Review: Red Riding Hood (2011)


Sekeras apapun usaha untuk menyembunyikannya, namun adalah sangat sulit untuk membantah bahwa Red Riding Hood adalah sebuah film yang diproduksi untuk mendompleng ketenaran dari franchise The Twilight Saga yang banyak digilai kaum remaja tersebut. Lihat saja dari susunan jalan ceritanya. Terlepas dari fakta bahwa David Johnson (Orphan, 2009) mendasarkan jalan cerita Red Riding Hood berdasarkan kisah legendaris Little Red Riding Hood, film ini masih menceritakan mengenai kisah cinta segitiga antara seorang wanita dengan dua pria yang sama-sama berniat untuk memilikinya. Satu diantara pria tersebut bahkan dicurigai sebagai jelmaan seekor serigala. Kebetulan? Tambahkan dengan fakta lain bahwa film ini diarahkan oleh Catherine Hardwicke, sutradara wanita yang mengarahkan seri pertama The Twilight Saga, Twilight (2008), maka Anda akan mendapatkan sebuah film dengan cita rasa The Twilight Saga yang kental namun dengan perlakuan produksi seperti sebuah film-film period. Kualitasnya sendiri?

Karakter utama film ini merupakan seorang gadis cantik bernama Valerie (Amanda Seyfried) yang seumur hidupnya telah tinggal di sebuah desa bernama Daggerhorn yang penduduknya dihantui oleh bayang-bayang sesosok serigala yang kapan saja bisa mengambil nyawa salah satu penduduk dari desa tersebut. Untuk mencegah serigala tersebut dari mengambil korban, penduduk desa telah terbiasa untuk memberikan persembahan berupa hasil ternak terbaik mereka di saat bulan purnama muncul, yakni sat-saat dimana sang serigala keluar dari persembunyiannya. Anehnya, di suatu malam, sang serigala membunuh nyawa seorang gadis di desa tersebut, Lucie (Alexandria Malliot), yang jelas kemudian memicu kehebohan dan ketakutan dari seluruh penduduk desa.

Pertolongan sepertinya telah datang dengaan tibanya Father Solomon (Gary Oldman) ke desa tersebut. Father Solomon dikenal sebagai seorang pemburu penyihir yang juga memiliki dendam terhadap sang serigala karena telah membunuh istrinya. Father Solomon sendiri kemudian mengungkapkan bahwa sang serigala adalah sesosok makhluk jelmaan manusia yang bisa saja merupakan salah satu dari penduduk desa Daggerhorn. Jelas pernyataan ini kemudian memicu rasa paranoid di antara penduduk. Di tengah-tengah kekacauan tersebut, Valerie kemudian menerima tawaran untuk melarikan diri bersama Peter (Shiloh Fernandez), pria yang semenjak lama ia sukai. Namun, hubungan mereka mendapatkan tantangan dari kedua orang tua Valeria (Billy Burke dan Virginia Madsen) yang menginginkan agar Valerie menikah dengan Henry Lazar (Max Irons).

Walau memanfaatkan jalan cerita mengenai ancaman seorang serigala yang dapat mengambil nyawa para penduduk desa kapanpun ia mau, Red Riding Hood tetap menggunakan kisah cinta segitiga antara Valerie-Peter-Henry sebagai jalan cerita yang utama. Sayangnya, jalan cerita ini ditampilkan dengan begitu lemah: dialog-dialog yang tercipta antara ketiga karakter terdengan begitu cheesy dan konyol sementara akting kedua aktor tersebut sama sekali tidak mampu menandingi kharisma yang diberikan Amanda Seyfried pada karakter yang ia perankan. Hasilnya… sama sekali tidak terasa chemistry yang berarti antara kisah cinta yang terjalin dari ketiga karakter tersebut.

Kelemahan pada jalan cerita tidak hanya terjadi pada plot kisah cinta segitiga antara tiga karakter utamanya. Kisah lain mengenai perburuan terhadap sang serigala sendiri juga terasa begitu lemah dan tidak dapat dinikmati dengan baik, terlepas dari banyaknya adegan action yang dimasukkan David Johnson ke dalam jalan cerita. Karakter-karakter yang dihadirkan juga terlihat begitu dangkal. Beberapa diantaranya begitu tidak mampu dikembangkan dengan begitu baik sehingga seringkali terlihat menghilang dalam cerita untuk kemudian hadir kembali pada beberapa adegan sesudahnya.

Dari departemen akting, lupakan nama-nama besar seperti Virginia Madsen, Gary Oldman maupun Julie Christie yang mendukung film ini. Amanda Seyfried adalah bintang utama dari Red Riding Hood dan ia mampu membawakan peran tersebut dengan sangat baik. Memang, jalan cerita yang dangkal dan tidak mengesankan akan membuat banyak orang melupakan peran Seyfried di film ini. Walau begitu, Seyfried adalah nyawa utama dari Red Riding Hood yang mampu membuat film ini masih cukup layak untuk disaksikan. Bukan berniat untuk merendahkan kemampuan akting Oldman, Christie, Madsen, Burke dan nama-nama lain yang melengkapi jajaran pemeran film ini. Karakter-karakter yang mereka perankan sayangnya memang tidak dikembangkan dengan begitu baik untuk dapat ditampilkan secara penuh yang kemudian jelas mempengaruhi penampilan para aktor dan aktris tersebut dalam memerankannya di film ini.

Sama seperti The Dilemma, Red Riding Hood terlihat begitu berusaha untuk menampilkan sebuah esensi cerita yang sama sekali tidak didukung oleh jalan cerita yang dimuatnya. Film ini bukanlah sebuah drama romansa karena sama sekali tidak terasa romantis. Sementara itu, Red Riding Hood juga gagal menjadi sebuah film action karena berusaha terlalu keras dan gagal untuk menjadi sebuah film drama romansa. Setelah kesuksesannya mengarahkan Thirteen (2003), Catherine Hardwicke sepertinya harus lebih banyak berkonsentrasi dalam pemilihan film-film yang akan ia arahkan. Karena, jujur saja, dengan catatan seperti Twilight dan Red Riding Hood, jelas terlihat karir Hardwicke tidak akan beranjak ke posisi yang lebih maju lagi.

Red Riding Hood (Appian Way Productions/Warner Bros., 2011)

Red Riding Hood (2011)

Directed by Catherine Hardwicke Produced by Leonardo DiCaprio, Jennifer Davisson Killoran, Julie Yorn Written by David Johnson Starring Amanda Seyfried, Gary Oldman, Billy Burke, Shiloh Fernandez, Max Irons, Virginia Madsen, Lukas Haas, Julie Christie, Christine Willes, Michael Hogan, Alexandra Malliot Music by Brian Reitzell, Alex Heffes Cinematography Mandy Walker Editing by Nancy Richardson, Julia Wong Studio Appian Way Productions Distributed by Warner Bros. Running time 100 minutes Country United States, Canada Language English

4 thoughts on “Review: Red Riding Hood (2011)”

  1. Jujur kecewa bgt abis nonton film ini (-̩̩-̩̩-̩̩_-̩̩-̩̩-̩̩)
    Bosaaan abiiisssss
    Untung ada amanda seyfried ƪ(♥ε♥)ʃ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s