Review: Ted (2012)


Sebagai salah satu pria terlucu di Hollywood yang paling sukses – ia adalah salah satu otak dibalik kesuksesan serial televisi bernuansa komedi Family Guy, American Dad! dan The Cleveland Show yang ketiganya masih tayang hingga saat ini – cukup mengherankan bila Seth McFarlane baru melakukan debut penyutradaraannya di tahun 2012 melalui film komedi Ted. Dengan naskah cerita yang ia tulis bersama kolaboratornya di Family Guy dan The Cleveland Show, Alec Sulkin dan Wellesley Wild, McFarlane mampu menggarap Ted menjadi sebuah film yang berhasil menghantarkan setiap elemen komedi yang dibutuhkan untuk menghasilkan tawa penonton, terlepas dari jalan cerita yang sederhana (dan cenderung klise).

Ted berkisah mengenai seorang anak penyendiri bernama John Bennett (Bretton Manley) yang mengucapkan keinginan agar boneka beruang yang dihadiahkan orangtuanya kepada dirinya dapat diberikan kemampuan berkomunikasi dan hidup layaknya manusia biasa agar dirinya memiliki seorang teman. Dan secara ajaib… keinginan tersebut terwujud. Boneka beruang tersebut, yang disebut dengan Ted (diisisuarakan oleh Zane Cowans), benar-benar hidup, mampu berkomunikasi dan akhirnya justru menjadi bahan perbincangan seluruh umat dunia. Pun begitu, tidak peduli betapa popularnya Ted karena keunikannya tersebut, Ted telah berjanji akan menjadi seorang teman setia bagi John selama-lamanya.

Dan selama-lamanya akhirnya datang. Berpuluh tahun kemudian, ketika kemampuan Ted (kini diisisuarakan oleh Seth McFarlane) untuk hidup dan berkomunikasi telah tidak begitu dipedulikan orang dan John (kini diperankan oleh Mark Wahlberg) telah berusia lebih dari 30 tahun, Ted dan John masih bersama dan terus bersahabat. Namun, tentu saja, masalah kemudian datang dalam bentuk Lori Collins (Mila Kunis), seorang gadis cantik yang telah dipacari oleh John selama beberapa tahun terakhir. Layaknya jutaan gadis lainnya, setelah beberapa lama masa berpacaran, Lori akhirnya menginginkan sesuatu yang lebih dari hubungannya dengan John. Sayang, hubungan antara John dengan boneka beruangnya seperti menjadi penghalang untuk pendewasaan diri John. Lori akhirnya memberikan ultimatum kepada John mengenai hubungan mereka. Dan, tentu saja… kini John harus menghadapi dilema untuk memilih antara kekasih yang sangat ia cintai atau sahabat yang selalu menemani dirinya semenjak dahulu.

Yep… Kalau Anda ingin melihat dari sisi penulisan ceritanya, Ted jelas adalah sebuah formula drama komedi romantis usang yang kemudian mengalami pembaharuan – gantikan sesosok boneka beruang yang dapat hidup dan berbicara dengan sesosok karakter teman yang memiliki kelakuan buruk yang begitu mengganggu bagi pacar sang karakter utama dan Anda akan mendapatkan ratusan film drama komedi romantis lainnya yang bertema sama. Namun, Ted mampu unggul dalam sisi penulisan dialog ceritanya. Seperti yang ia tunjukkan dalam serial televisinya, Seth McFarlane jelas memiliki kemampuan yang sangat kuat dalam menggunakan guyonan-guyonan yang menyinggung pop culture bernuansa dewasa. Dan dalam Ted, McFarlane mengeluarkan kemampuan terbaiknya dalam merancang deretan guyonan dewasa tersebut dan menjadikan setiap momen komedi dalam Ted menjadi begitu menyenangkan.

