Review: 21 Jump Street (2012)


Walau kebanyakan dari penonton yang berasal dari generasi sekarang kemungkinan besar belum pernah menyaksikan versi serial televisi dari 21 Jump Street (1987 – 1991) yang legendaris dan berhasil menempatkan nama Johnny Depp ke jajaran aktor muda yang paling banyak dikagumi saat itu, namun sepertinya sebagian besar dari kalangan tersebut akan dapat sangat menikmati versi film dari 21 Jump Street yang diarahkan oleh duo Phil Lord dan Chris Miller (Cloudy with a Chance of Meatballs, 2009) ini. Diisi dengan lelucon-lelucon kasar dan deretan adegan aksi yang menyelimuti kisah persahabatan dua karakter utamanya, 21 Jump Street adalah sebuah film yang tahu bagaimana cara memberikan sebuah hiburan dengan porsi yang tepat tanpa pernah terasa memaksa untuk menghadirkan unsur komedi yang kuat di dalam jalan ceritanya.

Terasa bagaikan gabungan antara formula drama komedi yang pernah dibawakan Never Been Kissed (1999) dan Mean Girls (2004), 21 Jump Street dimulai dengan memperkenalkan dua karakter utamanya ketika mereka masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Morton Schmidt (Jonah Hill) adalah seorang pemuda cerdas namun dengan kepercayaan diri yang begitu rendah. Sementara itu, kebalikannya, Greg Jenko (Channing Tatum) adalah seorang pemuda tampan dengan tubuh atletis namun dengan kecerdasan yang minimalis. Keduanya menemukan diri mereka akhirnya tidak dapat menghadiri pesta perpisahan yang diadakan di sekolah mereka: Morton karena ia tidak berhasil mendapatkan pasangan sementara Greg karena nilainya yang tidak mencukupi.

Beberapa tahun kemudian, Morton dan Greg bertemu lagi di sebuah akademi kepolisian. Kali ini, mereka telah menyadari kelemahan diri mereka masing-masing dan memutuskan untuk saling membantu: Morton membantu Greg dalam hal akademis, sementara Greg membantu Morton dalam hal olah fisik. Singkatnya, keduanya kemudian menjadi sahabat. Lulus dari akademi polisi, sebuah tugas akhirnya mengarahkan mereka untuk masuk ke divisi yang dikenal dengan nama 21 Jump Street. Oleh pimpinan mereka, Captain Dickson (Ice Cube), Morton dan Greg ditugaskan untuk menyelidiki mengenai arus peredaran obat-obatan terlarang di sebuah sekolah menengah atas dengan cara menyamar. Maka… jadilah Morton dan Greg harus kembali menjadi seorang pelajar sekolah menengah atas dan kembali menghadapi peliknya hidup di masa-masa tersebut.

Pujian utama jelas harus diberikan pada penulis naskah Michael Bacall (Scott Pilgrim vs. the World, 2010) yang berhasil merangkai deretan cerita dan adegan yang begitu mampu hadir begitu jenaka. Bacall, yang bekerjasama dengan Jonah Hill untuk menyusun cerita versi layar lebar dari 21 Jump Street ini, sepertinya sama sekali tidak begitu mengikat dirinya untuk mengadaptasi esensi cerita dari versi serial televisi dari 21 Jump Street. Kisah mengenai dua orang polisi yang kemudian harus menyamar kembali menjadi seorang pelajar sekolah menengah atas kemudian dipadukan dengan deretan komedi modern yang mengandung lelucon-lelucon kasar namun berhasil tampil efektif dan tidak pernah terdengar vulgar akibat pengarahan yang tepat dari Phil Lord dan Chris Miller.

Walaupun tidak memegang porsi yang maksimal, deretan adegan aksi juga berhasil diselipkan dalam rangkaian adegan 21 Jump Street. Tidak menawarkan adegan-adegan aksi yang spektakuler – karena deretan adegan tersebut masih sering hadir dalam kerangka guna menghadirkan unsur komedi daripada benar-benar untuk terlihat sebagai adegan aksi – namun tetap cukup berhasil memompakan aliran adrenalin yang diperlukan ke dalam jalan cerita 21 Jump Street. Beberapa sisi penceritaan film ini masih tampil lemah, seperti kurangnya penggalian kisah karakter-karakter pendukung yang sebenarnya terlihat potensial untuk dikembangkan atau terlalu datarnya ritme penceritaan film ketika menyorot mengenai kisah persahabatan antara dua karakter utama film. Tetap saja, poin-poin lemah tersebut kemungkinan besar tidak akan mengurangi sisi hiburan yang berhasil ditawarkan oleh 21 Jump Street.

