Review: The Cold Light of Day (2012)


Seharusnya, The Cold Light of Day dapat menjadi sebuah film aksi yang cukup menyenangkan. Walau Bruce Willis dan Sigourney Weaver hanya berada dalam peran yang terbatas dalam jalan cerita film ini, The Cold Light of Day masih menyimpan potensi aksi yang cukup besar dari seorang Henry Cavill, aktor tampan asal Inggris yang tahun lalu didaulat untuk memerankan Clark Kent/Superman dalam versi terbaru dari film superhero tersebut, Man of Steel, yang akan dirilis tahun depan. Yang paling utama, pengarahan The Cold Light of Day berada di tangan sutradara asal Perancis, Mabrouk El Mechri, yang pernah mengejutkan dunia ketika ia sukses mengarahkan Jean-Claude Van Damme dalam film crime-action, JCVD, pada tahun 2008 yang lalu. Lalu… apa yang salah dengan The Cold Light of Day?

Pertanyaan yang sebenarnya dapat dengan mudah terjawab. Naskah cerita. Film-film semacam The Cold Light of Day memang bukanlah sejenis film yang membutuhkan sebuah naskah cerita yang menggali dalam setiap unsur penceritaannya. Namun, ketika naskah cerita tidak dapat dijadikan tonggak utama dalam memberikan kenikmatan dalam menyaksikan sebuah film aksi, kebanyakan sutradara akan mencoba untuk mengisinya dengan deretan adegan aksi atau perkelahian atau ledakan yang over the top. Sayangnya, hal tersebut sama sekali tidak berlaku bagi The Cold Light of Day. Dengan naskah cerita yang dangkal – dan terlihat seperti gabungan dari berbagai formula standar film-film aksi, El Mechri juga nyaris tidak memberikan sisi aksi yang menarik yang dapat membuat film ini mampu tampil memikat.

The Cold Light of Day sendiri berkisah mengenai Will Shaw (Cavill), seorang pengusaha muda yang dengan terpaksa harus mengikuti liburan yang diadakan oleh keluarganya di Spanyol. Sial, sesampainya di Spanyol, Will mendapat kabar bahwa perusahaannya mengalami kebangkrutan, yang semakin membuat dirinya tidak menginginkan berada di sekitar keluarganya. Sikap Will yang buruk jelas membuat sang ayah, Martin (Willis), gusar. Menghindar dari sang ayah sekaligus berusaha mendinginkan temperamennya yang sedang memanas, Will kemudian memilih untuk menjauhkan dirinya untuk sementara dengan pergi ke kota. Dan konflik utama dimulai ketika Will kembali ke keluarganya… ia tidak dapat menemukan satu orangpun.

Panik, Will kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian setempat. Alih-alih mendapatkan bantuan keamanan, Will justru menjadi incaran para polisi. Beruntung kemudian sang ayah secara tiba-tiba datang menyelamatkan Will. Dalam pengakuannya, Martin kemudian mengungkapkan bahwa ia sebenarnya adalah seorang agen rahasia pemerintah Amerika Serikat yang sedang diincar beberapa kelompok teroris yang sekarang telah menyekap keluarganya. Walau masih merasa tidak percaya, Will akhirnya mau membantu Martin untuk mencari dan mendapatkan anggota keluarga mereka kembali. Usaha yang jelas akan berjalan dengan sangat tidak mudah.

Sayangnya, terima kasih atas naskah cerita yang begitu dangkal, setiap jajaran pemeran The Cold Light of Day, tampil dalam kapasitas yang benar-benar terbatas. Karakter yang diperankan oleh Bruce Willis nyaris tidak memiliki peran apapun sementara karakter Sigourney Weaver jelas-jelas terasa bagaikan paduan dari berbagai karakter wanita tangguh yang selama ini sering dimainkan Weaver di sepanjang karirnya sebagai seorang aktris. Hal yang sama juga dialami oleh Henry Cavill. Walau mendapatkan peran utama, karakter yang diperankan oleh Cavill nyaris hadir tanpa daya tarik sama sekali karena perannya yang begitu datar di sepanjang cerita. Karakter Will Shaw digambarkan penuh sebagai seorang pria yang hadir dengan tampilan emosi yang sama di sepanjang cerita, tidak peduli pada sekompleks apapun situasi yang sedang melibatkan dirinya.

Pun begitu, kedangkalan penampilan para pengisi departemen akting film ini jelas bukanlah murni kesalahan mereka semata. Naskah The Cold Light of Day yang ditulis oleh Scott Wiper dan John Petro benarlah terasa sebagai sebuah kekacauan yang begitu rumit. Banyak karakter yang hadir dengan tanpa latar belakang yang jelas untuk kemudian disajikan hanya sebagai sebuah faktor untuk menciptakan sebuah konflik minor di dalam jalan cerita. Jangan ditanya soal berbagai kejanggalan yang dapat ditemukan di sepanjang 93 menit durasi film ini berjalan. Bahkan konflik utama yang dipermasalahkan dan diperebutkan dalam film ini sendiri tidak pernah mampu dijelaskan secara tepat mengapa konflik tersebut menjadi perhatian utama film ini. Penonton dibiarkan terus bertanya-tanya tanpa pernah diberikan sebuah kejelasan yang berarti.

Penggemar film-film aksi sendiri juga sepertinya tidak akan begitu mengapresiasi apa yang disajikan Mabrouk El Mechri dalam film ini. Walau dalam beberapa adegan El Mechri berhasil menyajikan adegan-adegan dengan tingkat intensitas ketegangan yang kuat, namun secara keseluruhan, El Mechri gagal untuk menampilkan sebuah sajian aksi yang menantang bagi para penontonnya. Ditambah dengan alur penceritaan dan karakterisasi yang lemah, semua bagian The Cold Light of Day terasa bagaikan perulangan demi perulangan yang gagal untuk dimaksimalkan untuk memberikan sebuah kesan yang menghibur. Akhirnya, The Cold Light of Day cenderung berjalan dengan ritme yang statis dan membosankan pada kebanyakan bagian cerita.

The Cold Light of Day (Intrepid Pictures/Film Rites/Fria Luz Del Dia, A.I.E./Galavis Film/Picture Machine/Summit Entertainment, 2012)

The Cold Light of Day (2012)

Directed by Mabrouk El Mechri Produced by Marc D. Evans, Trevor Macy Written by Scott Wiper, John Petro Starring Henry Cavill, Bruce Willis, Sigourney Weaver, Verónica Echegui, Caroline Goodall, Lolo Herrero, Rafi Gavron, Jim Piddock, Óscar Jaenada, Paloma Bloyd, Mark Ullod, Emma Hamilton, Joseph Mawle, Michael Budd, Alex Amaral, Colm Meaney, Roschdy Zem Music by Lucas Vidal Cinematography Remi Adefarasin Editing by Valerio Bonelli Studio Intrepid Pictures/Film Rites/Fria Luz Del Dia, A.I.E./Galavis Film/Picture Machine/Summit Entertainment Running time 93 minutes Country United States Language English

2 thoughts on “Review: The Cold Light of Day (2012)”

  1. Ngeliat artis kaliber bruce willis dan sigourney weaver main dalam film kayak gini bikin hati “pedih”. Stuju, naskahnya memang lemah dan filmnya pun jd membosankan. Film baru separo jalan aja sy dah keluar dr bioskop

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s