Mungkin tidak semua momen menjadi begitu menyenangkan. Dialog bernuansa dewasa, menggigit dan cerdas menjadi bagian yang begitu kuat dalam pesona Ted sehingga seringkali, ketika deretan dialog tersebut absen, Ted tampil begitu datar. Ini dapat dirasakan ketika beberapa bagian cerita minor dalam Ted – seperti kisah usaha beberapa karakter luar untuk merebut dan menculik Ted yang jelas hanya dihadirkan untuk menjadi katalis bagi masuknya sebuah tema klise lain tentang bagaimana sebuah hubungan (terlihat) tidak dapat berjalan selamanya – dihadirkan dan hasilnya justru menjadi kurang begitu mengesankan. Keputusan McFarlane yang lebih memilih untuk mengeksplorasi hubungan romansa antara karakter John Bennett dan Lori Collins daripada hubungannya dengan Ted juga semakin membuat film ini terkesan sebagai sebuah drama komedi romantis yang bersembunyi di balik keajaiban tampilan sebuah boneka beruang yang dapat berbicara.

Pun begitu, setidaknya McFarlane juga berhasil menggarap deretan karakter yang begitu mudah untuk disukai. Ted, sang boneka beruang yang mampu hidup layaknya manusia biasa, jelas akan menjadi idola baru bagi para penonton film ini. Ia memiliki penampilan seimut tampilan boneka beruang lainnya yang tidak dapat ditolak dan memiliki kelakuan sekotor seorang Seth McFarlane yang begitu memikat. Deretan pengisi departemen akting film ini berhasil memberikan penampilan terbaik mereka. Mark Wahlberg sekali lagi membuktikan bahwa dirinya memiliki jangkauan yang luas sebagai seorang aktor. Chemistry yang ia hasilkan bersama Mila Kunis juga sangat kuat dan berjalan alami. Giovanni Ribisi juga membuktikan kalau ia dapat berperan sebagai karakter apa saja dan tetap terlihat menakutkan. Joel McHale juga terlihat meyakinkan, walau dengan karakter “orang ketiga” yang jelas klise.

Well… terlepas dari jalan cerita klise yang dihadirkan, Seth McFarlane mampu menggarap Ted dengan begitu banyak pesona yang berhasil menjadikan film ini menjadi sebuah komedi yang kuat. Kebanyakan pesona tersebut muncul akibat kemampuan McFarlane dalam menggarap deretan guyonan bernuansa dewasa ke dalam dialog cerita filmnya yang kemudian berhasil dieksekusi oleh jajaran pengisi departemen akting Ted. McFarlane jelas adalah sosok yang sangat berbakat dalam menghasilkan sebuah komedi yang dapat dinikmati dan begitu menghibur bagi para penikmat komedi dewasa. Ted adalah sebiah pembuktian yang jelas akan membuat banyak orang menunggu karya-karya lain McFarlane di masa yang akan datang.

Ted (Universal Pictures/Media Rights Capital/Fuzzy Door Productions/Bluegrass Films/Smart Entertainment, 2012)

Ted (2012)

Directed by Seth McFarlane Produced by Jason Clark, John Jacobs, Seth McFarlane, Scott Stuber, Wellesley Wild Written by Seth McFarlane, Alec Sulkin, Wellesley Wild (screenplay), Seth McFarlane (story) Starring Mark Wahlberg, Bretton Manley, Mila Kunis, Seth MacFarlane, Tara Strong, Zane Cowans, Joel McHale, Giovanni Ribisi, Patrick Warburton, Matt Walsh, Jessica Barth, Bill Smitrovich, Ralph Garman, Alex Borstein, Laura Vandervoort, Jessica Stroup, Sam J. Jones, Norah Jones, Aedin Mincks, Robert Wu, John Viener, Mike Henry, Danny Smith, Patrick Stewart, Ryan Reynolds Music by Walter Murphy Cinematography Michael Barrett Editing by Jeff Freeman Studio Universal Pictures/Media Rights Capital/Fuzzy Door Productions/Bluegrass Films/Smart Entertainment Running time 106 minutes Country United States Language English

 

 

 

One thought on “Review: Ted (2012)”

  1. Setuju, bagian penculikan Ted memang terkesan dipaksakan dan akhirnya nggak terasa nendang. Karakter “psikopat” si penculik & anaknya juga nggak tergali dgn baik. Adegan kocaknya cuma pas Ted menyebut anak si penculik sebagai “Susan Boyle”😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s