Review: Oh Tidak..! (2011)


Dengan film-film semacam Otomatis Romantis (2008), Pintu Terlarang (2008) dan Khalifah (2011) berada di dalam daftar filmografinya, tentu banyak yang akan bertanya mengapa Marsha Timothy mau menerima tawaran untuk bermain dalam film yang kualitasnya mungkin telah tercermin dengan jelas dari buruknya pemilihan judul film itu sendiri, Oh Tidak..!. Marsha sendiri tidak bermain buruk. Ia dan aktor yang menjadi lawan mainnya di film ini, Fathir Muchtar, tampil dalam kapasitas yang tidak mengecewakan. Namun, naskah cerita yang benar-benar tidak dapat diandalkan – yang hanya mengusung deretan adegan drama klise, karakterisasi yang dangkal serta guyonan-guyonan yang cenderung telah kadaluarsa – membuat Oh Tidak…! hadir lebih dari sekedar mengecewakan.

Oh Tidak..! mengisahkan mengenai hubungan percintaan antara Gilang (Fathir Muchtar) dan Meisya (Marsha Timothy). Gilang adalah seorang tipe pria yang… well… Anda akan menyebutnya sebagai seorang pria metrosexual yang teramat sangat mempedulikan penampilan fisiknya. Walaupun Meisya seringkali memergoki Gilang sedang membohongi dirinya, namun hubungan keduanya relatif lancar. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama. Ketika keluarga Gilang memutuskan pindah dari Semarang untuk tinggal bersama Gilang di Jakarta, hubungan antara Gilang dan Meisya mulai merenggang.

Permasalahannya bukan terdapat pada keluarga Gilang yang tidak menyetujui hubungan Gilang dengan Meisya. Kepindahan keluarga Gilang sendiri ke Jakarta tidak lain dikarenakan oleh ibu Gilang (Marcella Loumowa) akan segera bercerai dengan sang ayah (Djarwo Kuwat) akibat tidak setuju dengan rencana poligami yang diajukan sang ayah. Masalah tidak hanya berhenti pada rencana perceraian orangtua Gilang. Bersama sang ibu, tempat tinggal Gilang juga kedatangan kakeknya (Sutrisna) yang seorang maniak seks, neneknya (Djaety) yang suka berbicara sendiri dengan teman khayalannya serta pamannya (Arie Dagienkz) yang depresi dan memiliki kepribadian ganda setelah ditinggal sang istri. Berbagai masalah yang berada di sekitar anggota keluarganya inilah, yang dianggapnya memalukan, yang coba disembunyikan Gilang dari Meisya dan menyebabkannya terus menerus berbohong kepada kekasihnya tersebut.

Jadi apa sebenarnya yang hendak disampaikan oleh Oh Tidak…!? Jawabannya adalah tidak ada. Di sepanjang hampir 90 menit durasi film ini berjalan, Oh Tidak…! otomatis hanya mengandalkan deretan komedi-komedi usang lewat kebohongan-kebohongan yang diciptakan oleh karakter Gilang kepada Meisya dan adegan drama yang maunya berisi pesan b premis bahwa sama sekali tidak ada seorangpun yang sempurna di dunia ini, namun gagal tersampaikan akibat tata penceritaannya yang terlalu mengada-ada. Karakter-karakter yang dihadirkan juga begitu dangkal dan sangat tidak simpatik. Karakter kakek yang digambarkan sebagai seorang maniak seks dan sang paman yang memiliki kepribadian ganda memang ditujukan untuk dapat menghasilkan tawa pada penontonnya. Namun karakter dan dialog yang mereka dapatkan terlalu dangkal untuk menghasilkan hiburan. Karakter-karakter tersebut justru malah terlihat begitu mengesalkan setiap kali mereka hadir dalam sebuah adegan.

Tidak hanya dari naskah Oh Tidak..! yang terkesan sangat berantakan. Pengarahan yang diberikan sutradara Ardy Actaviand terhadap para jajaran pemainnya pun terasa begitu lemah. Bahkan dapat dikatakan setiap pemeran film ini tampil dengan mengandalkan kemampuan akting yang telah dimiliki masing-masing dengan tanpa adanya pengarahan  bagi mereka untuk lebih memperdalam karakter yang mereka perankan. Hasilnya dapat dilihat dengan mudah. Marsha Timothy dan Fathir Muchtar dapat dikatakan tampil dengan  kemampuan akting mereka yang lebih memuaskan jika dibandingkan dengan jajaran pemeran lainnya. Sementara pengisi departemen akting lainnya dapat dikatakan tampil seadanya, jika tidak ingin dibilang sia-sia seperti kehadiran Arie Dagienkz yang tampil dengan dialog yang sangat minimal.

Tidak mengherankan untuk melihat fakta bahwa Oh Tidak..! dirilis dalam lokasi dan waktu yang sangat terbatas ketika masa rilisnya di layar lebar beberapa waktu yang lalu. Dengan jalan cerita yang lebih dangkal dari tampilan naskah cerita sebuah film televisi, Oh Tidak..! memang lebih layak untuk sama sekali tidak dipedulikan kehadirannya. Beruntung, walaupun dengan naskah cerita yang demikian dangkal, marsha Timothy dan Fathir Muchtar masih mampu memberikan penampilan apik mereka. Selain dari dua penampilan tersebut, rasanya tidak cukup alasan dalam membenarkan lebih banyak orang untuk menyaksikan drama komedi gagal yang satu ini.

Oh Tidak..! (Starvision/Indie Picture, 2011)

Oh Tidak..! (2011)

Directed by Ardy Octaviand Produced by Chand Parwez Servia Written by Upi (screenplay), Upi (story) Starring Fathir Muchtar, Marsha Timothy, Marcella Loumowa, Djarwo Kuwat, Arie Dagienkz, Sutrisna, Djaety  Music by Candil Cinematography Gandang Warah Editing by Budi Kurniawan Studio Starvision/Indie Picture Running time 87 minutes Country Indonesia Language Indonesian

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s