Review: Love, Wedding, Marriage (2011)


Belajar dari pengalamannya dalam membintangi film-film drama komedi romantis seperti My Best Friend’s Wedding (1997), The Wedding Date, The Family Stone dan Must Love Dogs (yang ketiganya dirilis pada tahun 2005), aktor Dermot Mulroney melakukan debut penyutradaraannya lewat film Love, Wedding, Marriage. Mulroney, sayangnya, bukanlah seorang aktor yang memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi seorang sutradara yang inovatif. Dalam film perdananya, Mulroney terkesan hanya ‘bermain aman’ dengan mengikuti berbagai formula drama komedi romantis yang telah ada dan menolak untuk berusaha menampilkan sebuah sudut pandang baru dalam jalan cerita filmnya. Hasilnya, selain terasa begitu repetitif, Love, Wedding, Marriage jelas terlihat sebagai sebuah usaha penyutradaraan yang sama sekali gagal untuk dapat ditampilkan bagi banyak orang.

Love, Wedding, Marriage berkisah mengenai seorang konselor pernikahan bernama Ava (Mandy Moore), seorang karakter wanita yang sangat berdedikasi kepada pekerjaannya sehingga seringkali mencampuradukkan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadinya – tipe karakter wanita yang biasa diperankan oleh Katharine Heighl. Ava baru saja menikah dengan pria impiannya, seorang pengusaha minuman anggur tampan bernama Charlie (Kellan Lutz). Berbekal api cinta mereka yang membara, serta kepercayaan diri bahwa pernikahan adalah suatu hal yang suci dan sakral yang ia pelajari dari usia pernikahan orangtuanya, Bradley (James Brolin) dan Betty (Jane Seymour), yang hampir menginjak 30 tahun, Ava jelas merasa bahwa pernikahan yang ia jalani akan memperlengkap kebahagiaan hidupnya saat ini.

Dan, seperti yang bisa ditebak, sebuah masalah akan datang untuk menghancurkan impian suci tersebut. Dan masalah itu datang justru dari pernikahan kedua orangtua Ava yang begitu ia panuti. Menjelang ulang tahun pernikahannya yang ke-30, Betty baru mengetahui bahwa Bradley sempat selingkuh dari dirinya. Ini memicu Betty untuk mengajukan perceraian kepada Bradley. Jelas, Ava yang seorang konselor pernikahan, akan melakukan apa saja untuk dapat menyelamatkan pernikahan kedua orangtuanya. Namun, fokus kehidupan Ava yang kini berpindah pada kedua orangtuanya, secara perlahan membuat ia lupa akan Charlie yang berada di sisinya. Jelas berbagai konflik tambahan kini semakin mewarnai kehidupan Ava.

Kegagalan pertama Love, Wedding, Marriage telah dimulai semenjak awal, ketika Mulroney memutuskan untuk menampilkan Kellan Lutz di awal film ini. Adalah sangat mudah untuk memberikan tuduhan bahwa Lutz adalah seorang aktor yang hanya dapat mengandalkan ketampanan wajah dan kesempurnaan fisiknya dalam menembus industri perfilman Hollywood. Namun, dalam Love, Wedding, Marriage, semua tuduhan tersebut seperti mendapatkan dukungan dan bukti yang akurat. Lutz tampil dengan ekspresi wajah yang sama di sepanjang jalan cerita serta masih ditambah dengan kegagalannya untuk menghasilkan chemistry dengan setiap aktris maupun aktor yang berbagai adegan dan dialog dengan dirinya. Ada alasan mengapa Lutz hanya dipilih sebagai Emmet Cullen yang memiliki dialog dan adegan minimalis pada franchise The Twilight Saga. Lutz hanya menarik untuk dilihat ketika ditempatkan sebagai pemeran pendukung dan memberikannya sebuah peran utama dalam sebuah film yang mengharuskannya untuk menghasilkan berbagai ekspresi emosional adalah sebuah pilihan yang teramat salah.

Walau sangat berpengaruh, penampilan datar seorang Kellan Lutz hanyalah sebagian kecil dari kegagalan Love, Wedding, Marriage. Kesalahan terbesar film ini jelas terletak pada naskah ceritanya yang terlalu patuh pada berbagai formula drama komedi romantis Hollywood dengan karakterisasi yang digambarkan begitu dangkal. Ditulis oleh Caprice Cane — salah seorang penulis serial televisi Melrose Place (1992 – 1999) dan 90210 (2008 hingga sekarang) – serta Anouska Chydzik, Love, Wedding, Marriage dipenuhi dengan rentetan adegan yang akan penonton harapkan hadir dari sebuah film bergenre sama. Sayangnya, Cane dan Chydzik tidak memperkuat naskah cerita yang lemah dengan deretan karakter yang menarik. Karakter-karakter yang dihadirkan dalam film ini benar-benar dangkal, tidak menarik dan sangat mengesalkan.

Kesalahan demi kesalahan tersebut sebenarnya masih dapat sedikit diselamatkan jika saja Dermot Mulroney tahu bagaimana mengeluarkan potensi terbaik dari setiap tim produksi film ini. Sayangnya, insting penyutradaraan Mulroney terkesan hanyalah sebuah tiruan dari berbagai arahan yang selama ini ia dapatkan dalam membintangi film-film bergenre drama komedi romantis. Ini yang membuat Love, Wedding, Marriage menjadi datar ketika menampilkan adegan romansa dan mengesalkan ketika berniat menyuguhkan adegan-adegan bernuansa komedi. Mulroney juga gagal dalam mengeluarkan kemampuan akting terbaik dari setiap aktornya yang membuat setiap karakter yang hadir di film ini tampil tanpa jalinan chemistry yang meyakinkan satu sama lain.

Tidak banyak yang dapat dikatakan dari sebuah film yang mampu membuat daya tarik seorang Mandy Moore menjadi terlihat begitu menyebalkan dalam sebuah jalan cerita. Love, Wedding, Marriage adalah sebuah film drama komedi romantis yang bahkan memiliki kualitas sangat jauh lebih buruk daripada film-film bergenre sama yang banyak dihasilkan Hollywood. Penyutradaraan yang sama sekali tidak efektif, jalan cerita yang sangat tidak menarik, deretan karakter yang dangkal dan gagal untuk dihidupkan oleh para pemerannya serta Kellan Lutz yang tampil datar namun memiliki begitu banyak adegan, Love, Wedding, Marriage adalah sebuah penghinaan tersendiri bagi film-film drama komedi romantis. Tidak romantis. Tidak menghibur. Tidak menarik. Salah satu film terburuk untuk tahun ini.

Love, Wedding, Marriage (Chydzik Media Group/First Wedding Productions/Voodoo Production Services, 2011)

Love, Wedding, Marriage (2011)

Directed by Dermot Mulroney Produced by Michelle Chydzik Sowa Written by Anouska Chydzik, Caprice Crane Starring Mandy Moore, Kellan Lutz, James Brolin, Jane Seymour, Jessica Szohr, Michael Weston, Richard Reid, Gabrielle Shuff, Marta Żmuda Trzebiatowska, Andrew Keegan, Julia Roberts Cinematography Óttar Guðnason Studio Chydzik Media Group/First Wedding Productions/Voodoo Production Services Running time 91 minutes Country United States Language English

 

One thought on “Review: Love, Wedding, Marriage (2011)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s