bagian penceritaan. Namun secara keseluruhan, 7 Misi Rahasia Sophie adalah sebuah film dengan penceritaan yang begitu berantakan dan begitu menjemukan. [C-]

7 Misi Rahasia Sophie (Drama, 2014)

Directed by Billy Christian Produced by Fiaz Servia Written by Anggoro Saronto (screenplay), Billy Christian (cerita) Starring Alisia Rininta, Stefan William, Pamela Bowie, Bucek Depp, Wulan Guritno, Ambar Soedarno, Roewina Sahertian, Gary Iskak, Khansa Athaya, Marsha Beby Clarissa, Neni Anggraeni, Rischa Iskak, Rully Piss, Rifki Adriansyah, Ario Prabowo, Ricky Cuaca, Aaron Ashab, Dwi Putrantiwi, Michelle Joan, Ruby Susantyo, Lolita Balani, Leo Hermawan Music by Andhika Triyadi Cinematography by Hani Pradigya Editing by Cesa David Luckmansyah Studio  Starvision Plus Running time 98 minutes Country Indonesia Language Indonesian

Advertisements

11 thoughts on “Review: 7 Misi Rahasia Sophie (2014)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s