Review: Transformers: Dark of the Moon (2011)


Adalah sebuah pengetahuan umum bagi setiap pecinta film di dunia bahwa Michael Bay adalah seorang sutradara yang sangat handal ketika ia menghantarkan sebuah film yang disertai dengan begitu banyak adegan ledakan yang memerlukan tingkat pengarahan special effect yang tinggi. Namun, merupakan rahasia umum pula bahwa dalam setiap film-film yang diarahkan oleh Bay, tidak seorangpun seharusnya mengharapkan adanya pengembangan karakter yang jelas, kontinuitas jalan cerita yang terjaga maupun aliran emosi yang akan mampu membuat penonton peduli dengan apa yang terjadi pada setiap karakter di film yang mereka tonton. Transformers: Dark of the Moon sepertinya menjadi sebuah pembuktian kembali atas kenyataan tersebut.

Dengan perantaraan narasi dari Optimus Prime (Peter Cullen), Transformers: Dark of the Moon memulai kisahnya dengan membawa para penontonnya kembali ke awal tahun 1960-an dimana pihak Amerika Serikat dan Uni Sovyet saling bersaing untuk dapat mendarat ke permukaan bulan terlebih dahulu. Persaingan tersebut ternyata tidak hanya terjadi semata karena mempertahankan ego besar dari masing-masing negara. Sebuah pesawat luar angkasa yang berasal dari Cybertron – planet dimana para Transformers berasal – dan membawa sebuah penemuan yang dapat mengakhiri peperangan antara Autobots dan Decepticons jatuh di permukaan bulan. Jatuhnya pesawat luar angkasa tersebut ternyata dapat dideteksi oleh pihak militer Amerika Serikat, yang kemudian secara rahasia meluncurkan misi untuk menyelidiki hal tersebut ke bulan guna mencegah agar pihak Uni Sovyet mendapatkannya terlebih dahulu. Di kemudian hari, berbagai material yang dibawa oleh pesawat luar angkasa asal Cybertron tersebut justru akan memicu perang besar antara Autobots dan Decepticons di atas muka Bumi.

Kembali ke masa saat ini, karakter utama dari franchise Transformers, Sam Witwicky (Shia LaBeouf), dikisahkan telah lulus dari masa kuliahnya, sedang tidak memiliki pekerjaan dan berusaha setengah mati untuk mencarinya, telah melupakan kisah kasihnya dengan Mikaela Banes (Megan Fox) yang dikisahkan memutuskan dirinya serta mendapati dirinya telah berada di atas ranjang dengan seorang wanita yang sama (atau terkadang malah lebih) panasnya dengan Mikaela, Carly Spencer (Rosie Huntington-Whiteley), yang berstatus sebagai kekasihnya saat ini. Sam kemudian menemukan sebuah fakta bahwa Megatron dan Decepticons semenjak lama telah melakukan misi rahasia untuk membunuh setiap orang yang terlibat dalam perjalanan luar angkasa yang dilakukan pihak Amerika Serikat dan Rusia untuk meneliti pesawat luar angkasa Cybertron. Tentu, Sam kemudian melaporkan temuannya ini pada Optimus Prime. Penemuan tersebut kemudian membuka sebuah tabir rahasia lain, bahwa beberapa pihak sedang berusaha untuk meneruskan ras bangsa planet Cybertron dengan memanfaatkan umat manusia di Bumi sebagai korbannya.

