Review: Friends with Benefits (2011)


Jika pada Easy A (2010) Will Gluck merenovasi berbagai formula standar film drama remaja dengan sentuhan modern yang lebih dinamis sehingga mampu menghasilkan sajian yang sangat menghibur, maka lewat Friends with Benefits, Gluck hendak menerapkan eksperimen yang sama terhadap berbagai formula standar yang biasa Anda temui dalam sebuah film drama komedi romantis. Tentu kisah yang ditawarkan Gluck dalam Friends with Benefits sama sekali bukanlah sebuah kisah yang baru. Namun Gluck, dengan kemampuan yang cukup tajam dalam meramu adegan dan dialog cerdas serta jenaka dalam naskah cerita yang ia tuliskan, sekali lagi berhasil memanfaatkan berbagai formula penceritaan Hollywood yang sebenarnya sudah familiar dan usang untuk menghadirkan sebuah sajian yang mampu terasa begitu menyegarkan.

Filmnya sendiri berkisah mengenai persahabatan yang terjalin antara Jamie (Mila Kunis) dan Dylan (Justin Timberlake). Berasal dari kota Los Angeles dan baru-baru ini pindah ke New York untuk menjalani pekerjaan barunya, Jamie adalah satu-satunya orang yang dikenal Dylan di kota tersebut. Suatu malam, ketika berbincang-bincang mengenai hubungan percintaan dan seks, Jamie dan Dylan kemudian memutuskan untuk bereksperimen dengan kehidupan seks mereka: mereka berdua setuju untuk saling berhubungan seks, namun tanpa keberadaan ikatan perasaan apapun antara mereka berdua. Murni hanya sebatas hubungan seks.

Tanpa disangka, Jamie dan Dylan menikmati hubungan seks tanpa status tersebut. Hubungan persahabatan mereka bahkan mampu terjalin lebih akrab. Namun, selayaknya dua orang manusia biasa, keduanya kemudian gagal untuk tidak melibatkan perasaan dalam hubungan mereka. Dylan merasa Jamie menjauh dari dirinya ketika Jamie menjalin hubungan kasih dengan Parker (Bryan Greenberg). Sementara itu, Jamie semakin lama semakin merasa bahwa Dylan adalah sosok pria yang selama ini ia cari. Sayangnya, Dylan adalah sesosok pria yang sama sekali belum siap untuk terikat dalam komitmen apapun. Meskipin di sudut hatinya, Dylan menyadari bahwa Jamie adalah wanita yang tepat bagi dirinya.

Jalan cerita Friends with Benefits telah begitu familiar, bahkan dengan hanya mendengar judul atau premis film ini, kebanyakan penonton telah dapat menebak apa yang terjadi di antara dua karakter utama di film ini: hubungan seks tanpa status mereka berjalan lancar pada awalnya, hubungan emosional mulai mengambil alih di pertengahan cerita yang kemudian membuat hubungan keduanya menjadi renggang namun di akhir cerita keduanya menyadari bahwa mereka sebenarnya saling membutuhkan satu sama lain. Dengan cerita yang sangat ‘tradisional’ tersebut, Gluck harus berhasil untuk menghantarkan cukup banyak komedi yang mampu memancing tawa atau para karakter yang mampu tampil mengikat para penontonnya agar Friends with Benefits tidak jatuh menjadi sebuah tontonan yang membosankan.

Walau gagal pada beberapa bagian ceritanya, namun secara keseluruhan, Gluck mampu mengelola Friends with Benefits menjadi komedi yang berhasil memancing tawa sekaligus menghadirkan karakter yang sangat dengan mudah akan mampu menarik hati penontonnya. Kesuksesan tersebut bahkan telah dapat dirasakan semenjak awal, dalam sebuah adegan pembuka yang melibatkan kehadiran Emma Stone (yang akan mampu membuat Anda semakin jatuh cinta dengan dirinya) dan Andy Samberg. Dihadirkan sebagai sebuah referensi pada berbagai film-film drama komedi romantis lainnya, adegan pembuka tersebut diisi dengan dialog-dialog tajam nan jenaka yang cukup sanggup untuk mempersiapkan penonton akan kehadiran lebih banyak tawa dan huran di deretan adegan-adegan selanjutnya.

