Review: Ceremony (2010)


Michael Angarano – aktor cilik yang dahulu berhasil mencuri perhatian banyak penikmat film dunia ketika memerankan karakter William Miller muda di film karya Cameron Crowe, Almost Famous (2000) – memerankan karakter Sam Davis dalam Ceremony, sebuah film yang menjadi debut penyutradaraan dari Max Winkler. Sam Davis, seorang penulis buku cerita anak-anak yang masih berusaha untuk menemukan cara agar karyanya dapat diterbitkan, diceritakan berhasil untuk merayu sahabatnya, Marshall Schmidt (Reece Thompson), untuk menghabiskan masa akhir pekan bersama dirinya sekaligus untuk membangun kembali persahabatan mereka yang sempat renggang. Marshall sama sekali tidak mengetahui bahwa Sam memiliki tujuan lain di balik segala rencana yang telah mereka susun bersama.

Ajakan Sam untuk menghabiskan akhir pekan bersama di Long Island ternyata merupakan sebuah kedok yang ia buat untuk menutupi rencana utamanya, yakni untuk merebut kembali hati Zoe (Uma Thurman), wanita yang sangat ia sukai namun dengan usia yang jauh lebih tua dari dirinya maupun Marshall. Permasalahannya, merebut kembali hati Zoe bukanlah sebuah perkara mudah. Zoe sendiri sedang berada di tempat yang sama karena di akhir pekan tersebut, ia akan melangsungkan pernikahannya dengan Whit Coutell (Lee Pace), seorang aktor yang juga semenjak lama telah menjadi tunangan Zoe. Dalam masa akhir pekan itulah, Sam akan berusaha membuktikan kepada Zoe bahwa ia adalah seorang pria dewasa yang lebih pantas untuk dipilih dan hidup bersama selamanya.

Ceremony bukanlah kali pertama Max Winkler duduk di kursi sutradara. Sebelumnya, ia lebih dikenal sebagai seorang pencipta Clark and Michael, sebuah web series yang cukup populer. Pada tahun 2005, dunia mulai mengenai kemampuan penyutradaraan dan penulisan naskah Winkler lewat sebuah film pendek berjudul The King of Central Park. Walau banyak yang menilai bahwa film pendek karya Winkler tersebut sebagai sebuah karya yang cukup sulit untuk dicerna banyak orang, namun para kritikus menyadari bahwa karya Winkler mendapatkan sebuah pengaruh kuat dari seorang Wes Anderson, khususnya dari cara ia menyampaikan kisah, dialog, karakter hingga penggunaan musik-musik rock klasik yang mewarnai setiap adegan di filmnya.

Dan harus diakui, lewat Ceremony, penonton dalam jumlah yang lebih besar akan mampu melihat bagaimana pengaruh Anderson terhadap gaya penyampaian cerita Winkler. Menyaksikan Ceremony, sesekali penonton kemungkinan besar akan diingatkan pada karya-karya Anderson seperti The Royal Tenenbaums (2001) atau The Darjeeling Limited (2007) yang dipenuhi oleh deretan dialog-dialog cepat dan panjang yang dilakukan oleh seorang karakter, komedi yang terkadang terkesan terlalu aneh untuk didengarkan serta penggunaan banyak lagu-lagu soft rock klasik yang menghiasi tiap adegan filmnya. Bukan sama sekali hal yang buruk karena Winkler sendiri mampu memanfaatkan pengaruh dari Wes Anderson tersebut untuk menjadikan Ceremony sebagai sebuah kisah yang cukup menarik untuk disimak walau terkesan berjalan tanpa mampu menghasilkan ikatan emosional dengan para penontonnya.

Keunggulan utama film ini adalah keberhasilan Winkler untuk mengumpulkan dan mengarahkan deretan pemeran yang mampu mengeluarkan kemampuan terbaik mereka dalam menghidupkan setiap karakter yang hadir di film ini. Uma Thurman memang terkesan tidak terlalu diberikan banyak kesempatan untuk menghadirkan karakter Zoe lebih banyak, namun Michael Angarano (kembali) berhasil membuktikan bahwa ia adalah seorang aktor muda dengan kemampuan akting yang handal namun masih belum terlalu diperhatikan oleh banyak produser Hollywood. Dalam Ceremony, Angarano berhasil menciptakan karakter Sam yang pada awalnya akan membuat banyak penonton tidak simpatik akibat arogansi dirinya namun menyimpan sebuah sisi yang pada akhirnya akan membuat penonton merasa jatuh hati pada karakternya. Dengan apa yang ia tunjukkan di film ini, dan beberapa film sebelumnya seperti Sky High (2005) dan Snow Angels (2007), rasanya tinggal menunggu waktu hingga Angarano dapat menemukan sebuah peran yang benar-benar tepat untuk kemudian menghantarkannya ke posisi lebih tinggi di dunia akting Hollywood.

Reece Thompson yang berperan sebagai sahabat karakter Sam, Marshall, juga mampu menghadirkan kemampuan akting yang mengimbangi kemampuan Angarano. Lee Pace dan jajaran pendukung lainnya juga mampu diarahkan oleh Winkler dengan begitu baik sehingga membuat departemen akting Ceremony tampil hampir tanpa cela. Jika ada penampilan yang cukup istimewa, hal tersebut datang dari penampilan aktor Jake Johnson, yang berperan sebagai adik karakter Zoe, Teddy. Dengan karakter sebagai seorang pria yang ceroboh dan pemabuk, kemampuan akting Johnson membuat karakter Teddy berhasil mencuri perhatian di setiap adegan yang menampilkan dirinya.

Kelemahan utama dari Ceremony adalah film ini terlihat seperti terlalu sibuk bercerita tanpa mau memberikan perhatian yang lebih dalam pada setiap karakter yang dihadirkan. Hal ini kemungkinan besar akan membuat penonton merasa terkesampingkan dan murni hanya menjadi penonton dengan tanpa keinginan untuk merasakan ikatan emosional yang terkadang dapat terbentuk dalam sebuah kisah drama. Pun begitu, Winkler mampu menghadirkan deretan karakter yang begitu kompleks namun mampu ditampilkan secara sederhana dan membumi. Ditambah dengan kemampuan para pemerannya untuk menampilkan tiap karakter dengan begitu nyata, Ceremony menjadi sebuah debut penyutradaraan dan penulisan naskah cerita film layar lebar yang cukup menjanjikan bagi seorang Max Winkler.

Ceremony (NALA Films/Magnolia Pictures, 2010)

Ceremony (2010)

Directed by Max Winkler Produced by Darlene Caamano, Polly Johnsen, Matt Spicer Written by Max Winkler Starring Uma Thurman, Michael Angarano, Lee Pace, Reece Thompson, Rebecca Mader, Jake Johnson, Brooke Bloom, Nathalie Love, Harper Dill Music by Eric D. Johnson Cinematography William Rexer Editing by Joe Landauer Studio NALA Films Distributed by Magnolia Pictures Country United States Language English

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s