Review: The Resident (2011)


Apakah Hilary Swank sedang menjalani sebuah Nicole Kidman phase – dimana ia secara terus menerus membuat pilihan yang salah dengan membintangi serangkaian film-film berkualitas mengecewakan setelah memenangkan dua Academy Awards lewat Boys Don’t Cry (2000) dan Million Dollar Baby (2002)? Setelah The Black Dahlia (2006) dan The Reaping (2007) yang sangat berantakan, Swank sepertinya kembali terjatuh ke lubang yang sama lewat The Resident, sebuah film thriller dengan jalan cerita standar yang jauh dari kesan menarik. Swank, seperti biasanya, masih mampu menampilkan permainan terbaiknya sebagai seorang aktris. Namun naskah The Resident begitu lemah sehingga akan menenggelamkan penampilan sekaliber apapun dari jajaran aktornya sekaligus membuat para penontonnya akan kehilangan rasa ketertarikan mereka pada film ini bahkan ketika The Resident baru saja memulai terornya.

Berkisah mengenai Juliet Deverau (Swank), seorang dokter yang baru saja pindah ke New York dan menemukan kehidupannya berada dalam kebimbangan yang besar setelah menemukan bahwa kekasihnya, Jack (Lee Pace), telah berselingkuh darinya. Juliet kemudian memutuskan untuk menyewa sebuah apartemen baru dimana ia dapat menata kembali kehidupannya. Beruntung, Juliet menemukan sebuah apartemen dengan ukuran yang cukup besar dan harga yang sangat terjangkau. Tidak hanya itu, Juliet juga menemukan dirinya merasa tertarik dengan Max (Jeffrey Dean Morgan), pria pemilik apartemen, yang ternyata juga merasakan hal yang sama dengan Juliet.

Walau hubungan antara Juliet dan Max kemudian berjalan cukup lancar, Juliet kemudian mengakui kepada Max bahwa dirinya masih belum dapat melupakan Jack sepenuhnya. Di saat yang sama, Jack yang sangat merasa menyesal atas perselingkuhan yang ia lakukan terhadap Juliet, secara perlahan mulai mendekati Juliet dan berniat untuk menjalin kembali tali kasih mereka – satu hal yang ternyata tidak ditolak secara mentah-mentah oleh Juliet. Tanpa diketahui oleh Juliet, ada seseorang yang ternyata sangat menginginkan Juliet dan selama ini telah mengikuti serta mengamati setiap gerak-geriknya. Begitu mengetahui bahwa Juliet akan dimiliki oleh orang lain, pria misterius tersebut kemudian berusaha untuk melakukan segala cara untuk mendapatkan keinginannya.

Misteri, sayangnya, bukanlah satu hal yang berusaha untuk ditutupi di dalam jalan cerita The Resident. Ketika film ini menginjak setengah dari durasi awalnya, naskah cerita The Resident kemudian mengungkapkan sebuah misteri yang seharusnya menjadi kunci utama yang dapat membuat para penonton terus mengikuti dan menyimak mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada Juliet dan apartemennya yang misterius. Kehilangan daya tarik utamanya, The Resident kemudian berjalan sesuai dengan formula horor standar khas Hollywood yang kemudian gagal untuk dikembangkan oleh sang sutradara, Antti Jokinen, untuk menjadi sebuah jalan cerita yang masih mampu untuk memberikan ketegangan tersendiri untuk para penontonnya.

Entah apa yang berada di benak Hilary Swank ketika ia setuju untuk membintangi – dan mengambil bagian sebagai produser eksekutif – film ini. Memiliki cerita yang dangkal, Swank memang masih mampu memberikan penampilan akting yang meyakinkan bagi film ini – termasuk dengan tampil dalam beberapa adegan panas. Karakter yang ia perankan juga merupakan satu-satunya karakter yang mampu dikembangkan di sepanjang jalan cerita film ini. Bandingkan dengan kehadiran karakter August yang diperankan Christopher Lee yang sama sekali tidak memberikan kontribusi apapun di dalam jalan cerita atau karakter Jack yang murni hanya dihadirkan sebagai karakter pendamping – sekaligus korban – bagi jalan cerita film ini.

Karakter Max yang diperankan oleh Jeffrey Dean Morgan merupakan karakter kedua yang mendapatkan porsi peran yang cukup besar di dalam The Resident. Sayangnya, karakter ini digambarkan dengan cara yang terlalu dangkal. Pada sebuah adegan, The Resident ingin menampilkan karakter Max sebagai seorang karakter dengan masa lalu yang kelam. Namun hal tersbeut hanya berlangsung pada satu adegan tersebut. Tidak lebih. Morgan juga berusaha untuk menampilkan Max sebagai sesosok yang menderita akibat masa lalunya. Usaha yang cukup baik, namun sangat terhadang oleh dangkalnya penggalian karakterisasi yang telah dituliskan untuk karakter Max tersebut.

The Resident adalah salah satu film thriller yang memiliki jalan cerita standar khas Hollywood namun gagal dibangun untuk memberikan tujuan utama dari sebuah film thriller kepada para penontonnya: ketegangan. Hilary Swank dan Jeffrey Dean Morgan masih akan dapat mengatakan bahwa mereka telah memberikan kemampuan penuh mereka untuk menghidupkan karakter yang mereka perankan, namun dengan jalan cerita yang terlalu klise, sebuah misteri yang diungkap terlalu cepat dan deretan adegan-adegan yang begitu terkesan sangat datar, The Resident tidak hanya tampil tanpa memberikan sebuah kesan, namun hadir sebagai sebuah film yang gagal secara keseluruhan.

The Resident (Hammer Film Productions, 2011)

The Resident (2011)

Directed by Antti Jokinen Produced by Simon Oakes, Cary Brokaw, Guy East, Nigel Sinclair Written by Antti Jokinen, Robert Orr, Erin Cressida Wilson Starring Hilary Swank, Jeffrey Dean Morgan, Christopher Lee, Lee Pace, Aunjanue Ellis Music by John Ottman Cinematography Antti Jokinen Editing by Bob Murawski, Stuart Levy Studio Hammer Film Productions Running time 90 minutes Country United Kingdom, United States Language English

3 thoughts on “Review: The Resident (2011)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s