Lewat deretan kisah yang ditulis oleh Ehren Kruger tersebut, Transformers: Dark of the Moon kemudian mengenalkan deretan karakter-karakter baru dalam jalan ceritanya, termasuk tiga karakter yang diperankan oleh Patrick Dempsey, Frances McDormand dan John Malkovich serta puluhan karakter-karakter robot baru yang sepertinya hadir untuk menambah kompleksitas penyerapan jalan cerita film ini oleh penontonnya. Namun, kompleksitas yang paling besar justru datang dari cara Michael Bay merangkai kisah cerita yang ia hadirkan. Bay sepertinya begitu ingin menentang fakta bahwa ia adalah seorang storyteller yang payah dan selalu berusaha menyelipkan deretan drama (datar dan dalam durasi yang lama!) sebelum menghadirkan deretan adegan aksi dengan ramuan special effect tingkat tinggi yang menjadi keahlian utamanya. Ini yang menyebabkan perjalanan satu setengah jam awal Transformers: Dark of the Moon terasa seperti berjalan selamanya: datar, hambar dan sedikit mengesalkan dengan tambahan hadirnya deretan guyonan-guyonan corny khas film-film arahan Bay.

Belajar dari kesalahan yang ia lakukan pada Transformers: Revenge of the Fallen (2009) – bahwa Anda seharusnya tidak menyajikan deretan adegan dengan kandungan special effect tinggi secara setengah hati ketika jalan cerita yang Anda hantarkan sama sekali tidak dapat diandalkan – Bay kemudian menghadirkan salah satu sajian adegan aksi berteknologi tingkat tinggi paling gemilang yang pernah dihasilkan oleh Hollywood. Semua adegan aksi yang penonton harapkan dari sebuah film yang terdapat dalam franchise Transformers – para robot yang berusaha membunuh satu sama lain, para manusia yang berusaha menyelamatkan dirinya, para manusia yang terjatuh dari gedung tingkat tinggi hingga para manusia yang bersatu untuk menyelamatkan ras mereka dari kehancuran – hadir dan mampu disajikan Bay dengan sentuhan yang sangat memukau.

Mereka yang berkesempatan untuk menyaksikan film ini dalam format 3 dimensi juga diberikan banyak keuntungan tambahan. Bay memang mengkhususkan Transformers: Dark of the Moon sebagai sebuah sajian yang mampu beradaptasi baik dengan teknologi tersebut. Hasilnya, Bay juga mampu membuat Transformers: Dark of the Moon sebagai salah satu film yang mampu memanfaatkan teknologi 3 dimensi hingga saat ini. Gempuran-gempuran adegan aksi tersebut juga semakin terasa menggebu dengan kehadiran tata musik arahan Steve Jablonsky. Entah disengaja atau tidak, Jablonsky memadukan tata musik yang pernah dihadirkan di franchise Transformers sebelumnya dengan tata musik yang terinspirasi dari tata musik yang dihasilkan Hans Zimmer untuk film Inception (2010). Dan perpaduan itu terbukti mampu bekerja dengan sangat baik untuk film ini.

Untuk departemen akting, sejujurnya, franchise Transformers bukanlah sebuah ajang yang tepat bagi para pemerannya untuk membuktikan kedalaman kemampuan akting mereka. Para pemeran dari seri terdahulu sepertinya telah begitu terbiasa dengan peran yang mereka mainkan, sementara itu beberapa pemeran baru juga mampu mengisi departemen akting Transformers: Dark of the Moon dengan baik… walaupun sama sekali tidak istimewa. Pengecualian bagi Nona Rosie Huntington-Whiteley. Bukan bermaksud untuk memberikan mimpi buruk pada Nona Huntington-Whiteley, namun ia seharusnya tetap memilih untuk setia di jalur karirnya sebagai model daripada terjun dan mencoba peruntungannya di dunia akting. Akting yang diberikan Huntington-Whiteley seperti membuat penampilan Megan Fox terasa bagaikan penampilan seorang Meryl Streep. Huntington-Whiteley tampil datar dalam setiap dialognya, ekspresi wajah yang ia tampilkan serta chemistry yang ia jalin bersama Shia LaBeouf pada setiap adegan.

