Review: Young Adult (2011)


Mavis Gary (Charlize Theron) is a piece of work. Terkenal atas kecerdasan yang didukung dengan penampilan fisik yang sangat menunjang, Mavis adalah gadis yang sangat populer di masa sekolahnya. Reputasi tersebut berhasil membuat Mavis mendefinisikan istilah “dibenci karena banyak orang yang ingin menjadi dirinya” dengan baik. Dan Mavis sadar akan segala kelebihannya tersebut, yang acapkali membuat dirinya hadir dengan sikap yang begitu egois. Kini, di usia yang telah menginjak 37 tahun, Mavis masih mampu mempertahankan keindahan penampilan fisiknya – walau ia sekarang harus menghadapi fakta bahwa banyak helai rambutnya mulai mengalami kerontokan – serta kepribadian yang tetap tidak berubah. Kesuksesannya sebagai penulis bayangan dari satu seri novel populer juga semakin memperbesar ego Mavis.

Suatu hari, Mavis menerima surat elektronik dari mantan kekasihnya di masa SMA, Buddy Slade (Patrick Wilson), yang memberitahukan bahwa ia baru saja dikaruniai seorang bayi perempuan – yang dinilainya tidak begitu cantik – dari pernikahannya dengan istrinya, Beth (Elizabeth Reaser). Setelah beberapa lama merenungkan kiriman surat elektronik tersebut, Mavis kemudian tersadar bahwa dirinya masih memendam perasaan cinta pada Buddy. Akhirnya, walau sedang dikejar tenggat waktu penulisan seri novel terbarunya, Mavis nekat berangkat kembali ke kampung halamannya dan mulai menyusun rencana untuk memisahkan Buddy dari istrinya sekaligus merebut kembali cinta Buddy.

Lewat Thank You for Smoking (2005), Juno (2007) dan Up in the Air (2009), Jason Reitman telah membuktikan bahwa ia adalah salah satu sutradara muda Hollywood yang memiliki kemampuan yang sangat kuat dalam mengarahkan jalan cerita dari naskah film yang ia arahkan. Dalam Young Adult, yang mempertemukan Reitman kembali dengan penulis naskah Juno, Diablo Cody, Reitman kembali membuktikan kemampuan tersebut. Mencoba sedikit menjauh dari pakem komedi yang biasa ia hantarkan, Young Adult adalah sebuah jalan cerita yang menempatkan character study sebagai menu utamanya. Dan lewat karakter Mavis Gary yang begitu mengesalkan, beberapa penonton akan dengan mudah menemukan diri mereka kurang terhubung dengan penceritaan Young Adult.

Wajar saja. Melihat karakter Mavis Gary yang selalu menganggap dirinya superior – dengan sikap yang selalu merendahkan orang lain sekaligus berusaha merusak rumah tangga mantan kekasihnya yang sebenarnya berjalan dengan penuh kebahagiaan – tentu penonton akan menemui kesulitan yang mendalam untuk menyukai karakter tersebut. Disinilah tugas utama seorang Charlize Theron. Theron bertugas untuk memanusiakan karakter Mavis Gary, membuat karakter tersebut menjadi humanis terlepas dari betapa gelap karakter tersebut sebenarnya. Dan Theron, dengan begitu brilian, berhasil melakukannya! Dengan penampilannya yang anggun, Theron mampu mengedepankan sisi kesendirian seorang Mavis Gary serta sisi sensitif dirinya yang akhirnya kemudian membuat penonton menyadari bahwa segala tindakan arogan dan sinis yang dimunculkan karakter Mavis Gary adalah untuk melindungi hatinya. Penampilan Theron begitu kuat dalam menghidupkan dua sisi Mavis Gary yang saling bertolak belakang.

Jajaran pengisi departemen akting Young Adult lainnya juga berhasil menampilkan penampilan akting yang tak kalah mengesankannya. Patrick Wilson mampu tampil sebagai sosok pria tampan yang hadir tanpa petunjuk mengenai apa yang sedang ia hadapi dalam kehidupannya – sedikit menyerupai peran yang ia jalani dalam Little Children (2006). Begitu juga dengan Elizabeth Reaser yang berperan sebagai istri karakter Buddy Slade. Namun, selain Theron, jelas penampilan Patton Oswalt yang paling mampu tampil mencuri perhatian. Berperan sebagai Matt Freehauf, seorang mantan teman sekolah karakter Mavis Gary dan Buddy Slade yang sering mendapatkan perlakuan buruk namun kemudian menjadi sahabat dari Mavis, Oswalt mampu menjadikan karakter yang ia perankan sebagai sahabat sekaligus pengimbang segala perbuatan buruk karakter Mavis. Chemistry antara Oswalt dan Theron juga tampil begitu kuat, meyakinkan dan saling melengkapi satu sama lain.

Walau masih mampu menyelipkan nuansa komedi di beberapa bagian ceritanya, Young Adult memang tampil dengan jalan cerita yang lebih kelam dan serius jika dibandingkan dengan film-film karya Reitman sebelumnya. Dialog-dialog singkat nan tajam khas Diablo Cody yang dahulu sempat tampil memikat dalam Juno juga masih hadir dalam Young Adult walaupun dalam kapasitas yang lebih kecil. Young Adult lebih terlihat sebagai usaha pendewasaan diri sendiri dari Cody dalam pengarahan jalan cerita maupun karakter yang ia tulis. Sebuah proses yang mampu ia paparkan secara jujur, menyedihkan namun tetap mampu untuk menghadirkan seberkas senyuman di wajah setiap penontonnya.

Dengan Young Adult, Jason Reitman semakin memperkokoh posisinya sebagai seorang sutradara dengan track record yang sangat fantastis. Reitman memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menterjemahkan naskah cerita menjadi bentuk audio visual yang kuat, menjaga alur ceritanya sehingga berjalan dengan alami sekaligus mengeluarkan kemampuan akting terbaik dari para pengisi departemen akting filmnya. Dukungan Charlize Theron, Patton Oswalt, Patrick Wilson serta para jajaran pemeran lainnya berhasil memberikan penampilan akting terbaik yang semakin membuat Young Adult sebagai drama komedi yang kuat sekaligus tragis.

Young Adult (Paramount Pictures/Denver and Delilah Productions/Indian Paintbrush/Mandate Pictures/Mr. Mudd/Right of Way Films, 2011)

Young Adult (2012)

Directed by Jason Reitman Produced by Diablo Cody, Lianne Halfon, Mason Novick, Jason Reitman, Russell Smith, Charlize Theron Written by Diablo Cody Starring Charlize Theron, Patton Oswalt, Patrick Wilson, Elizabeth Reaser, Collette Wolfe, Hettienne Park, J. K. Simmons, Louisa Krause Music by Rolfe Kent Cinematography Eric Steelberg Editing by Dana E. Glauberman Studio Paramount Pictures/Denver and Delilah Productions/Indian Paintbrush/Mandate Pictures/Mr. Mudd/Right of Way Films Running time 94 minutes Country United States Language English

One thought on “Review: Young Adult (2011)”

  1. Paling suka pas adegan Mavis dalam keadaan setengah mabuk marahin istri Buddy gara2 gak sengaja numpahin wine ke dress-nya… Aku suka banget ama akting Charlize disini, sangat kuat semenjak ‘Monster’. Paling gak suka pas karakter Mavis bercumbu ama Oswalt…ughh! Overall aku suka sekali filmnya, Charlize harusnya dapet best actress nom instead of Mara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s