Review: This Means War (2012)


Untuk seseorang dengan talenta seperti Reese Witherspoon – talenta yang telah memenangkannya sebuah Academy Award (Walk the Line, 2005) – adalah cukup mengherankan untuk melihat Witherspoon terus menerus memilih berbagai material cerita film yang sepertinya kurang mampu untuk mengeksplorasi talenta aktingnya tersebut. Tentu, pasca kemenangannya di ajang Academy Awards, Witherspoon pernah membintangi beberapa film-film dengan fondasi jalan cerita yang cukup kuat seperti Rendition (2007), How Do You Know (2010) dan Water for Elephants (2011). Namun pada kebanyakan bagian, karir Witherspoon pasca kemenangannya di ajang Academy Awards diisi dengan film-film seperti Just Like Heaven (2005), Penelope (2006) dan Four Christmases (2007) yang lebih menekankan cute factor dalam diri Reese daripada talenta akting yang ia miliki.

Dan kemudian Witherspoon memutuskan untuk membintangi This Means War, sebuah film yang sepertinya ingin mengulang kesuksesan Knight and Day (2010) dalam menggabungkan unsur drama, komedi, romansa dan aksi dalam penyajian jalan ceritanya. Disutradarai oleh McG (Terminator Salvation, 2009), This Means War juga dibintangi oleh Chris Pine dan Tom Hardy yang mengisi dua posisi yang ditinggalkan oleh Sam Worthington, Bradley Cooper dan Seth Rogen sebelumnya. Benar, This Means War dibintangi oleh tiga aktor dengan penampilan yang begitu menarik. Sayangnya, This Means War hadir tanpa daya tarik yang sama seperti yang dimiliki tiga pemeran jajaran utamanya. Baiklah… sebuah drama komedi romantis memang seharusnya tidak pernah dianggap terlalu serius. Namun This Means War mengisi deretan kisahnya dengan berbagai adegan yang dangkal, tidak menarik dan jauh dari kesan romantis.

Dua orang agen CIA, FDR Foster (Pine) dan Tuck (Hardy), merupakan pasangan kerja yang begitu akrab dan mengutamakan persahabatan mereka di atas segalanya. Jelas, ketika mengetahui bahwa mereka sedang mengencani wanita yang sama, Lauren Scott (Witherspoon), keduanya beresiko untuk mempertaruhkan persahabatan yang telah mereka jalin selama ini. Walau pada awalnya kedua bersikap tenang dalam menghadapi kondisi tersebut, dan berjanji bahwa apapun yang terjadi maka mereka akan tetap mengedepankan persahabatan mereka, namun secara perlahan, FDR dan Tuck mulai menyusun strategi masing-masing untuk dapat memenangkan hati Lauren… dan strategi tersebut termasuk menggunakan senjata maupun alat peledak untuk merusak kencan sahabatnya. Hey… they’re CIA Agents, right?

Dangkal? Jelas! Bahkan deskripsi diatas sepertinya telah menjelaskan lebih banyak hal daripada deretan adegan yang sebenarnya terjadi pada This Means War. Untuk menutupi kelemahan dan tipisnya naskah cerita tersebut, penulis naskah, Simon Kinberg dan Timothy Dowling, kemudian menggunakan sebuah plot cerita tambahan mengenai seorang penjahat, Heinrich (Til Schweiger — yang jelas-jelas hadir dengan bakat yang begitu tersia-siakan), berusaha membalaskan dendam kematian adiknya pada FDR dan Tuck. Oh, juga ada kisah persahabatan antara Lauren dengan Trish (Chelsea Handler) yang di sepanjang film menghabiskan banyak waktunya untuk memberikan Lauren berbagai nasehat-nasehat percintaan – sebuah peran yang sepertinya dihadirkan untuk mereplikasi peran Melissa McCarthy dalam Bridesmaids (2011) namun gagal dihidupkan akibat penampilan Chelsea Handler yang kelewat datar.

Hal yang paling miris dalam This Means War adalah film ini berusaha keras untuk menjual imej bahwa film ini merupakan sebuah film dengan alur kisah romantis… yang sayangnya sama sekali tidak pernah hadir di dalam jalan cerita. Hilangnya unsur romantis tersebut, selain karena jalan cerita yang dangkal dan terkesan bergerak di tempat, terjadi karena pengaruh kurangnya ikatan chemistry yang tercipta diantara ketiga pemeran utamanya. Berperan sebagai dua sahabat akrab, Chris Pine dan Tom Hardy lebih terlihat sebagai dua pria yang merasa terpaksa untuk berada di ruang yang sama. Sebagai pasangan cinta, Reese Witherspoon juga tidak memiliki chemistry yang mengikat, baik ketika dirinya sedang bersama Pine maupun ketika sedang bersama Hardy. Datar dan jelas sangat mengganggu bagi sebuah film yang berusaha keras untuk menjual romansa sebagai daya tarik utamanya.

Well… jika Anda menyaksikan This Means War murni untuk menyaksikan kecantikan seorang Reese Witherspoon atau ketampanan Chris Pine dan Tom Hardy, mungkin film ini tidak akan mengecewakan Anda. Namun jika Anda ingin mencari kehadiran sebuah jalan cerita romansa yang dibalut dengan deretan ledakan dan adegan aksi yang memukau, This Means War adalah sebuah pilihan yang buruk. Tidak adanya chemistry yang tercipta antara ketiga pemeran utamanya membuat film dengan jalan cerita yang datar, dangkal dan terlalu bodoh ini menjadi semakin sulit untuk disaksikan. Tentu, beberapa momen masih mampu mengundang senyum. Namun dengan durasi yang mencapai 98 menit? Momen-momen minimalis tersebut segera terlupakan segera setelah senyuman Anda menghilang dari wajah Anda.

This Means War (Overbrook Entertainment/Wonderland Sound and Vision/Robert Simonds Productions/Type A Films, 2012)

This Means War (2012)

Directed by McG Produced by Robert Simonds, Will Smith, James Lassiter, Simon Kinberg Written by Simon Kinberg, Timothy Dowling (screenplay), Timothy Dowling, Marcus Gautesen (story) Starring Reese Witherspoon, Chris Pine, Tom Hardy, Chelsea Handler, Til Schweiger, Laura Vandervoort, Leela Savasta, Angela Bassett, Abigail Spencer, Panou, Patrick Sabongui, John Paul Ruttan, Jenny Slate Music by Christophe Beck Cinematography Russell Carpenter Editing by Nicolas De Toth Studio Overbrook Entertainment/Wonderland Sound and Vision/Robert Simonds Productions/Type A Films Running time 98 minutes Country United States Language English

4 thoughts on “Review: This Means War (2012)”

  1. film yang bagus dengan cerita yang simpel dan tidak memerlukan pemikiran yang mendalam. sehingga film ini menjadi sangat baik ketika kita ingin menonton secara bersama-sama dan mudah untuk dicerna. kesan komedi dan action di dalam film ini terasa begitu hangat dan segar, walau kesan romansa tidak begitu ditimbulkan dalam film ini, mungkin karena niat dari film ini memang bukan untuk mengetengahkan keseriusan namun kecerian ditengah tengah kita menonton suatu film. overall film ini sangat baik untuk ditonton bersama teman-teman ataupun bagi pasangan yang ingin tertawa bersama ketika menonton film. walau begitu ada beberapa quotes menarik yang bisa diambil dari film ini ketika kita menonton nya.
    Thumbs up!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s