Review: A Chinese Ghost Story (2011)


Ketika sutradara asal Hong Kong, Ching Siu-tung, menggarap A Chinese Ghost Story (1987) yang diadaptasi dari salah satu cerita pendek dari buku kumpulan kisah berjudul Strange Stories from a Chinese Studio karya penulis dari zaman Dinasti Qing, Pu Songling, Ching mungkin tidak membayangkan betapa besar kesuksesan yang akan diraihnya. Namun, film tersebut kemudian berhasil merebut perhatian banyak penonton film dunia, sukses besar baik secara komersial maupun kritikal, memperkenalkan nama aktris Joey Wong, semakin memapankan popularitas aktor Leslie Chung di dunia akting serta menjadi pembuka tren perilisan puluhan film lainnya yang mengangkat cerita rakyat mengenai kisah hantu di industri film Hong Kong. Kehadiran A Chinese Ghost Story begitu fenomenal sehingga rasanya tinggal menunggu waktu untuk salah satu sineas film Hong Kong untuk kembali melakukan remake terhadap film tersebut.

Dan pemikiran itulah yang kemudian berhasil ditangkap oleh Wilson Yip. Baru saja sukses dengan dwilogi Ip Man (2008, 2010) yang berhasil meroketkan popularitasnya (dan aktor Donnie Yen) ke kancah internasional, mengarahkan sebuah remake dari A Chinese Ghost Story adalah sebuah tantangan tersendiri bagi Yip. Memulai karirnya dengan mengarahkan film-film ber-genre horor sebelum akhirnya merilis (dan sukses dengan) film-film ber-genre crime-drama dan action, A Chinese Ghost Story akan menjadi kali pertama bagi Yip untuk mengarahkan sebuah kisah fantasy. Yip boleh saja untuk selalu mencoba hal-hal baru guna mengasah kemampuan penyutradaraannya, namun tentu saja Yip harus sangat berhati-hati dalam menentukan pilihannya, khususnya ketika ia memutuskan untuk melakukan remake terhadap sebuah film sefenomenal A Chinese Ghost Story namun kemudian gagal dalam menghadirkan rangkaian kisah yang sama menariknya.

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Zhang Tan, A Chinese Ghost Story versi Wilson Yip mengalami sedikit perubahan pada struktur jalan ceritanya. Jika pada versi tahun 1987 jalan ceritanya berfokus pada hubungan terlarang antara seorang pria dengan seorang hantu wanita dengan melibatkan seorang pendeta Tao untuk membantu sang hantu wanita membebaskan diri dari cengkeraman seorang hantu antagonis yang dikenal dengan sebutan Tree Demon,  maka pada versi teranyar ini terjalin sebuah kisah cinta segitiga antara sang hantu wanita dengan seorang pria pengusir arwah (pengganti karakter pendeta Tao) serta seorang pria petugas pemerintahan dengan masih menyertakan kisah mengenai Tree Demon yang menawan arwah sang hantu wanita.

Ketika sedang memenuhi tugasnya untuk membantu penduduk sebuah desa dalam memperoleh air, petugas pemerintahan, Ning Caichen (Yu Shaoqun), secara tidak sengaja bertemu dan jatuh hati dengan seorang wanita misterius bernama Nie Xiaoqian (Liu Yifei). Tentu saja, ketika seorang pengusir arwah bernama Yan Chixia (Louis Koo) mengingatkan Ning bahwa sang wanita adalah seorang hantu, Ning tidak dapat mempercayainya. Namun, Nie sendiri akhirnya mengakui bahwa dirinya memang adalah seorang hantu yang kini berada dalam kekuatan mantra Tree Demon (Kara Hui). Mendengar hal tersebut, Ning lantas bertekad untuk membantu Nie melepaskan diri dari belenggu Tree Demon. Jelas bukan hal yang mudah karena Tree Demon sendiri memerlukan bantuan Ning dan hantu-hantu lain yang ia kuasai untuk membalaskan dendamnya pada Yan Chixia yang pernah mengikatnya beberapa tahun lalu.

