Review: The Adjustment Bureau (2011)


Menterjemahkan karya seorang penulis dengan jalinan cerita visioner seperti Philip K. Dick menjadi sebuah rangkaian adegan yang mampu bercerita dalam sebuah film tentu bukanlah suatu hal yang mudah. Beberapa orang dapat melakukannya dengan baik – Ridley Scott menerjemahkan Do Androids Dream of Electric Sleep (1968) menjadi Bladerunner (1982), Paul Veerhoeven menggubah cerita pendek We Can Remember it for Your Wholesale (1966) menjadi Total Recall (1990) dan Steven Spielberg menggarap cerita pendek Dick lainnya, The Minority Report (1956), menjadi Minority Report pada 2002 – sementara beberapa lainnya — seperti John Woo yang mengadaptasi Paycheck (1953) menjadi sebuah film berjudul sama pada tahun 2003 dan Lee Tamahori yang mengadaptasi The Golden Man (1954) menjadi Next (2007) – sedikit lost in translation dengan gagal menghantarkan jalan cerita science fiction visioner Dick menjadi tampil menarik bagi penontonnya.

Tahun ini, George Nolfi, yang dikenal sebagai penulis naskah Ocean’s Twelve (2004) dan The Bourne Ultimatum (2007), membuat debut penyutradaraannya dengan mengadaptasi cerita pendek Philip K. Dick, Adjustment Team (1954), menjadi sebuah film yang mempadukan tema politik, agama dan science fiction dengan porsi romansa dalam jumlah yang cukup besar, The Adjustment Bureau. Dengan pengalamannya dalam menuliskan film-film berirama drama dan action thriller, tidak mengejutkan bila kemudian Nolfi berhasil menggubah karya Dick menjadi sebuah film yang sangat menghibur sekaligus mampu memikat perhatian dengan sentuhan romansa yang cukup humanis terlepas dari jalinan kisah science fiction yang tetap mampu dibawakan dengan baik.

The Adjustment Bureau memperkenalkan penontonnya dengan David Norris (Matt Damon), politisi muda, tampan dengan rentangan karir yang sepertinya terlihat sangat cerah sedang berada di hadapannya. Sayangnya, nasib ternyata mengatakan lain. David kalah telak dalam pemilihan umum akibat sebuah aib masa lalu yang kemudian kembali menghantui dirinya. Namun, David tidak sepenuhnya kalah. Sesaat sebelum ia mengumumkan kekalahannya dalam pemilihan umum, David bertemu dengan Elise (Emily Blunt), seorang wanita atraktif yang langsung menarik dan menyita perhatian David seutuhnya. Ketika David dan Elise mulai mengenal satu sama lain, halangan cinta mereka kemudian datang dalam bentuk sekelompok orang yang ingin mencegah agar keduanya dapat bersama dengan alasan bahwa takdir memang seharusnya tidak pernah mempertemukan mereka.

Nolfi, harus diakui, sangat cerdas dalam mengembangkan The Adjustment Bureau semenjak awal. Ia mengenalkan karakter David Norris terhadap penontonnya dengan sangat baik: membuat David menjadi seorang karakter yang begitu simpatik namun dikelilingi oleh orang-orang yang selalu mengontrol setiap perbuatan dan perkataannya. Ketika Nolfi kemudian membawa masuk karakter Elise ke dalam jalan cerita, Nolfi memberikan sebuah warna baru dengan karakter Elise yang begitu bertolak belakang dengan David: David yang kaku kini harus berhadapan dengan Elise yang begitu bebas dalam menentukan setiap pilihan hidupnya, suatu hal yang begitu ia impikan di sepanjang hidupnya. Dan dengan chemistry yang sangat tepat yang ditampilkan oleh Matt Damon dan Emily Blunt, hubungan antara dua karakter tersebut menjadi sangat begitu nyata dan mudah untuk disukai oleh penontonnya.

Terlepas dari kisah romansa yang tercipta dari hubungan David dan Elise, The Adjustment Bureau sendiri kemudian mendapatkan daya tarik keduanya melalui kisah thriller yang didapat dari jalan cerita dimana David terus dikejar-kejar oleh sekelompok orang yang tidak ingin agar hubungannya dengan Elise terus terjalin. Nolfi sekali lagi mampu mengemas jalinan thriller ini secara sempurna dengan menempatkan aktor John Slattery, Anthony Mackie dan Terence Stamp sebagai pilar-pilar kisah thriller tersebut yang kemudian mampu dijalankan oleh tiga aktor tersebut dengan begitu hidup. Kisah romansa dan thriller ini kemudian berhasil berpadu dengan sempurna, khususnya pada 20 menit terakhir kisah ini berjalan, dan mampu membuat setiap penonton The Adjustment Bureau menahan nafas dan begitu menyatu pada ketegangan yang dirasakan dua karakter utama film ini.

