Review: Moneyball (2011)


Setelah sukses mendapatkan nominasi Best Director di ajang The 78th Annual Academy Awards untuk pengarahan yang ia berikan kepada film Capote (2005), Bennett Miller kembali lagi ke kursi penyutradaraan untuk mengarahkan Moneyball, sebuah film bertemakan olahraga yang diangkat dari buku yang berjudul Moneyball: The Art of Winning An Unfair Game (2003) yang ditulis oleh Michael Lewis. Walaupun merupakan sebuah film yang bertemakan olahraga, Moneyball bukanlah sekedar sebuah film dengan jalan cerita inspiratif yang hanya mengisahkan mengenai sekelompok orang yang berada dalam perjalanan hidup mereka dalam mengukir sebuah catatan prestasi penting di sebuah bidang olahraga. Moneyball memandang pertandingan olahraga bagaikan sebuah catatan statistika dan matematika. Terdengar rumit, namun Miller berhasil mengarahkan naskah cerita yang ditulis oleh Steven Zaillian (American Gangster, 2007) dan Aaron Sorkin (The Social Network, 2010) menjadi sebuah sajian familiar dengan cita rasa yang berbeda namun tetap mampu tampil sama menariknya.

Diangkat dari kisah nyata mengenai perjuangan tim bisbol Oakland Athletics yang terus menerus menderita kekalahan pada musim pertandingan tahun 2001 di ajang Major League Baseball, Moneyball memfokuskan kisahnya pada karakter Billy Beane (Brad Pitt) yang menjadi general manager bagi tim bisbol tersebut. Billy sedang berusaha mencari sebuah jalan keluar yang tepat bagi tim yang ia pimpin setelah beberapa pemain kenamaan dan paling dapat diandalkan milik tim tersebut dijual ke tim lain yang lebih tangguh. Sementara itu, para pemimpin Oakland Athletics sama sekali tidak mau mengeluarkan biaya lebih untuk membeli para pemain bertalenta yang dapat menolong penampilan tim. Jelas merupakan sebuah tantangan bagi Billy untuk dapat membentuk sebuah tim unggulan yang kuat.

Billy kemudian berjumpa dengan Peter Brand (Jonah Hill), seorang pemuda yang bekerja sebagai analis pemain bagi tim Cleveland Indians. Peter, yang seorang tamatan jurusan Ekonomi dari Universitas Yale, memiliki teori unik yang membuatnya dapat memperhitungkan kemampuan seorang atlet untuk kemudian membandingkan dan membuat berapa harga yang sebenarnya pantas dibandrol oleh atlet tersebut. Tertarik pada teori Peter yang ia yakini akan dapat memberikannya banyak pemain kompeten namun dengan harga yang terjangkau, Billy akhirnya mempekerjakan Peter sebagai asistennya. Secara perlahan, Billy dan Peter mulai merombak susunan tim Oakland Athletics. Walau beberapa keputusan mereka mendapatkan kritikan tajam dari para pemilik saham tim bisbol tersebut, namun Billy dan Peter yakin bahwa jika dikelola dengan tepat, talenta-talenta yang mereka pilih akan dapat melaju sebagai sekelompok pemain bisbol bermental juara.

Kolaborasi antara Steven Zaillan dan Aaron Sorkin ternyata mampu menterjemahkan banyak momen-momen berharga dalam perjalanan sebuah tim olahraga menjadi sebuah kisah yang sangat menarik untuk diikuti berkat deretan dialog yang mereka susun untuk Moneyball. Keduanya juga cenderung tidak mau terlalu dalam menghadirkan berbagai unsur klise sebuah film bertemakan olahraga dalam film ini, yang semakin membuat Moneyball mampu membedakan dirinya dari banyak film-film bertemakan olahraga yang dirilis Hollywood. Sayangnya, mereka yang mengharapkan kehadiran intensitas tinggi dari penggambaran sebuah pertandingan bisbol dalam Moneyball kemungkinan besar akan merasa kecewa akibat minimnya penggambaran tersebut dalam film ini. Pun begitu, ketika Bennett Miller memutuskan untuk memasukkan unsur tersebut, Miller memanfaatkannya sebagai sebuah adegan yang penuh dengan kualitas emosional yang tinggi.

