Review: Johnny English Reborn (2011)


Komedian legendaris asal Inggris, Rowan Atkinson, telah kembali! Dan tidak! Kali ini Atkinson tidak datang dengan memerankan kembali karakter Mr. Bean yang legendaris itu. Setelah terakhir kali membintangi Mr. Bean’s Holiday di tahun 2007 dan kemudian vakum dari dunia akting untuk sementara, Atkinson hadir kembali dengan memerankan karakter Johnny English yang sempat populer – walaupun mendapatkan kritikan tajam dari para kritikus film dunia – ketika film Johnny English dirilis pada tahun 2003 lalu. Kembalinya Atkinson dalam akting komikalnya jelas akan mampu untuk memuaskan kerinduan para penggemar aktor yang kini telah berusia 56 tahun ini. Johnny English Reborn mampu menghadirkan beberapa momen yang akan mampu memancing tawa, namun sepertinya tidak akan merubah pandangan para kritikus film tentang dangkalnya jalan cerita film ini.

Memiliki alur cerita yang lebih gelap dan sedikit lebih kompleks daripada Johnny English, Johnny English Reborn mengisahkan kembalinya agen rahasia Johnny English (Atkinson) dari pertapaannya di Tibet yang ia lakukan setelah sebuah misi yang ia emban berakhir dengan kegagalan. Oleh pimpinan MI7, Pamela Thornton (Gillian Anderson), English ditugaskan untuk menyelidiki mengenai keberadaan sekelompok pembunuh bayaran kelas internasional yang saat ini diduga sedang berencana untuk membunuh Perdana Menteri China yang nantinya akan menyebabkan kekacauan bagi masyarakat dunia. Bersama dengan rekan kerja barunya, Tucker (Daniel Kaluuya), English memulai serangkaian penyelidikannya… yang tentu saja akan banyak dihiasi dengan berbagai adegan kekacauan dimanapun ia berada.

Mengingat Johnny English yang mendapatkan banyak kritikan tajam dari para kritikus film dunia, adalah sangat mengesankan bahwa Johnny English Reborn mampu menarik banyak talenta-talenta akting berkualitas Inggris untuk tampil di film ini. Tidak kurang mulai dari Gillian Anderson – yang pernah berperan sebagai Agen Dana Scully di serial science fiction legendaris, The X-Files (1993 – 2002), Rosamund Pike – yang pernah berperan di salah satu serial James Bond, Die Another Day (2002), serta Dominic West – yang populer dengan perannya sebagai Detektif Jimmy McNulty di serial The Wire (2002 – 2008). Dan harus diakui, kehadiran talenta-talenta inilah yang mampu membuat Johnny English Reborn terlihat lebih hidup guna mengimbangi kehadiran porsi komedi yang sepenuhnya berada di tangan Atkinson.

Rowan Atkinson sendiri adalah Rowan Atkinson yang telah setiap penonton kenal sebelumnya. Mereka yang telah mencintai segala sifat keluguan (atau kebodohan) dan kekacauan yang ditimbulkan oleh karakter-karakter yang diperankan Atkinson jelas akan sangat mudah menemukan diri mereka ternyum maupun tertawa dengan apa yang ditampilkan kembali oleh Atkinson di film ini. Tidak salah memang. Atkinson jelas telah lama dikenal sebagai seorang aktor komedian watak yang mampu menghadirkan momen-momen jenaka dari berbagai situasi yang mungkin sukar untuk ditemukan sisi humorisnya. Walau bukan sama sekali sebuah penampilan yang mampu menghadirkan sesuatu yang baru atau segar, penampilan Atkinson jelas tetap akan mampu mempertahankan reputasi Atkinson sebagai salah satu komedian paling dicintai di dunia.

Jika banyak momen-momen dari jalan cerita Johnny English Reborn banyak terkesan acak dan tidak beraturan demi menghadirkan sejumlah momen-momen komedi, jelas hal tersebut datang dari sederhananya (jika tidak mau disebut sebagai dangkal) penulisan naskah cerita film ini. Jika ingin dipandang positif, Johnny English Reborn memang adalah sebuah parodi dari berbagai film-film aksi spionase yang memang tidak berniat untuk tampil lebih dari itu. Dan memang, beberapa kali penonton akan menemukan diri mereka merasa begitu terhibur dengan berbagai kekacauan yang diakibatkan oleh karakter Johnny English nyang kemudian berlangsung lagi dan lagi dan lagi di sepanjang film. Itu yang menjadi kunci utama penyebab mengapa Johnny English Reborn akan begitu sukar untuk dibenci terlepas dari kedangkalan jalan cerita yang dihadirkan.

Johnny English Reborn jelas adalah hanyalah sebuah perpanjangan kisah dari Johnny English (2003) yang dihadirkan dengan deretan karakter yang lebih banyak, permasalahan yang sedikit lebih kompleks dan, bagian terbaiknya, kekacauan yang lebih bodoh lagi dari sebelumnya. Beruntung film ini dibintangi oleh Rowan Atkinson, komedian asal Inggris yang sepertinya tidak akan pernah gagal dalam menghadirkan momen-momen lucu walaupun ia tetap menghadirkan trik-trik komedi yang sama di sepanjang karirnya. Jajaran departemen akting film ini juga tidak dapat dibantah semakin menambah warna Johnny English Reborn yang sebenarnya bisa saja berakhir sebagai sebuah film datar dan tidak menarik.

Johnny English Reborn (Relativity Media/Studio Canal/Working Title Films, 2011)

Johnny English Reborn (2011)

Directed by Oliver Parker Produced by Tim Bevan, Eric Fellner, Chris Clark Written by William Davies (screenplay), Hamish McColl (story), Neal Purvis, Robert Wade (characters) Starring Rowan Atkinson, Gillian Anderson, Rosamund Pike, Dominic West, Daniel Kaluuya, Richard Schiff, Tim McInnerny, Togo Igawa, Chris Jarman, Joséphine de La Baume, Ian Shaw, Stephen Campbell Moore, Rupert Vansittart, Pik-Sen Lim, Miles Jupp, Burn Gorman Music by Ilan Eshkeri Cinematography Danny Cohen Editing by Guy Bensley Studio Relativity Media/Studio Canal/Working Title Films Running time 101 minutesCountry United Kingdom, Israel, France, JapanLanguage English

2 thoughts on “Review: Johnny English Reborn (2011)”

  1. Rowan Atkinson sepertinya tidak bisa dilepaskan dari image Mr. Bean. Jadi film apapun yang dia mainkan, bahkan film yang lumayan serius seperti Keeping Mum (2005), image Mr. Bean-nya tidak bisa hilang. Bagi aktor lain mungkin ini merupakan faktor yang tidak menguntungkan. Namun tidak bagi Rowan Atkinson, image yang sama yang terus melekat di film bergenre apapun yang dia mainkan malah menjadi daya pikat tersendiri. Benar memang Johnny English dan Johnny English Reborn memiliki penceritaan yang dangkal, namun siapapun yang menontonnya tentu tidak mempermasalahkan hal itu, karena sudah terhanyut dalam tawa atau minimal tersenyum melihat aksi Rowan. Mungkin hanya orang yang kurang sehat secara kejiwaan yang tidak akan tertawa (minimal merasa lucu) melihat aksi R.A dalam Johnny English Reborn. Johnny English Reborn bukan film terbaik atau pantas dikenang, tapi tidak akan mengecewakan bila ditonton. Jika sedang mumet dan ingin tertawa, film ini direkomendasikan untuk ditonton.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s