Review: Kemasukan Setan (2013)


kemasukan-setan-header

Setelah kesuksesannya menggarap The Witness (2012) – yang meraih popularitas cukup tinggi ketika ditayangkan di Filipina dan sempat dinominasikan untuk mewakili negara tersebut berlaga di kategori Best Foreign Language Film pada ajang The 85th Annual Academy Awards, Muhammad Yusuf kembali lagi dengan film terbarunya, Kemasukan Setan. Berbeda dengan empat film yang pernah diarahkan Muhammad Yusuf sebelumnya, Kemasukan Setan adalah sebuah film thriller yang memanfaatkan teknik penceritaan found footage sekaligus menumpukan seluruh perhatian ceritanya pada satu karakter utama. Jelas sebuah gaya penceritaan yang cukup beresiko, khususnya bagi pangsa pasar penonton Indonesia. Sayang, keberanian Muhammad Yusuf untuk mengambil resiko tersebut hadir dengan naskah cerita yang berisi terlalu banyak kelemahan di berbagai sisi penceritaannya yang kemudian membuat Kemasukan Setan seringkali tampil cenderung membosankan.

Kemasukan Setan berkisah mengenai obsesi seorang pemuda berusia 23 tahun yang bernama Eddy Arwana (Aldi Taher) untuk berhubungan dengan dunia mistis dan menemukan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia tersebut. Eddy sendiri sebenarnya adalah sosok yang selalu menggunakan logikanya ketika berpikir dan sama sekali tidak percaya dengan keberadaan setan atau berbagai makhluk yang berasal dari dunia magis. Dan karena merasa lelah dengan kepercayaan banyak orang atas dunia mistis tersebutlah Eddy kemudian memutuskan untuk berusaha sendiri dan membuktikan pendapatnya. Dengan bermodalkan sebuah kamera digital, Eddy memulai perjalanannya ke berbagai tempat yang dikenal angker di berbagai pelosok wilayah Pulau Jawa.

Sial, setelah dua tahun melakukan perjalanannya, Eddy sama sekali tidak menemukan apapun mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan dunia mistis. Merasa terobsesi, Eddy lantas memutuskan untuk melakukan sebuah perbuatan ekstrem dengan maksud agar para makhluk dari dunia magis mau mendatanginya. Sayangnya, Eddy sama sekali tidak mengkalkulasikan dengan baik berbagai efek lain dari perbuatannya. Perbuatan ekstremnya tersebut secara perlahan mulai memberikan pengaruh pada kehidupan Eddy… sebuah efek perbuatan yang kemudian menghantui nyawanya serta orang-orang yang begitu disayanginya.

Dengan minimnya kehadiran karakter lain di dalam jalan penceritaan, naskah cerita Kemasukan Setan seharusnya mampu menghidupkan alur ceritanya dengan mengaplikasikan deretan konflik dan dialog yang menarik untuk digunakan karakter Eddy Arwana. Sayangnya, naskah cerita yang juga ditulis oleh Muhammad Yusuf tidak mampu mengakomodir kebutuhan tersebut. Di sepanjang 90 menit durasi penceritaan Kemasukan Setan, Muhammad Yusuf terlihat hanya menghadirkan kumpulan adegan perjalanan sang karakter utama tanpa adanya tambahan konflik yang berarti. Hasilnya, banyak adegan dalam Kemasukan Setan yang terkesan dipanjang-panjangkan tanpa pernah terasa esensial kehadirannya.

Konflik utama yang disajikan – yang terasa hadir setelah sekian jam film berjalan – juga sama sekali tidak mampu dieksekusi dengan baik. Dangkal, namun berusaha untuk disajikan selama mungkin. Namun, “kecurangan” utama Kemasukan Setan terletak di akhir penceritaan. Muhammad Yusuf dengan seenaknya memasukkan kumpulan footage yang dikisahkan sebagai kumpulan rekaman yang dihasilkan oleh karakter Eddy Arwana dengan tanpa adanya kaitan yang berarti antara adegan penceritaan kumpulan footage tersebut dengan cerita utama – yang sebenarnya telah berakhir. Meskipun harus diakui kumpulan footage tersebut mampu digarap dengan baik dan memberikan atmosfer yang lumayan creepy bagi penontonnya, namun tetap saja tidak mampu menutupi kesan bahwa tampilnya kumpulan footage tersebut adalah trik murahan untuk menakuti penonton setelah gagal memberikan kualitas penceritaan yang memadai.

Dari departemen akting, Aldi Taher sendiri sebenarnya cukup mampu untuk menghidupkan karakter yang ia bawakan. Sayangnya, dengan ruang sempit yang diberikan naskah cerita dalam penggalian karakter Eddy Arwana, penampilan Aldi sendiri akhirnya juga terkesan begitu terbatas dan tidak pernah benar-benar mampu untuk mengikat perhatian penonton. Sementara itu, beberapa pemeran pendukung malah tampil lemah. Meskipun tampil dalam porsi penceritaan yang minimalis, penampilan akting Vivi Sofia Yofani dan Farah Diba yang terasa kaku pada banyak bagian juga harus diakui cukup mengganggu penampilan kualitas film secara keseluruhan.

Sejujurnya, Kemasukan Setan bukanlah sebuah presentasi film yang sangat buruk – setidaknya jika dibandingkan dengan kebanyakan film horor yang dilontarkan ke pasaran penonton Indonesia. Namun, dengan penggunaan karakter tunggal dan konflik yang cenderung monoton, Muhammad Yusuf seharusnya mampu untuk mengisi 90 menit durasi penceritaan Kemasukan Setan dengan intrik yang lebih berwarna dan hidup. Lemahnya penyusunan naskah cerita serta eksekusi yang terlalu bertele-tele akhirnya justru membuat Kemasukan Setan seringkali terasa membosankan dalam menyajikan ceritanya. Tidak buruk namun jelas belum akan memuaskan para penikmat film horor.

popcornpopcornpopcorn3popcorn2popcorn2

Kemasukan Setan (AAA Bali Bumerang Films, 2013)
Kemasukan Setan (AAA Bali Bumerang Films, 2013)

Kemasukan Setan (2013)

Directed by Muhammad Yusuf Produced by Muhammad Zainuddin Written by Muhamad Yusuf Starring Aldi Taher, Vivi Sofia Yofani, Farah Diba Music by Izzal Peterson Cinematography Satya Ginong Editing by Es Beantoro Studio AAA Bali Bumerang Films Running time 90 minutes Country Indonesia Language Indonesian

 

 

One thought on “Review: Kemasukan Setan (2013)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s