Review: Jack the Giant Slayer (2013)


jack_the_giant_slayer_header

Well… Hollywood sepertinya masih belum akan berhenti untuk melakukan interpretasi ulang dari berbagai kisah dongeng klasik dunia. Setelah Alice In Wonderland (2010), dua versi pengisahan terbaru dari Snow White, Mirror Mirror (2012) dan Snow White and the Huntsman (2012), serta Hansel & Gretel: Witch Hunters yang dirilis pada awal tahun, kini giliran dua kisah dongeng asal Inggris, Jack and the Beanstalk serta Jack the Giant Killer, yang dipadukan menjadi sebuah presentasi film berjudul Jack the Giant Slayer dengan Bryan Singer (Superman Returns, 2006) bertugas sebagai sutradaranya. Walau harus diakui bahwa Singer masih mampu memberikan momen-momen menyenangkan melalui penampilan para jajaran pemeran serta penampilan tata visualnya yang berkelas, namun jelas tidak dapat disangkal bahwa Jack the Giant Slayer tampil begitu dangkal dalam penceritaannya yang membuat banyak bagian film ini menjadi terasa sangat membosankan.

Jack the Giant Slayer memulai kisahnya dengan memperkenalkan dua karakter utamanya: seorang pemuda bernama Jack (Nicholas Hoult) yang berasal dari keluarga sederhana serta seorang gadis bernama Isabelle (Eleanor Tomlinson) yang merupakan puteri tunggal dari King Brahmwell (Ian McShane). Walaupun sama sekali belum pernah bertemu satu sama lain, keduanya memiliki ketertarikan yang sama terhadap sebuah legenda yang mengisahkan mengenai King Erik yang dahulu pernah menaklukkan kawanan raksasa yang turun dari langit ke Bumi dengan bantuan sebuah biji kacang ajaib yang kemudian dapat berubah menjadi sebuah pohon kacang berukuran raksasa pula.

Tentu saja, garisan takdir kemudian mempertemukan Jack dan Isabelle – yang sayangnya terjadi dalam situasi yang kurang menyenangkan. Biji kacang ajaib yang selama ini dianggap sebagai sebuah legenda ternyata benar-benar ada dan secara tidak sengaja tumbuh menjadi pohon kacang raksasa dan dalam pertumbuhannya membawa Isabelle ke atas langit. Jack segera memberitahukan hal tersebut pada King Brahmwell yang kemudian mengutus pengawal setianya, Elmont (Ewan McGregor), serta penasehatnya, Lord Roderick (Stanley Tucci), untuk bersama Jack berangkat melawan para raksasa dan menemukan kembali Isabelle.

Jack the Giant Slayer sepertinya akan memenuhi setiap ekspektasi dari film yang murni mengandalkan kemampuannya dalam menyajikan tata visual yang spektakuler dengan jalan penceritaan yang… well… minimalis. Naskah garapan Darren Lemke (Shrek Forever After, 2010), Christopher McQuarrie (Jack Reacher, 2012) dan Dan Studney sebenarnya menawarkan jalan cerita sederhana yang biasa ditemukan dalam kisah-kisah yang mengedepankan tema from zero to hero. Sayangnya, naskah sederhana tersebut kemudian terasa diulur-ulur sedemikian panjang sehingga akhirnya justru terasa bertele-tele, kehilangan begitu banyak jangkauan emosional kisahnya dan berakhir dengan kesan membosankan secara keseluruhan. Dengan durasi penceritaan yang mencapai 114 menit, Jack the Giant Slayer hanya mampu tampil menegangkan di sepanjang 30 menit penampilannya… yang terletak di penghujung film!

Dengan kisah dan karakter yang jelas-jelas hanya dimaksudkan sebagai hiburan semata, para jajaran pengisi departemen akting Jack the Giant Slayer ternyata masih mampu memberikan penampilan mereka yang cukup menarik. Lihat bagaimana Ewan McGregor, Stanley Tucci serta Ian McShane tampak begitu bebas dan bersenang-senang dengan peran mereka. Hal yang sama juga dapat diungkapkan pada penampilan Nicholas Hoult dan Eleanor Tomlinson – walaupun dengan porsi penceritaan yang lebih besar pada karakter mereka menyebabkan penampilan keduanya seringkali terlihat tidak mengalami pengembangan yang berarti di sepanjang film. Jika ada kualitas yang benar-benar menonjol pada film ini, hal itu jelas muncul dari penggarapan tata visual film ini. Mulai dari penggarapan visual mengenai para raksasa, wilayah langit tempat mereka berkuasa hingga adegan peperangan yang mereka jalani dengan pasukan kerajaan mampu disajikan dengan baik dan cukup meyakinkan.

Kisah petualangan standar yang disajikan Bryan Singer dalam Jack the Giant Slayer sebenarnya dapat saja dihadirkan dalam nuansa yang lebih menyenangkan jika Singer mampu memangkas banyak bagian penceritaan yang tidak esensial serta menggarap kisah film ini menjadi lebih singkat dan efektif. Well… sayangnya hal tersebut tidak terjadi. Meskipun masih mampu dihadirkan dengan penampilan visual yang begitu meyakinkan serta jajaran pemeran yang cukup mampu menghidupkan setiap karakter yang mereka perankan, Jack the Giant Slayer adalah sebuah presentasi hiburan yang tampil dengan jalan penceritaan yang begitu bertele-tele dan disajikan dalam durasi yang terlalu panjang. Membosankan.

popcornpopcorn  popcorn3popcorn2popcorn2

Jack the Giant Slayer (New Line Cinema/Legendary Pictures/Original Film/Big Kid Pictures/Bad Hat Harry Productions, 2013)
Jack the Giant Slayer (New Line Cinema/Legendary Pictures/Original Film/Big Kid Pictures/Bad Hat Harry Productions, 2013)

Jack the Giant Slayer (2013)

Directed by Bryan Singer Produced by David Dobkin, Ori Marmur, Patrick McCormick, Neal H. Moritz, Bryan Singer Written by Darren Lemke, Christopher McQuarrie, Dan Studney (screenplay), Darren Lemke, David Dobkin (storyStarring Nicholas Hoult, Eleanor Tomlinson, Stanley Tucci, Ian McShane, Bill Nighy, John Kassir, Ewan McGregor, Eddie Marsan, Ewen Bremner Music by John Ottman Cinematography Newton Thomas Sigel Editing by Bob Ducsay, John Ottman Studio New Line Cinema/Legendary Pictures/Original Film/Big Kid Pictures/Bad Hat Harry Productions Running time 114 minutes Country United States Language English

5 thoughts on “Review: Jack the Giant Slayer (2013)”

  1. It was a fun ride, actually. Tidak perlu berpikir terlalu sulit ketika menonton film ini.
    Tapi, ya memang penceritaannya agak bertele-tele dan bagian akhirnya membuat saya berbisik, “That’s it?!?” dan “Errr… London in modern age?”
    Lalu, saya merasa setelah seluruh petualangan yang dialami para tokoh, mereka masih terlihat sangat bersih! And, even Elmont’s hair still looks perfect after all those rain, wind and dust!

    1. Lalu, saya merasa setelah seluruh petualangan yang dialami para tokoh, mereka masih terlihat sangat bersih! <<<<<—— yang ini bener banget 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s