21 Jump Street juga mampu tampil begitu bersinar berkat penampilan komedi dari dua pemeran utamanya. Jonah Hill memang semenjak lama dikenal sebagai seorang aktor komedi yang handal. Materi cerita 21 Jump Street yang berada di wilayah komedi film-film yang pernah dibintangi Hill sebelumnya seperti Accepted (2006) dan Superbad (2007) tentu saja akan membuat penampilan Hill terlihat semakin luwes. Kejutan tentu datang dari Channing Tatum. 21 Jump Street memang bukanlah film komedi pertama Tatum. Namun, baru lewat film inilah Tatum mampu mengeksplorasi bakat komedinya secara lebih luas dan liar. Dan hal tersebut berjalan dengan sangat mulus! Tatum dan Hill juga mampu tampil dengan chemistry yang kuat satu sama lain sehingga menjadikan performa mereka kian meyakinkan.

Dukungan penampilan para pemeran pendukung yang sangat apik juga berhasil membuat perjalanan 109 menit durasi 21 Jump Street terasa begitu menyenangkan. Ice Cube berhasil memberikan penampilan yang sangat memorable sebagai seorang kapten polisi yang tegas namun penuh dengan dialog dan tindakan yang menggelikan. Kemudian ada Rob Riggle yang berperan sebagai seorang guru olahraga dengan berbagai tingkah polah yang aneh serta Dave Franco, yang walaupun hadir dengan karakter yang sedikit sempit dan kurang tergali, namun selalu mampu mencuri perhatian dengan penampilannya. Secara keseluruhan, jajaran pemeran 21 Jump Street mampu menterjemahkan naskah komedi film ini dengan begitu efektif.

21 Jump Street jelas adalah sebuah film yang sangat menyenangkan untuk disaksikan. Kesuksesan tersebut jelas datang dari penulisan naskah film oleh Michael Bacall yang berhasil merangkai adegan dan kisah komedi secara maksimal, walaupun harus diakui terasa melambat ketika Bacall mencoba untuk menghadirkan kisah melodrama persahabatan dan romansa di dalam kisahnya. Pun begitu, pengarahan duo Phil Lord dan Chris Miller terhadap naskah Bacall serta departemen akting 21 Jump Street akan tetap mampu membuat banyak orang melupakan kelemahan-kelemahan film ini dan tetap bersenang-senang. Sedang berada di jalur yang tepat untuk bersaing dan merebut gelar film komedi terbaik tahun ini!

21 Jump Street (Columbia Pictures/Metro-Goldwyn-Mayer/Relativity Media/Original Film/Stephen J. Cannell Productions/Cannell Studios, 2012)

21 Jump Street (2012)

Directed by Phil Lord, Chris Miller Produced by Stephen J. Cannell, Neal H. Moritz Written by Michael Bacall (screenplay), Jonah Hill, Michael Bacall (story), Patrick Hasburgh, Stephen J. Cannell (television series, 21 Jump Street) Starring Jonah Hill, Channing Tatum, Brie Larson, Dave Franco, Ellie Kemper, Rob Riggle, Ice Cube, Johnny Depp, Peter DeLuise, Holly Robinson Peete, Nick Offerman, Dakota Johnson, Rye Rye, Johnny Simmons, Dax Flame, DeRay Davis, Jake Johnson, Johnny Pemberton, Justin Hires, Brett Lapeyrouse, Lindsey Broad Music by Mark Mothersbaugh Cinematography Barry Peterson Editing by Joel Negrone Studio Columbia Pictures/Metro-Goldwyn-Mayer/Relativity Media/Original Film/Stephen J. Cannell Productions/Cannell Studios Running time 109 minutesCountry United States Language English

3 thoughts on “Review: 21 Jump Street (2012)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s