Gluck kemudian menghadirkan lebih banyak karakter dan lebih banyak kisah pendukung. Karakter-karakter yang dihadirkan Gluck kebanyakan berhasil memberikan tambahan warna menarik pada jalan cerita Friends with Benefits, walau ada kalanya guyonan yang dihadirkan terkesan terlalu dangkal. Masalah terbesar dari Friends with Benefits datang dari karakter orangtua Jamie dan Dylan. Dua karakter yang diperankan dengan sangat baik oleh Patricia Clarkson dan Richard Jenkins tersebut kehadirannya seperti memberikan sebuah dimensi baru yang sangat berbeda dari jalan cerita utama Friends with Benefits. Ini yang mungkin menyebabkan Friends with Benefits berjalan terlalu lama dengan durasi sepanjang 109 menit. Gluck mungkin ingin menghadirkan sisi humanis dan emosional dari film yang ia garap. Cukup berhasil, sebenarnya. Namun cenderung terlihat klise jika dilihat dan dihubungkan dengan kisah utama yang ingin disampaikan film ini secara keseluruhan.

Kualitas menengah dapat diberikan pada naskah cerita yang ditulis Gluck bersama Keith Merryman, David A. Newman dan Harley Peyton, namun kualitas kelas atas harus disematkan pada jajaran pemeran Friends with Benefits. Mila Kunis dan Justin Timberlake berhasil menampilkan chemistry terhangat mereka untuk film ini. Secara personal, Kunis dan Timberlake adalah dua sosok yang mudah untuk disukai, dan mereka berhasil menularkan kepribadian tersebut pada karakter yang mereka perankan. Peran sebagai Jamie dan Dylan jelas bukanlah sebuah peran yang membutuhkan kemampuan akting terlalu mendalam. Tetap saja, keberhasilan keduanya dalam menjalin dan meramu chemistry yang erat dalam setiap adegan Friends with Benefits adalah salah satu faktor penting yang membuat film ini berhasil mampu tampil memikat.

Sekali lagi, Will Gluck membuktikan kecerdasannya dalam menggarap sebuah formula lama menjadi sebuah sajian yang benar-benar segar, menghibur dan tetap mampu tampil menarik secara emosional. Tidak seluruh bagian Friends with Benefits berhasil tampil menarik, namun keberadaan jajaran pemeran film ini yang sangat solid – yang dipimpin oleh chemistry yang sangat hangat antara Mila Kunis dan Justin Timberlake, membuat film ini mampu tampil superior jika dibandingkan dengan kebanyakan film drama komedi romantis lain yang banyak dirilis Hollywood akhir-akhir ini. Friends with Benefits berada di jalur yang tepat untuk menjadi film komedi romantis terbaik tahun ini.

Friends with Benefits (Castle Rock Entertainment/Zucker Productions/Olive Bridge Entertainment, 2011)

Friends with Benefits (2011)

Directed by Will Gluck Produced by Liz Glotzer, Martin Shafer, Will Gluck, Jerry Zucker, Janet Zucker Written by Keith Merryman, David A. Newman, Will Gluck (screenplay), Harley Peyton, Keith Merryman, David A. Newman (story) Starring Mila Kunis, Justin Timberlake, Patricia Clarkson, Jenna Elfman, Bryan Greenberg, Richard Jenkins, Woody Harrelson, Emma Stone, Andy Samberg, Masi Oka, Jason Segel, Rashida Jones, Shaun White Music by Halli Cauthery Cinematography Michael Grady Editing by Tia Nolan Studio Castle Rock Entertainment/Zucker Productions/Olive Bridge Entertainment Running time 109 minutes Country United States Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s