Review: Detachment (2012)


Walaupun memiliki premis film yang bercerita mengenai seorang guru yang harus mengajar di sebuah sekolah dimana kebanyakan muridnya merupakan kumpulan remaja yang bermasalah, Detachment bukanlah Dangerous Minds (1996). Jika Dangerous Minds memfokuskan kisahnya pada satu karakter guru yang berusaha untuk membawa para muridnya ke jalan (baca: pilihan) hidup yang lebih baik, maka Detachment memilih untuk melihat secara lebih dekat bagaimana sebenarnya kehidupan pribadi para guru ketika harus dihadapkan kepada berbagai permasalahan yang harus mereka hadapi saat orang-orang yang mereka ajarkan kebanyakan tidak mempedulikan dan bahkan sering merendahkan mereka. Sebuah potret kelam yang depresif dan seringkali sukar untuk diikuti.

Detachment berkisah mengenai kehidupan belajar mengajar yang terjadi di sebuah sekolah berdasarkan sudut pandang seorang guru pengganti Bahasa Inggris bernama Henry Barthes (Adrien Brody). Sekolah yang ia masuki merupakan sebuah sekolah yang sangat bermasalah: para murid yang kebanyakan tidak mempedulikan mengenai pendidikan mereka, orangtua murid yang sepertinya begitu saja memberikan beban masa depan anak-anak mereka ke tangan para guru serta deretan guru dan staf sekolah yang secara perlahan seperti mulai kehilangan akal sehat mereka akibat perlakuan para murid yang terus menerus merendahkan keberadaan mereka.

Dengan peraturan yang ia tegaskan semenjak awal kepada para muridnya – bahwa jika mereka tidak ingin berada di kelasnya maka mereka boleh sama sekali tidak datang ke kelas tersebut – Henry secara perlahan mulai menarik perhatian orang-orang yang berada di sekolah tersebut, khususnya rekannya sesama guru, Ms. Madison (Christina Hendricks) serta seorang muridnya, Meredith (Betty Kaye). Di luar sekolah, kehidupan Henry diisi dengan kunjungan yang selalu ia lakukan pada kakeknya (Louis Zorich) yang pikun dan tinggal di sebuah panti jompo. Kehidupan Henry kemudian semakin diperumit dengan datangnya Erica (Sami Gayle), seorang wanita pekerja seks komersial dibawah umur bermasalah yang kemudian dirawat dan tinggal bersama Henry.

Tony Kaye sepertinya bukanlah orang yang tepat jika Anda ingin mencari perlindungan dan kenyamanan ketika kehidupan Anda sedang berada dalam kegelapan. Seperti kelamnya gambaran kehidupan yang ia lukiskan dalam American History X (1998), Kaye dengan sempurna menterjemahkan naskah cerita karya Carl Lund dengan begitu pahit namun tetap terasa jujur ketika dilihat dari berbagai sudut pandang. Tidak seperti Dead Poets Society (1989) atau Dangerous Minds atau The Class (2008) yang masih memberikan kesempatan kepada karakter guru dan murid untuk saling berinteraksi dan akhirnya berasimilasi satu sama lain, Detachment menggambarkan masa ketika kedua komunitas tersebut sama sekali tidak lagi dapat menyatu. Para murid kehilangan arah bimbingan mereka sementara para guru akhirnya terjebak dan merasa berdosa besar melihat para murid yang seharusnya mereka bimbing jatuh ke lubang hitam kehidupan satu persatu. Kejujuran pahit inilah yang menjadikan Detachment begitu kuat dalam menyampaikan sisi emosional ceritanya.

Rumitnya berbagai permasalahan hidup yang dialami oleh karakter utama film ini, Henry Barthes, memang kadang terasa menyita kebanyakan waktu durasi penceritaan film. Akibatnya, banyak plot-plot sampingan film serta karakter-karakter yang mengisinya terkesan gagal untuk dikembangkan kedalam sebuah penceritaan yang seharusnya mampu hadir dengan lebih baik lagi. Penggunaan animasi untuk memperkuat esensi puitis dari jalan penceritaan Detachment juga terkadang terasa sebagai sebuah kecurangan yang dilakukan Kaye ketika ia tidak mampu menggambarkan kedalaman perasaan karakter-karakter yang ada di dalam jalan cerita filmnya. Tidak sepenuhnya mengganggu, namun cukup sering mengurangi esensi penceritaan untuk dapat tampil lebih kuat.

Polesan paling sempurna dari Detachment diberikan oleh penampilan para pengisi departemen akting film ini. Dipimpin oleh Adrien Brody – yang tanpa diragukan berhasil menampilkan penampilan terbaiknya setelah The Pianist (2002) – Detachment adalah salah satu film yang berisi jajaran talenta pengisi departemen akting terbaik untuk tahun ini. Peran-peran yang diberikan kepada Marcia Gay Harden, Lucy Liu, Christina Hendricks, James Caan hingga Sami Gayle dan Betty Kaye memang merupakan peran pendukung dengan latar belakang penceritaan yang minimalis. Tapi penampilan yang berikan oleh nama-nama tersebut benar-benar kuat dan mampu menarik rasa emosional yang begitu mendalam pada setiap kehadiran karakter mereka di dalam jalan cerita film.

Sayangnya, atmosfer penceritaan yang begitu kelam dalam penceritaan Detachment yang dihadirkan oleh Tony Kaye kemungkinan besar akan membuat banyak orang memilih untuk menjauh dari film ini. Padahal, kejujuran Kaye dalam menterjemahkan naskah karya Carl Lund berhasil membuat Detachment tampil begitu lugas dalam bercerita dan, khususnya, kuat dalam menjalin hubungan emosional dengan para penontonnya. Didukung oleh penampilan para pengisi departemen aktingnya yang begitu memukau, Detachment adalah salah satu drama kelam yang paling emosional yang pernah diproduksi oleh Hollywood.

Detachment (Paper Street Films/Appian Way/Kingsgate Films, 2012)

Detachment (2012)

Directed by Tony Kaye Produced by Bingo Gubelmann, Benji Kohn, Carl Lund, Chris Papavasiliou, Greg Shapiro, Austin Stark Written by Carl Lund Starring Adrien Brody, Sami Gayle, James Caan, Christina Hendricks, Lucy Liu, Marcia Gay Harden, Bryan Cranston, William Petersen, Blythe Danner, Tim Blake Nelson, Isiah Whitlock Jr., Brennan Brown, Louis Zorich, Betty Kaye Music by The Newton Brothers Cinematography Tony Kaye Editing by Barry Alexander Brown, Geoffrey Richman Studio Paper Street Films/Appian Way/Kingsgate Films Running time 100 minutes Country United States Language English

3 thoughts on “Review: Detachment (2012)”

  1. bg amir..ni film release tahun brapa sih..??kok di IMDB 2011 emang ny ada jg ya versi 2012 ny??
    #binun????

    1. ‘Detachment’ rilis pertama kali secara terbatas di festival pada tahun 2011. Tapi rilis di bioskop untuk pertama kali pada tahun 2012.

      Kalau di blog ini menggunakan tahun rilis pertama kali dirilis di bioskop soalnya. Bukan rilis festival.

  2. film yang depresif, sayang akting dari adrian brody ga masuk nominasi oscar atau golden globe, padahal aktingnya memukau setelah The Pianist, apa memang film ini kurang dikampanyekan sehingga tidak bisa menembus penghargaan2 film tertinggi di hollywood?

    oiya bryan cranston aka mr walter white porsi perannya sedikit sekali di film ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s