Pun begitu, The Adjustment Bureau masih menemui beberapa ganjalan pada beberapa bagian. Ganjalan-ganjalan ini umumnya didapat dari kurangnya pendalaman karakterisasi pada peran-peran lain di luar karakter David dan Elise serta beberapa narasi yang terkesan memperlambat ritme cerita yang semenjak awal telah tersusun dengan irama perjalanan yang cukup cepat. Untungnya, halangan-halangan ini tidak akan terlihat begitu berarti, khususnya ditambah dengan dukungan tata musik Thomas Newman yang mampu menghasilkan jalinan emosi yang begitu kuat pada setiap adegan serta sinematografi karya John Toll yang mampu menangkap sisi kemisteriusan cerita dari kota New York yang menawan.

Philip K. Dick memang dikenal sebagai seorang penulis cerita-cerita berbasiskan science fiction yang sering terasa begitu rumit. Lewat beberapa film yang diarahkan oleh seorang sutradara yang kurang tepat, kisah-kisah Dick lebih sering berakhir dengan membingungkan dan melelahkan untuk diikuti. Untungnya, George Nolfi mampu memberikan kemampuan terbaiknya dalam menterjemahkan karya seorang Philip K. Dick. Nolfi mampu menggubah jalinan kisah science fiction karya Dick menjadi sebuah jalinan cerita romansa yang begitu humanis dan memikat. Pemilihan departemen akting yang sangat tepat juga semakin membuat tampilan The Adjustment Bureau menjadi begitu dinamis. Didukung dengan penampilan sempurna dari Matt Damon, Emily Blunt dan deretan pendukung lainnya, serta tata produksi yang sangat memuaskan, The Adjustment Bureau tampil begitu cerdas dan menyenangkan untuk diikuti… dan nilai plus dengan kehadiran quote yang sangat memorable ketika mengakhiri film ini:

Most people live life on the path we set for them. Too afraid to explore any other. But once in a while people like you come along and knock down all the obstacles we put in your way. People who realize free will is a gift, you’ll never know how to use until you fight for it. I think that’s The Chairman’s real plan. And maybe, one day, we won’t write the plan. You will.

The Adjustment Bureau (Media Rights Capital/Universal Pictures, 2011)

The Adjustment Bureau (2011)

Directed by George Nolfi Produced by George Nolfi, Chris Moore, Michael Hackett, Bill Carraro Written by George Nolfi (screenplay), Philip K. Dick (short story) Starring Matt Damon, Emily Blunt, Anthony Mackie, John Slattery, Anthony Ruivivar, Michael Kelly, Terence Stamp, David Alan Basche, Shane McRae Music by Thomas Newman Cinematography John Toll Editing by Jay Rabinowitz Studio Media Rights Capital Distributed by Universal Pictures Running time 106 minutes Country United States Language English

3 thoughts on “Review: The Adjustment Bureau (2011)”

  1. Iseng, penasaran pendapat orang lain mengenai film ini.🙂 hehe.

    Hmm. saya sih nangkepnya 100% beda. saya rasa kisah drama dan politik itu cuman tempelan semata. Film ini sama kayak The Nines dan I Heart Huckabees, yang tujuannya memang berfilosofi ria. haha.🙂

    Film ini membawa konsep paradox of will. Sayangnya, menurut saya, konsep itu terkesan banyak miss di filmnya, yang terjadi malah rantaian pertanyaan pada saat film ini berakhir. Dan saya ngira sih, ending film itu malah permulaan kekacauan atas konsep free will dan predestination. puyeng deh. belum lagi ini juga nyinggung filosofi paham determinisme.

  2. filmnya bagus…alurnya cepet.. kalo kelewatan beberapa menit aja bingung.. saya ga pernah baca novelnya cumabegitu nonton.. mengharapkan para anggota biro ini seperti angels di city of angellnya nichlas cage..

    tapi secara keseluruhan banyak memberi motivasi dan pengaruh positif untuk penonton seperti saya..

    tks

  3. ambil sisi positifmnya aja!!
    dsaat kamu merasa yakin akan suatu hal, maka perjuangkanlah semaksimal & semampu kamu

    # Peace

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s