Dari departemen akting, Moneyball juga didukung oleh barisan pemeran yang sangat tahu mengenai bagaimana cara menghidupkan karakter mereka. Brad Pitt memberikan pemeranan yang sangat baik sebagai Billy Beane. Walaupun karakter tersebut sepertinya tidak akan mampu berbuat banyak untuk memberikannya banyak penghargaan akting – karena minimnya eksplorasi emosional yang ditampilkan oleh karakter tersebut – namun tetap saja penampilan Pitt adalah sebuah penampilan kelas atas yang begitu prima. Begitu pula dengan apa yang ditampilkan oleh Jonah Hill, yang kadang terkesan kurang tereksplorasi dengan baik, namun mampu menghasilkan chemistry yang tepat ketika dirinya berpasangan dengan Pitt di dalam jalan cerita.

Selain Pitt dan Hill, Moneyball juga menampilkan talenta-talenta akting lainnya seperti Philip Seymour Hoffman, Chris Pratt hingga Robin Wright. Jika mau, Zaillan dan Sorkin dapat saja mengembangkan kisah yang lebih mendalam mengenai hubungan karakter Billy Beane dengan pelatih Oakland Athletics, Art Howe, yang diperankan oleh Seymour Hoffman, atau hubungan Billy dengan Scott Hatteberg, pemain yang diremehkan begitu banyak orang namun diyakininya memiliki talenta luar biasa dan diperankan oleh Pratt atau hubungan Billy dengan Sharon, mantan istrinya, yang diperankan oleh Wright. Jalinan-jalinan kisah pendukung ini mungkin akan dapat membantu banyak penonton awam lebih menghargai unsur drama Moneyball. Namun, Zaillan dan Sorkin emmilih untuk memfokuskan jalan cerita pada karakter Billy Beane dan segala tindakannya dalam mengagkat kembali tim bisbol Oakland Athletics. Dan keputusan itu yang berhasil membuat Moneyball jauh dari kesan standar.

Moneyball mungkin bukanlah sebuah film bertemakan olahraga standar yang dapat dengan mudah memikat hati penontonnya. Memadukan kisah klasik inspiratif a la film-film bertemakan olahraga dengan hitungan statistika di dalam jalan ceritanya, Moneyball akan mampu menangkap perhatian para penontonnya walaupun terkesan berjalan dengan ritme dan intensitas cerita yang cukup lamban pada beberapa bagian. Pun begitu, Moneyball telah sukses menjadi pembuktian kemahiran seorang Bennett Miller untuk mengarahkan dramatisasi sebuah jalan cerita untuk tidak berakhir sebagai sebuah kisah yang klise sekaligus mengeluarkan setiap potensi akting terbaik dari para jajaran pengisi departemen aktingnya.

Moneyball (Columbia Pictures/Scott Rudin Productions/Michael De Luca Productions/Film Rites/Specialty Films, 2011)

Moneyball (2011)

Directed by Bennett Miller Produced by Michael De Luca, Rachael Horovitz, Brad Pitt Written by Steven Zaillian, Aaron Sorkin (screenplay), Stan Chervin (story), Michael Lewis (book, Moneyball: The Art of Winning an Unfair Game) Starring Brad Pitt, Jonah Hill, Philip Seymour Hoffman, Chris Pratt, Casey Bond, Stephen Bishop, David Hutchison, Robin Wright, Kerris Dorsey, Robert Kotick, Spike Jonze, Joe Satriani Music by Mychael Danna Cinematography Wally Pfister Editing by Christopher Tellefsen Studio Columbia Pictures/Scott Rudin Productions/Michael De Luca Productions/Film Rites/Specialty Films Running time 133 minutesCountry United States Language English

4 thoughts on “Review: Moneyball (2011)”

  1. Film tentang bisbol favoritku sepanjang masa adalah ‘A League of Their Own’… ‘Moneyball’ menurutku msh blm bisa nyaingin sih. Brad Pitt gak terlalu outstanding disini, Jonah Hill justru lbh seru… Well,just a thoughts…😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s