Transformers: Dark of the Moon jelas merupakan sebuah tambahan yang tidak jauh berbeda dari apa yang telah pernah Michael Bay sajikan di seri sebelumnya: karakterisasi yang dangkal, ketidakfokusan dalam pengarahan jalan cerita, serta kealpaan hadirnya alur emosi yang kemudian dibungkus dengan deretan adegan visual yang mampu mengundang decak kagum penontonnya. Tentu, Bay mampu belajar dari kesalahannya terdahulu dan menghadirkan Transformers: Dark of the Moon dengan intensitas adegan action serta visual effects yang jauh lebih menegangkan dan memukau daripada Transformers: Revenge of the Fallen. Namun secara keseluruhan, Transformers: Dark of the Moon semakin menunjukkan bahwa seluruh daya tarik dan unsur bersenang-senang yang ditemukan penonton pada Transformers (2007) telah benar-benar menghilang dari franchise ini.

Transformers: Dark of the Moon (Paramount Pictures/Hasbro/Di Bonaventura Pictures, 2011)

Transformers: Dark of the Moon (2011)

Directed by Michael Bay Produced by Don Murphy, Tom DeSanto, Lorenzo di Bonaventura, Ian Bryce Written by Ehren Kruger Starring Shia LaBeouf, Josh Duhamel, John Turturro, Tyrese Gibson, Rosie Huntington-Whiteley, Patrick Dempsey, Kevin Dunn, Julie White, John Malkovich, Frances McDormand, Lester Speight, Alan Tudyk, Ken Jeong, Glenn Morshower, Buzz Aldrin, Bill O’Reilly, Elya Baskin, Peter Cullen, Leonard Nimoy, Hugo Weaving,  Tom Kenny, Reno Wilson, Charlie Adler, Jess Harnell, Frank Welker, James Remar, Francesco Quinn, George Coe, John DiMaggio, Ron Bottitta, Keith Szarabajka, Greg Berg, Robert Foxworth Music by Steve Jablonsky Cinematography Amir Mokri Editing by Roger Barton, William Goldenberg, Joel Negron Studio Paramount Pictures/Hasbro/Di Bonaventura Pictures Running time 154 minutes Country United States Language English

4 thoughts on “Review: Transformers: Dark of the Moon (2011)”

  1. Once the film stops trying to endear you to Shia’s employment and girlfriend problems, the meaningless destruction and mayhem does have a measure of entertainment value. Good Review!

  2. Menonton Transformer 1, 2 dan 3 seperti minum obat yang pada awalnya mujarab, tetapi kemudian kehilangan daya penyembuhnya. Transformer 1, that’s ok, sebagai hiburan. Pada Transformer 2, ada sedikit blunder, yaitu robot yang bisa berubah total jadi sama seperti manusia. Hellowwww, kalau kamu adalah mahluk yang cerdas, ingin menguasai bumi, bukanlah akan lebih mudah menjalankan misimu bila kamu dan gerombolanmu berwujud sama seperti manusia? Dan juga seabrek kelemahan lain. Pada Transformer 3, rasanya kita benar-benar digempur oleh penghancuran yang massive dan teknologi CGI yang sangat luar biasa. Namun bagi saya, mungkin juga bagi sejumlah penonton lain, semua itu mulai terasa membosankan dan tidak menghibur. Hanya ada beberapa elemen yang membuat kita mau tidak mau tertawa, seperti kemunculan kembali robot RC yang ada di Transformer 2 dan pada Transformer 3 dia sudah punya pasangan, dengan tingkah dan dialognya yang cukup menggelitik. Beberapa adegan lucu cukup berhasil menghibur. Namun menurut saya Transformer harus sudah diakhiri pada seri 3 ini saja. Karena ide yang ada sepertinya sudah mentok di langit-langit. Bagi manusia yang berakal sehat mungkin sangat sulit bila Transformer 4 dimunculkan di masa mendatang, kecuali anak kecil yang memang senang dengan hal-hal seperti itu (bukankah Transformer itu awalnya adalah film kartun yang ditujukan untuk anak-anak?).

  3. menurut saya, efek 3Dnya tidak maksimal.. untuk beberapa adegan peperangan yg cukup klimaks, efek 3D tidak terlalu terasa.. sayang sekali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s