Review: Hours (2013)


HOURS / Director Eric Heisserer

Sebagai seorang aktor, Paul Walker memang tidak pernah dikenal sebagai sosok yang memiliki jangkauan dramatikal yang kuat. Semenjak berperan sebagai Brian O’Conner dalam The Fast and the Furious (2001) – film aksi yang berhasil mengangkat namanya ke jajaran aktor papan atas Hollywood serta kemudian berkembang menjadi rangkaian seri film karena kesuksesannya dan terus ia perankan hingga Fast and Furious 6 yang dirilis tahun lalu – nama Walker memang lebih identik dengan film-film pemacu adrenalin yang (sepertinya) memang tidak memberikan tantangan yang begitu berarti bagi kemampuan akting Walker. Meskipun begitu, penampilannya dalam film-film seperti Varsity Blues (1999), Eight Below (2006) dan Running Scared (2006), cukup berhasil membuktikan bahwa dirinya memiliki kapabilitas berperan yang cukup kuat jika diberikan wilayah penceritaan yang memadai.

Hours sendiri, yang menjadi debut penyutradaraan bagi Eric Heisserer yang sebelumnya lebih dikenal sebagai penulis naskah bagi A Nightmare on Elm Street (2010) dan Final Destination 5 (2011), kembali memberikan kesempatan pada Walker untuk menampilkan  kemampuan aktingnya sebagai seorang aktor dalam sebuah film drama. Yang lebih istimewa lagi, Hours menempatkan karakter yang diperankan oleh Walker sebagai sosok tunggal dalam jalan penceritaannya. Tantangan tersebut terbukti dapat dihadapi Walker dengan cukup baik. Meskipun sama sekali bukanlah sebuah penampilan akting yang istimewa, dengan kharisma yang ia miliki, Walker berhasil menghidupkan sekaligus akan membuat banyak penonton merasa bersimpati pada karakter yang ia perankan. Sayangnya, naskah cerita sekaligus pengarahan Heisserer yang terasa begitu terbatas membuat Hours terasa berjalan begitu lamban dan bertele-tele dalam penyampaian ceritanya.

Dengan jalan cerita yang berlatar belakang tragedi Badai Katrina yang menimpa New Orleans, Louisiana, Amerika Serikat di tahun 2005, Hours berkisah mengenai pasangan Nolan (Walker) dan Abigail Hayes (Génesis Rodríguez) yang akan menyambut kelahiran anak pertama mereka – meskipun terjadi lima minggu lebih awal dari prediksi yang sebelumnya ditetapkan oleh dokter. Malang, dalam usahanya untuk melahirkan sang anak, Abigail kemudian meninggal dunia. Meninggalnya Abigail jelas memberikan pukulan yang dahsyat bagi Nolan. Nolan harus menerima kenyataan bahwa ia harus merawat sendiri anak mereka – yang kini harus dirawat dalam sebuah inkubator selama 48 jam untuk membantunya dalam bernafas karena kelahirannya yang terlalu dini – tanpa kehadiran sang istri yang begitu ia cintai.

Secara perlahan, Badai Katrina yang menimpa wilayah New Orleans, Louisiana, Amerika Serikat mulai memberikan pengaruhnya pada kehidupan Nolan. Rumah sakit yang ia tempati bersama anaknya mengalami kebanjiran dan menyebabkan seisi rumah sakit kini harus dievakuasi. Perawatan sang anak yang berada dalam inkubator sayangnya kemudian mencegah Nolan untuk dapat turut dievakuasi. Permasalahan semakin rumit ketika rumah sakit tersebut mengalami pemadaman listrik dan baterai cadangan yang terdapat pada inkubator mengalami kerusakan. Nolan lantas harus berusaha semampu mungkin agar inkubator tersebut dapat tetap hidup yang sekaligus juga akan menyelamatkan nyawa anaknya.

Tidak banyak hal yang dapat diceritakan dari Hours. Hal ini, pada banyak bagian, disebabkan oleh minimnya konflik yang dapat dibangun dan dikembangkan oleh Eric Heisserer dalam naskah cerita yang ia tulis. Penggunaan konflik yang dilakukan secara berulang sebenarnya dapat saja dikemas dengan lebih hidup jika Heisserer mampu memberikan adanya corak penceritaan yang berbeda pada setiap pengulangan konflik. Jalan cerita Hours sendiri terasa benar-benar hidup ketika Heisserer mulai meningkatkan ritme penceritaan di paruh ketiga film dengan menghadirkan sebuah konflik baru yang mulai diwarnai adegan aksi. Sejujurnya, di bagian inilah penonton baru dapat benar-benar merasakan intensitas emosional cerita yang seharusnya telah terjalin semenjak konflik yang menimpa sang karakter utama mulai dihadirkan.

Heisserer juga gagal untuk memberikan penggalian karakter yang mencukupi bagi sang karakter utama. Padahal, dengan keberadaan sang karakter utama yang menjadi sentral penceritaan dan hadir dalam setiap adegan, penonton jelas membutuhkan sosok karakter yang dapat mereka berikan rasa simpati mereka. Untunglah Paul Walker hadir dalam kemampuan akting terbaiknya. Oleh Walker, karakter Nolan menjadi sosok yang begitu mudah untuk disukai – meskipun, oleh naskah cerita, mengambil banyak keputusan buruk yang justru menyulitkan kehidupannya sendiri. Walker juga menghasilkan chemistry yang begitu erat antara dirinya dengan aktris Génesis Rodríguez yang berperan sebagai sosok istrinya dan hadir lewat adegan-adegan kilas balik. Penampilan akting Walker-lah yang kemudian mampu menutupi penggalian karakter serta cerita yang jauh dari kesan mencukupi pada naskah cerita yang ditulis oleh Heisserer.

Dengan porsi penceritaan yang begitu besar diberikan kepada karakternya, Paul Walker terbukti mampu hadir dengan penampilan dramanya yang cukup mengesankan. Sayang, penampilan Walker tersebut tidak mampu begitu saja menghilangkan berbagai kelemahan yang terdapat dalam naskah cerita yang ditulis oleh sutradara Eric Heisserer. Heisserer seperti kebingungan untuk menemukan tata penceritaan yang tepat untuk dapat mengembangkan kisah cerita yang ia bangun. Hasilnya, Hours berisi terlalu banyak pengulangan konflik yang ketika dihadirkan dalam ritme penceritaan yang terlalu lamban membuat jalan cerita film ini terkesan terasa begitu bertele-tele. Salah satu penampilan akting terbaik dari Paul Walker… namun jelas dalam sebuah film yang berkualitas terlalu lemah untuk dapat memberikan kesan yang lebih mendalam.

popcornpopcorn popcorn3 popcorn2popcorn2

Hours (The Safran Company, PalmStar Entertainment, 2013)
Hours (The Safran Company, PalmStar Entertainment, 2013)

Hours (Drama | Thriller, 2013)

Directed by Eric Heisserer Produced by Peter Safran Written by Eric Heisserer Starring Paul Walker, Génesis Rodríguez, TJ Hassan, Nick Gomez, Judd Lormand, Michelle Torres, Kerry Cahill, Yohance Myles, Natalia Safran, Elton LeBlanc, Tony Bentley, Emily D. Haley, Christopher Matthew Cook, Cynthia LeBlanc, Lena Clark Music by Benjamin Wallfisch Cinematography by Jaron Presant Editing by Sam Bauer Studio The Safran Company, PalmStar Entertainment Running time 97 minutes Country United States Language English

One thought on “Review: Hours (2013)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s