Review: Flight (2012)


flight-header

Setelah beberapa saat terjebak di dunia animasi, Robert Zemeckis kembali mengarahkan sebuah film live action – yang, by the way, menjadi film live action pertamanya semenjak kesuksesan Cast Away di tahun 2000 yang lalu. Dengan naskah yang ditulis oleh John Gatins (Real Steel, 2011), Flight mencoba mengisahkan mengenai bagaimana kelamnya kehidupan seorang alkoholik. Terdengar familiar? Well… sayangnya, pendekatan yang dilakukan oleh Zemeckis dalam menceritakan kisah tersebut juga akan membuat banyak orang merasa bahwa tidak ada sesuatu yang istimewa dalam garis penceritaan film ini. Terkecuali, tentu saja, penampilan Denzel Washington yang mampu menghidupkan karakternya dengan begitu meyakinkan.

Flight dibuka dengan memperkenalkan karakter utamanya, William ‘Whip’ Whitaker (Denzel Washington), seorang pilot yang baru saja menghabiskan malamnya bersama seorang pramugari bernama Katerina Marquez (Nadine Velasquez) dengan berhubungan seks, menikmati alkohol serta obat-obatan terlarang meskipun mereka berdua memiliki jadwal terbang di pagi hari. Pun begitu, baik Whip dan Katerina tetap mampu menjalankan tugas mereka… hingga pesawat yang diawaki Whip mengalami masalah teknis ketika sedang berada di udara. Whip, bersama dengan co-pilot Ken Evans (Brian Geraghty), melakukan segala cara untuk mengontrol pesawat tersebut hingga akhirnya mereka mampu mendarat di sebuah lapangan luas.

Whip, yang pingsan selepas melakukan pendaratan darurat, kemudian terbangun di sebuah kamar rumah sakit. Oleh rekannya, Charlie Anderson (Bruce Greenwood), Whip diberitahu bahwa seluruh masyarakat di Amerika Serikat menganggapnya sebagai seorang pahlawan karena mampu menyelamatkan 96 orang dari 102 penumpang yang ia bawa.  Mengalami sebuah kejadian yang hampir saja merenggut nyawanya, Whip bertekad untuk tidak lagi mengkonsumsi alkohol serta obat-obatan. Sayangnya, hal tersebut tidak berlangsung lama. Ketika Badan Nasional Keselamatan Transportasi Amerika Serikat menemukan bahwa terdapat kandungan alkohol dan narkotika dalam sampel darahnya, Whip harus melalui serangkaian pemeriksaan yang kemudian menyebabkannya terjerembab kembali untuk mengkonsumsi barang-barang haram tersebut.

Paruh awal Flight adalah menit-menit keemasan dari jalan penceritaan film ini. Seiring dengan perkenalan penonton dengan jalan cerita film, Robert Zemeckis juga mampu memperkenalkan karakter-karakter di dalam jalan cerita tersebut dengan baik: William ‘Whip’ Whitaker yang terlihat sebagai sosok yang seperti menyerahkan diri pada ketergantungannya pada alkohol dan narkotika serta karakter Nicole Maggen (Kelly Reilly) yang walaupun merupakan seorang pengguna narkotika, namun jelas terlihat bahwa dirinya merasa terjebak dalam keadaan tersebut. Kedua karakter yang berada pada posisi yang sama namun dengan arah hidup yang berbeda tersebut nantinya akan dipertemukan untuk kemudian berkembang menjadi sebuah drama romansa yang terbentuk antara keduanya.

Zemeckis juga mampu merangkai bagian pengisahan awal Flight menjadi sebuah bagian penceritaan dengan intensitas ketegangan yang begitu kuat. Adegan detik-detik permasalahan teknis yang dialami oleh pesawat yang dikemudikan oleh karakter William ‘Whip’ Whitaker hingga akhirnya pesawat tersebut mendarat mampu disajikan secara dramatis. Sayangnya, jalan penceritaan Flight setelahnya mulai terasa berjalan begitu statis. Setiap adegan terasa seperti hanyalah penggambaran berulangkali mengenai bagaimana karakter William ‘Whip’ Whitaker membiarkan dirinya terjerumus dalam ketergantungannya. Drama romansa antara karakter William ‘Whip’ Whitaker dan Nicole Maggen juga gagal untuk berkembang dengan baik – kebanyakan karena karakter Nicole Maggen sendiri cenderung dihadirkan sebagai karakter pendukung yang tidak terasa esensial bagi kisah utama film ini.

Kedangkalan penggalian karakter tidak hanya terjadi pada karakter Nicole Maggen. Hampir kebanyakan karakter-karakter pendukung yang berada di sekitar karakter William ‘Whip’ Whitaker hanya tampil sekedar untuk menambah warna penceritaan film ini. Pun begitu, penampilan dari jajaran pemeran yang terdiri dari Kelly Reilly, Don Cheadle, John Goodman, Bruce Greenwood,  Brian Geraghty, James Badge Dale hingga Melissa Leo jelas tidak dapat dikategorikan sebagai penampilan yang mengecewakan. Penampilan mereka mampu memberikan dukungan yang kuat bagi penampilan fantastis dari Denzel Washington yang begitu tenggelam pada kelamnya karakter yang ia mainkan.

Flight mungkin adalah sebuah film yang lebih mengedepankan character study dari karakter utamanya yang merupakan seorang alkoholik dan pengguna narkotika. Walau Denzel Washington dan Robert Zemeckis mampu membuat penggalian karakter tersebut terasa begitu kompleks namun tetap hadir secara meyakinkan, sayangnya penjabaran jalan cerita Flight sendiri terkesan terlalu monoton – sebuah masalah yang mungkin menyebabkan banyak penonton gagal untuk terhubung secara emosional pada karakter yang diperankan Washington. Flight bukanlah sebuah presentasi yang buruk. Namun pada kebanyakan bagian, Flight gagal untuk membuat penonton merasa peduli akan jalan cerita yang sedang dihadirkan.

popcornpopcornpopcorn popcorn2popcorn2

Flight (ImageMovers/Paramount Pictures/Parkes/MacDonald Productions, 2012)
Flight (ImageMovers/Paramount Pictures/Parkes/MacDonald Productions, 2012)

Flight (2012)

Directed by Robert Zemeckis Produced by Laurie MacDonald, Walter F. Parkes, Jack Rapke, Steve Starkey, Robert Zemeckis Written by John Gatins Starring Denzel Washington, Tamara Tunie, John Goodman, Kelly Reilly, Melissa Leo, Don Cheadle, Nadine Velazquez, Bruce Greenwood, Brian Geraghty, James Badge Dale Music by Alan Silvestri Cinematography Don Burgess Editing by Jeremiah O’Driscoll Studio ImageMovers/Paramount Pictures/Parkes/MacDonald Productions Running time 139 minutes Country United States Language English

Advertisements

2 thoughts on “Review: Flight (2012)”

  1. Scene detik2 pesawat nya mau jatuh itu cukup membuat ngeri.
    Setelah itu flat. Denzel prima sekali as always….tapi bukan karakter yg akan bikin dia dapet oscar yang ke sekian sih kayaknya. Kelly Reilly one day akan dapet nominasi oscar kalo film2 berikutnya bagus…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s