Walau harus diakui adalah sebuah langkah yang berani untuk melakukan remake terhadap salah satu film Asia yang paling dikenal ini, termasuk dengan melakukan restrukturisasi terhadap beberapa bagian ceritanya, namun A Chinese Ghost Story – yang juga dirilis dengan judul A Chinese Fairytale di beberapa negara – sama sekali tidak memiliki greget yang sama seperti yang dimiliki film pendahulunya. Wilson Yip sepertinya sama sekali tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya dengan naskah cerita fantasi yang berkisah tentang cinta segitiga antara karakter-karakter utamanya. Ini yang membuat kehadiran kisah cinta segitiga tersebut justru terasa amat datar dan gagal menghantarkan tambahan elemen yang menarik pada jalan cerita asli A Chinese Ghost Story.

Yang semakin memperkeruh dinamika A Chinese Ghost Story adalah ketiadaan chemistry yang tercipta antara ketiga karakter utamanya. Baik Louis Koo, Liu Yifei dan Yu Shaoqun terlihat lebih berusaha untuk menghidupkan karakter mereka sendiri dan melupakan pentingnya hubungan yang terjalin antara karakter mereka dengan dua karakter lainnya yang sering berbagi adegan dengan mereka. Yu Shaoquan juga tampil tidak meyakinkan sebagai seorang pria pemerintahan yang mampu menarik perhatian hantu wanita secantik Liu Yifei. Yu sama sekali tidak memiliki kharisma yang mampu membuatnya penonton percaya bahwa ia adalah seorang karakter pria yang menarik. Dari departemen akting sendiri, justru Kara Hui yang berperan yang berhasil menarik perhatian dengan penampilannya yang mengerikan sebagai Tree Demon. Sayang, peran Hui terlihat begitu dibatasi karena kehadiran kisah romansa paraa karakter utamanya.

Selain art department yang berhasil menghadirkan tata produksi yang cukup meyakinkan untuk dilihat selama jalan cerita berjalan, A Chinese Ghost Story harus diakui gagal dalam memberikan alasan-alasan positif mengapa film ini layak untuk ditonton. Jalan cerita film ini sendiri membutuhkan beberapa tampilan efek khusus yang kemudian dihasilkan Yip lewat tata CGI yang walaupun masih jauh dari kesan mengesankan, namun mampu ditampilkan dengan cukup baik. Kelemahan demi kelemahan yang terlihat dalam A Chinese Ghost Story inilah yang membuat film ini akan tampil begitu membosankan dalam 99 menit durasi tayangnya.

Secara ringkas, versi terbaru dari A Chinese Ghost Story gagal dalam memberikan tampilan kisah yang menarik dari kisah cinta para karakternya seperti yang dihaadirkan oleh film pendahulunya. Walau masih diliputi dengan latar belakang kisah Tree Demon yang kejam, namun perombakan kisah cinta  yang dilakukan terhadap tiga karakter utamanya yang tidak diiringi dengan penggalian karakter yang cukup dalam membuat kisah tersebut berlangsung datar dan jauh dari tampilan kisah yang mengesankan. Selain Kara Hui, para jajaran pemeran film ini juga tampil dalam kapabilitas yang biasa saja. Hasilnya, A Chinese Ghost Story karya Wilson Yip tampil sebagai sebuah film yang datar dan akan gagal mengesankan para penontonnya.

A Chinese Ghost Story (Golden Sun Films, 2011)

A Chinese Ghost Story (倩女幽魂) (2011)

Directed by Wilson Yip Produced by Lai Tsun Kei, Hui Kin Hoi, Pang Yik Written by Zhang Tan (screenplay), Pu Songling (story) Starring Louis Koo, Liu Yifei, Yu Shaoqun, Kara Hui, Wai Ying-hung, Fan Sui-wong, Li Ching, Elvis Tsui, Miu Miu, Fung Hak-on, Lam Pang, Wang Tan Yee Li Music by Ronald Ng Cinematography Arthur Wong Editing by Cheung Ka-fai, Tang Man-to Studio Golden Sun Films Running time 99 minutes Country China, Hong Kong Language Mandarin

One thought on “Review: A Chinese Ghost Story (2011)”

  1. setuju, menurut gw versi 1987 nya lbh berkesan, selain lucu, pemilihan karakter pemainnya lbh cocok, dr pemain utama, sang pendeta bahkan sang maho iblis pohon😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s