Review: Bullet to the Head (2013)


Bullet To The Head

Seperti halnya Arnold Schwarzenegger dalam The Last Stand, Bruce Willis dalam A Good Day to Die Hard serta Jason Statham dalam Parker, Bullet to the Head kembali menempatkan Sylvester Stallone sebagai seorang bintang utama dalam sebuah film yang berasal dari genre yang telah begitu membuat namanya menjadi begitu melegenda. Stallone sendiri jelas memiliki jangkauan akting yang paling baik diantara rekan-rekannya di franchise The Expendables tersebut. Kualitas itulah yang kemudian mampu membuat karakter yang ia perankan tidak terlihat begitu dipaksakan kehadiran dan ketangguhannya di dalam jalan cerita Bullet to the Head. Ditambah dengan kualitas pengarahan Walter Hill (48 Hrs., 1982) yang masih cukup handal, Bullet to the Head mampu tampil menjadi sebuah film aksi ringan yang menghibur meskipun dengan berbagai kelemahan di sudut penceritannya.

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Alessandro Camon (The Messenger, 2009)  berdasarkan novel grafis berjudul Du Plomb Dans La Tête karya Alexis Nolent, Bullet to the Head berkisah mengenai seorang pembunuh bayaran bernama Jimmy Bonomo (Stallone) yang baru saja dikhianati oleh orang-orang yang telah menyewanya dan mengakibatkan rekan kerjanya, Louis Blanchard (Jon Seda), kemudian terbunuh oleh seorang pembunuh berdarah dingin yang dikenal dengan nama Keegan (Jason Momoa). Kedekatan yang selama ini telah ia jalin bersama Louis tentu saja kemudian membuat Jimmy merasa berang sekaligus kehilangan dan bersumpah bahwa ia akan membalas kematian reka kerjanya tersebut.

Tidak lama setelah kejadian tersebut, Jimmy kemudian dihubungi oleh seorang detektif bernama Taylor Kwon (Sung Kang) yang berniat untuk menginvestigasi kematian seorang mantan rekan kerjanya, Hank Greely (Holt McCallany). Taylor sendiri menduga bahwa kematian Hank dan Louis yang terjadi dalam waktu yang berdekatan memiliki sebuah hubungan yang kuat dan berusaha mendekati Jimmy agar mau bekerjasama dengan dirinya. Walau awalnya merasa tidak tertarik akibat rasa tidak sukanya terhadap para anggota kepolisian, namun Jimmy kemudian mulai menerima kehadiran Taylor dan bersama mulai mengusut mengenai misteri siapa orang yang berada di balik kedua pembunuhan tersebut.

Salah satu elemen terkuat dari Bullet to the Head jelas berada pada penulisan naskah film ini. Meskipun harus diakui masih memiliki cukup banyak kekurangan, khususnya di bagian pengembangan beberapa karakter antagonis yang seharusnya mampu ditampilkan lebih mendalam lagi, namun Alessandro Camon jelas terlihat tidak pernah berusaha untuk menampilkan Bullet to the Head menjadi sebuah film aksi dengan kapasitas cerita maupun tampilan karakter yang berlebihan. Alur cerita mengenai usaha untuk menghadapi sang karakter antagonis utama dengan menghadapi karakter-karakter pendukung terlebih dahulu jelas merupakan sebuah format penceritaan aksi yang tradisional. Begitupun, Camon mampu meramunya menjadi sebuah penceritaan yang meskipun ringan dan jelas akan mudah dilupakan namun akan berhasil memberikan momen-momen aksi hiburan yang kuat selama film ini berjalan.

Walter Hill sendiri terlihat seperti mencoba mengulang kesuksesan duo karakter 48 Hrs. yang diperankan Eddie Murphy dan Nick Nolte dalam memasangkan Sylvester Stallone dan Sung Kang. Elemen tersebut mungkin akan semakin terasa setelah melihat banyaknya guyonan bernada rasial yang saling dilontarkan antar kedua karakter yang diperankan Stallone dan Kang. Meskipun kehadiran deretan guyonan tersebut akan mampu menghasilkan momen-momen hiburan tambahan dalam penceritaan Bullet to the Head, namun sayangnya chemistry yang dihadirkan oleh Stallone dan Kang untuk karakter yang mereka perankan tidak pernah mampu tampil kuat dan meyakinkan. Jangan salah, keduanya tampil meyakinkan dalam menghidupkan peran mereka. Namun chemistry keduanyalah yang tampil terlalu datar dan kurang kuat.

Kelemahan naskah cerita Bullet to the Head yang berada kurangnya penggalian elemen cerita pada banyak karakter pendukungnya harus diakui membuat banyak pemeran pendukung tidak dapat berbuat banyak untuk menghidupkan karakter mereka. Nama-nama seperti Jason Momoa, Sarah Shahi, Adewale Akinnuoye-Agbaje hingga Christian Slater otomatis hanya berperan sesuai dengan porsi karakter yang mereka mainkan tanpa pernah diberikan kesempatan untuk membuat kehadiran karakter pendukung tersebut lebih berarti – walaupun pada bagian penceritaannya, banyak diantara karakter pendukung tersebut memegang peranan vital pada jalan cerita secara keseluruhan.

Bullet to the Head memang akan berjalan sesuai dengan ekspektasi dari setiap penggemar film-film sejenis – sebuah film yang berisi banyak adegan bernuansa kekerasan dan darah dengan dorongan adegan aksi  yang kuat. Tidak lebih. Meskipun terdapat banyak kekurangan pada pengembangan karakter dan beberapa sudut penceritaannya, namun tidak dapat disangkal bahwa kharisma Sylvester Stallone yang kuat sebagai seorang bintang film-film aksi masih mampu dapat terasa dengan kuat di film ini. Ditambah dengan kemampuan Walter Hill untuk menghasilkan ritme penceritaan cerita yang tepat dan begitu terjaga dengan baik, Bullet to the Head mampu menjadi sebuah film aksi yang begitu menghibur.

popcornpopcornpopcorn popcorn2popcorn2

Bullet to the Head (Dark Castle Entertainment/IM Global/After Dark Films/Automatik Entertainment/EMJAG Productions/Millar Gough Ink/Silver Reel, 2013)
Bullet to the Head (Dark Castle Entertainment/IM Global/After Dark Films/Automatik Entertainment/EMJAG Productions/Millar Gough Ink/Silver Reel, 2013)

Bullet to the Head (2013)

Directed by Walter Hill Produced by Alfred Gough, Alexandra Milchan, Miles Millar, Joel Silver, Kevin King Templeton Written by Alessandro Camon (screenplay), Alexis Nolent (graphic novel, Du Plomb Dans La TêteStarring Sylvester Stallone, Sung Kang, Sarah Shahi, Adewale Akinnuoye-Agbaje, Jason Momoa, Christian Slater, Jon Seda, Holt McCallany, Brian Van Holt, Weronika Rosati, Dane Rhodes, Marcus Lyle Brown, Douglas M. Griffin Music by Steve Mazzaro Cinematography LLoyd Ahern II Editing by Timothy Alverson Studio Dark Castle Entertainment/IM Global/After Dark Films/Automatik Entertainment/EMJAG Productions/Millar Gough Ink/Silver Reel Running time 91 minutes Country United States Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s